
Setelah solat magrib Tania kembali berbaring di tempat tidur, dia ingin beristirahat agar demamnya cepat turun.
"Ayolah kita ke dokter Marissa saja, biar Ivan yang mengantar" Aisyah masuk kedalam kamar, ditangannya ada mangkuk berisi bubur.
"Tak apa Aish, aku minum turun panas saja"
"Benaran tak apa, badan kamu panas sekali" Aisyah menaruh mangkok bubur diatas nakas
"Tidak apa Aish, kamu seperti bukan bidan saja"
"Aku bisa bilang tidak apa apa itu dengan pasien saja, tapi dengan temanku sendiri cemasku dua kali lipat ."
"Ambil saja obat penurun panas, jika besok aku masih demam kita akan ke klinik dokter Marissa."
"Oke, aku ambilkan obatnya dan makanlah bubur ini dulu" Aisyah kembali ke dapur mengambil segelas air dan pil penurun panas.
***
Sementara di Restoran Bunda, Yusuf Alzyan Karim dan Muhammad Khalid sedang melakukan meeting sekalian makan malam. Ternyata Khalid membawa serta istrinya.
"Kenalkan ini istriku, Syafina Almaira"
Alzyan lalu menyalami istri dari teman lamanya itu, tiba tiba Alzyan teringat dengan Tania.
"Maaf tak bisa hadir pada pesta pernikahanmu, waktu itu Syakha anak kami lagi demam" Khalid berbasa basi.
"Oh tak apa" jawab Alzyan tersenyum.
"Kau telah menerima kado dariku kan?"
"Tentu saja, apa kau tak lihat?"
Khalid menoleh, ternyata benar Alzyan memakai jam tangan mewah pemberiannya.
"Syafina yang memilihnya" Khalid memeluk pundak istrinya, lalu tersenyum pada istrinya dan istrinya itu membalas senyuman Khalid.
Tiba tiba Alzyan teringat kembali pada Tania, Tania juga memiliki senyuman yang hangat dan menenangkan seperti senyum Syafina. Alzyan melamun sejenak membayangkan senyuman hangat Tania.
Tania apakah kau sekarang baik baik saja sayang, seharusnya malam ini kau juga mendampingiku.
"Kurasa kita akan memulai membicarakan kerjasama kita"
Alzyan masih melamun, dia tidak mendengar ucapan Khalid barusan, pandangannya kosong.
"Alzyan ?" Khalid memanggil.
"Oh, iya. Tentu saja. Silahkan"
Malam itu mereka membicarakan, kerjasama yang akan mereka lakukan. Dan Alzyan menyetujui bekerja sama dengan MK Group sebagai pelaksana dalam pembangunan pabrik di Jambi. Dia yakin dengan sahabatnya itu, kabarnya dia adalah pengusaha yang sukses, dan terkenal bertangan dingin.
"Besok aku akan meninjau lokasi karena siangnya aku harus kembali ke Jakarta selanjutnya aku serahkan pada Alif asistenku dalam pengawasan proyek ini"
__ADS_1
"Baiklah, lebih cepat lebih baik. Kuharap kerjasama kita ini berjalan lancar dan berkah" ucap Khalid.
"Aamiin"
***
Pagi ini demam Tania belum juga turun, karuan saja membuat Aisyah tambah panik. Setelah apel pagi dia buru buru pulang kerumah, karena tadi Tania belum sarapan. Dan dia ingin memaksa Tania kekota untuk diperiksa dokter Marissa. Entah mengapa dia membayangkan tuan Alzyan akan memarahinya jika dia tak bisa menjaga Tania
"Kenapa aku malah takut dimarahi tuan Alzyan, seharusnya aku yang memarahinya karena dia tak bisa menjaga istrinya" Aisyah menghela nafas, mencoba lebih tenang.
tert tert, ponsel Tania berbunyi.
"Aish, angkat telponku. Bilang aku lagi sakit Aku izin saja kerja hari ini"
"Nomor baru" Aisyah menggeser layar ponsel Tania.
"Hallo siapa ini, Tania lagi sakit katanya dia izin saja kerja hari ini"
" Apaa, Tania sakit ?. Cepat bawa dia ke dokter spesialis kandungan. Aku tak mau dia dan anaknya kenapa kenapa. "
"Siapa ini ?" Aisyah terheran, kenapa orang ini langsung memerintah dia.
"Arkhan, Aish tolong kau rawat Tania ya?"
