Cinta Buat Kanaya

Cinta Buat Kanaya
Sicantik Bidadari Surga


__ADS_3

"Papa jahat, aku tak mau menikah dengan Rendy. Anak pungut, itam lagi..!"


"Maysa cobalah berpikir jernih jangan terlalu menuruti perasaanmu. Dia tampan kok, dokter lagi.".


"Pokoknya tidak, titik !". Maysa bersedekap didepan papanya.


"May, dengarkan papa. Alzyan membangun perusahaannya sendiri di Pekan Baru dan perusahaan itu tak mampu menyaingi Jaya Group yang sudah sangat besar. Kabarnya dia akan pindah ke Pekan Baru setelah ayahnya sehat. Perusahaan Akmal akan diurus oleh Rendy, pastinya rumah sakit juga. Daripada Alzyan Rendy lebih berpotensi, ayah akan membantumu merebut semua milik Akmal. Lagipula Alzyan kabarnya tak begitu peduli dengan perusahaan ayahnya"


"Maksud ayah ?"


"May, Akmal akan mati. Dan Alzyan pasti akan memberikan begitu saja jabatan diperusahaan tertinggi kepada Rendy. Dia terobsesi membangun perusahaan sendiri. Lagi pula ayah tak mau jika kau harus ikut dengannya ke Pekan Baru. "


"Ayah egois, aku akan ikut kemana kak Zy membawaku"


"Maysa dengarkan papa, Jika kau ingin menguasai harta Akmal Karim maka jadilah istri Rendy Syahputra bukan istri Alzyan"


"Apa papa yakin" Maysa menatap papanya ragu.


"Papa akan memuluskan jalan untukmu, nanti kaulah yang akan memiliki semua harta milik Akmal Karim"


Mata Maysa berbinar mendengarnya, sepertinya dia harus menomorduakan cintanya. Bicara soal cinta tentu dia lebih mencintai Steve selingkuhannya dulu dibanding Alzyan. Sayangnya Steve hanya memanfaatkannya saja.


***


Alzyan telah membuat janji dengan seseorang dikota Palembang. Di sebuah coffe shop mereka berjumpa.


"Apa maksud kedatangan anda kesini ?" Arkhan memandang dengan curiga.


"Saya hanya ingin mengucapkan terimaksih karena anda telah memperhatikan istriku, terimakasih juga telah menjaganya"


"Ooh, apa anda merasa bersalah, sehingga menemuiku jauh jauh begini?"


"Tak terlalu jauh, aku punya rumah di Pekan Baru. Saya dan Tania akan pindah kesana"


"Jadi anda hanya ingin mengucapkan terimakasih, atau ada hal lain memperingatkan saya misalnya ? agar saya tak ke Pekan Baru menemuinya ?"


"Arkhan, saya kesini bukan mencari ribut. Terima kasih sudah menjaga Tania untukku. Aku tak perlu memperingatkanmu, aku tahu istriku wanita setia. Dan sekarang kami baik baik saja"


"Oh syukurlah"


"Hmm, bagaimana disini ?"


"Ya saya nyaman disini, Kakek saya dari ayah asli Palembang. Jadi saya punya kerabat di Palembang"


Alzyan mengangguk, lalu berdiri menepuk bahu Arkhan.


"Jika tak bisa berteman setidaknya kita tidak bermusuhan, Saya percaya anda"

__ADS_1


"Hmm kabarnya kecelakaan ayahmu karena sabotase, bagaimana perkembangan penyelidikannya ?"


"Oh Anda mengetahuinya, sekarang jalan ditempat. Kuharap akan ada titik terang"


Arkhan perwira polisi berparas tampan itu mengagguk angguk.


"Saya ada keperluan lain, saya permisi terimaksih kopinya." Alzyan memberi senyumnya, Arkhan pun membalasnya dengan senyuman.


Arkhan Rafasya Putra menatap punggung Yusuf Alzyan Karim hingga hilang dari pandangannya. Laki laki itu telah merebut wanita yang dicintainya, namun ia bersyukur Tania mendapat laki laki yang juga mencintainya. Awalnya dia takut laki laki itu tak mencintai Tania seperti biasa yang terjadi dalam perjodohan. Kemarin ketika mengunjungi Tania di Jambi, Aisyah telah menceritakan semua tentang apa yang terjadi antara Tania dan Alzyan. Kini Arkhan bisa bernafas lega, ternyata Alzyan memang sangat mencintai Tania.


Arkhan terkenang masa masa indah bersama Tania, mereka berdua saling mencintai. Banyak kisah mereka lalui berdua, namun ternyata mereka tak berjodoh. Bukan salah Tania apalagi Alzyan, tapi salah dirinya sendiri yang tak bisa tegas. Dia bingung memilih Tania atau ibunya. Dua tahun Tania bertahan sampai akhirnya Tania menyerah. Tania memilih mengalah dan diam diam menerima lamaran orangtua Alzyan.


***


Malam hari seperti biasa semenjak suaminya di Pekan Baru, Tania selalu menunggu telepon dari suaminya. Karena sangat rindu Tania malam ini memutuskan menelpon suaminya duluan.


"Hh kok nggak aktif ?" Tania mencoba menghubungi kembali tetap saja jawabnya nomor yang anda tuju sedang tidak aktif


"Kemana sih mas Zy" Tania cemberut, lalu menarik selimutnya memutuskan untuk tidur saja. Beberapa kali membolak balikkan tubuhnya akhirnya dia tertidur juga.


Dalam tidurnya Tania bermimpi suaminya datang menghampirinya, menciumi pipinya lalu mengecup bibirnya.


"Mas, kau sudah pulang ?" Tania mengigau.


Tangan Alzyan meraba nakal Squisy miliknya, Tania melenguh membuka matanya perlahan, tak ada Zy dikamar itu.


"Ya Allah siapa disana" Tania bangkit dan mengendap endap hendak keluar dari kamar. Tujuannya adalah kamar bi Harti. Tania menarik handel pintu pelan pelan.


"Mau kemana ?"


"Ups, apa aku salah dengar" Tania terpaku menghadap kepintu.


"Suami pulang bukannya di sambut malah mau kabur"


Tania membalikkan badannya, dan seketika cemberut. Suaminya bertelanjang dada hanya memakai handuk melilit pinggang.


"Nggak lucu ah mas, Napa nggak bilang bilang pulang malam ini" Melengos menoleh kesamping.


"Kejutan" Alzyan mengedipkan matanya.


"Apa sih, ini bukannya kejutan Nia kira tadi setan atau maling"


"Iya maling nyium, heheh" Alzyan terkekeh. Lalu dia menghampiri istrinya yang masih betah berdiri ditempatnya.


"Nggak kangen apa?"


" He ehm" Mengangguk.

__ADS_1


Alzyan memeluk pinggang istrinya, dan Tania mengalungkan tangannya pada leher suaminya. Alzyan meraup bibir menggemaskan milik Tania. Lalu dia mengangkat Tania ke ranjang. Alzyan kembali mengecup bibir basah itu yang sangat dirindukannya.


"Kenapa pulangnya lebih cepat mas, kerjanya udah selesai?"


"Blum tapi mas sakit"


"Hah sakit apa mas?"


"Sakit merindukan istri," Kembali menciumi istrinya.


"Mas, rumah di Pekan Baru suda..."


"Diam, cerewet amat sih" Alzyan melahap bibir Tania membungkamnya, Tania paham suaminya sudah sangat menginginkannya. Dia membiarkan suaminya bermain dengan mainan favoritnya. Kalau begini mas Zy tak akan mempan dilarang untuk bermain, terserah dia mau diapakannya mainan mainan itu.


***


Seperti biasanya pagi ini Alzyan bersiap kekantor, Tania memasang dasinya. Kadang Alzyan memasang sendiri, kadang meminta istrinya. Tania menyelesaikan simpulnya lalu merapikan dasi di leher suaminya.


"Aku kebawah duluan ya mas" Tania pamit duluan karena mau menyiapkan sarapan. Suaminya juga masih mau sisiran, pake parfum juga.


"Tunggu," Alzyan menahan pinggul istrinya. Melahap bibir nan menggoda itu. Lama, tak mau melepaskannya. Tania terpaksa mendorong dada suaminya.


"Sudah mas, apa nggak cukup malam dan pagi tadi ?"


"Mana cukup Nia, 2 Minggu loh mas nggak ketemu kamu"


"Iya, tapi ini sudah setengah delapan, nanti mas telat" Tania melepaskan pelukan suaminya.


"Hh Iya deh" Mendesah pelan.


Alzyan sudah selesai lalu turun kebawah, Tania sudah selesai menghidangkan 2 mangkok soto segelas jus jeruk, dan segelas susu hamil untuk dirinya. Sebenarnya soto memang sudah dimasak oleh bi Harti. Tania tinggal menghidangkannya saja diatas meja makan. Mereka sarapan dalam hening sampai selesai.


"Mas nggak menjenguk ayah nanti, aku kesana jam 10"


"Iya mas kesana jam istirahat saja, sekalian jemput kamu buat makan siang"


"Oke, nanti Nia kesana sama pak Indro. Nia tunggu ya mas" Tania berdiri hendak beberes.


Alzyan mengangguk, dia sangat bersyukur karena istrinya telaten merawat ayah dan ibunya seperti merawat oramgtuanya sendiri.


"Makasih sayang, kamu sudah bersedia merawat ayah dan ibuku"


"Aku menganggap ayah dan ibu adalah orangtuaku sendiri mas, aku tak punya orang tua. Aku anggap ini adalah baktiku kepada ayah dan ibuku sendiri"


"Makasih sayang" Alzyan mengecup kening istrinya. "Kau sicantik bidadari surgaku, aku beruntung menikahimu. Aku mencintaimu sayang."


Muka Tania merona mendengar kata kata suaminya.

__ADS_1


*****


__ADS_2