" Iya kak, pagi ini rencananya kami akan ke dokter"
" Baiklah, beri ponselnya pada Tania. Aku ingin bicara"
Setibanya dikamar, Tania telah selesai teleponan dengan Arkhan.
"Sebenarnya aku malas sekali keklinik dokter Marissa, berobat dengan dokter Yuda saja juga pasti sembuh. Ini hanya demam biasa"
"Tapi tadi kak Arkhan menyuruhku mengantarmu ke dokter spesialis kandungan"
"Ckk, tadi dia juga bilang begitu padaku"
"Jadi, kau ingin membantahnya atau menurutinya ?"
" Hhh, aku terpaksa menurutinya, kalau tidak dia akan berangkat kesini sekarang juga", Tania mendesah kesal, sebenarnya dia malas sekali harus ke klinik dokter Marissa.
"Baiklah, sarapanlahlah dulu. Aku kembali ke puskesmas minta izin dengan pak Agung dan meminta Ivan mengantar kita"
Tania mengangguk, dia memandang punggung Aisyah yang berbalik.
Beruntung sekali aku punya teman seperti kamu Aish, kamu sangat baik. Entah bagaimana jadinya diriku tanpamu
***
Pagi pagi sekali Alzyan sudah sampai di lokasi, sekarang baru pukul 07.30. Dia harus mengejar kembali ke Jakarta pukul 14.30 siang nanti dari kota Jambi.
Khalid telah menunggunya di Lokasi, Setahun lalu Alzyan juga pernah datang ke kota ini. Waktu itu dia mencari lahan untuk dijadikan perkebunan. Alhamdulilah tahun ini bisnisnya telah berkembang dikota ini dan akan di bangun pabrik di kota ini.
__ADS_1
Khalid mengajak Alzyan berkeliling menggunakan Kawasaki Versys x 250, luas tanah tempat pabrik itu akan didirikan seluas 10 are, katanya milik istrinya Khalid.
"Kau pakailah motorku, aku menggunakan motor milik Syafina", Khalid melempar kunci motor miliknya.
"Motor Syafina ?, apa istrimu suka touring ?" Alzyan terkaget mendengarnya.
"Gowes, touring bahkan off-road,"
"Wow" Alzyan semakin terkaget mendengarnya.
"Barusan aku menghadiahkannya Jeep Rubicone Wrangler untuk kado ulang tahunnya yang ke 24 buat kami offroad"
"Sepertinya kau sangat menyayangi istrimu"
"Sangat, dia telah melahirkan anakku, dan dia wanita yang sangat setia. Dia menguatkanku disaat aku terpuruk, aku sukses juga karena doanya, tak berlebihan jika aku memberikan barang idamannya"
Alzyan mengangguk angguk mendengarnya.
"Ayolah" Khalid lebih dahulu melajukan kawasakinya. Alzyan pun menyusul kemudian.
Dendi asisten Khalid dan Dion sopir Alzyan menunggu bos mereka di camp.
Di dalam perjalanan berkeliling, Alzyan terngiang ucapan Khalid barusan.
Khalid sangat menyayangi istrinya tapi bagaimana dengan diriku, aku bahkan menyia nyiakan Tania dan anakku. Setelah kembali ke Jakarta aku harus bisa menemukan Tania, akan kutanyakan pada temannya diruang bersalin dimana kemungkinan dia bersembunyi
Tiba tiba Alzyan kehilangan keseimbangan, motor yang dikendarainya terjungkal, dan tubuh Alzyan terhempas.
Argghh
Khalid mendengar suara sepeda motor Alzyan yang terhempas, dia lalu menoleh kebelakang.
"Alzyaaann"
Khalid memutar motornya kembali ke belakang dan segera menolong Alzyan.
"Apa adanya yang terkilir, atau terluka ?"
Alzyan perlahan lahan berdiri dengan bantuan Khalid, dia merasa kulit pada pergelangan kakinya robek. Terlihat darah segar membasahi ujung jeans miliknya.
"Sepertinya pergelangan kakiku terluka terkena batu"
Khalid memeriksa luka itu, kelihatan darahnya mengalir.
"Lukanya tidak terlalu besar, tapi mungkin terkena pembuluh darah, darahnya akan terus mengalir jika tidak dijahit. Aku antar kau ke puskesmas terdekat"
"Baiklah" Alzyan mengangguk saja, lukanya lumayan perih.
Khalid menelpon asistennya Dendi untuk membantu membawa Alzyan ke puskesmas terdekat. Dion juga ikut mengantar kepuskesmas.
*****
__ADS_1