
Tania tengah sibuk membuat laporan cakupan program Kesehatan Ibu dan Anak di wilayah kerja Puskesmas A. Kak Yuli memintanya membuat laporan itu dan harus selesai hari ini karena harus diantar ke Kabupaten besok pagi. Tania tengah fokus di depan laptop, tiba tiba konsentrasinya terganggu dengan deheman dari seseorang.
"Ehmm ehmmm"
"Ada apa Van, mau bantu aku bikin laporan?"
"Eh nggak, aku nggak ngerti tentang program KIA ( Kesehatan Ibu dan Anak )"
"Lalu, mau cari gebetanmu ?"
"Iya, kok nggak nampak pagi ini?"
"Belum tahu ya, Aisyah merujuk pasien ke kabupaten. Dia pergi jam tujuh tadi"
"Pasien apa ?"
"Ada bayi lahir dengan berat badan lahir sangat rendah di Polindes ( poliklinikdesa) jadi kak Yuli meminta Aisyah yang merujuknya ".
"Sama siapa, kok pak Syamsul ada ?" Ivan penasaran Aisyah pergi dengan siapa. Soalnya pak Syamsul sopir ambulan ada minum kopi di kantin.
"Sama pak Yuda " Tania masih menatap layar laptop.
"Hahh kok sama pak Yuda, kenapa tidak pak Syamsul ?"
"Karena pak Syamsul tidak mengangkat telpon dari kak Yuli, sedangkan bayi itu harus segera dirujuk. Akhirnya pergilah Aisyah dengan pak Yuda, pakai mobil pak Yuda. Daripada bayi itu telat dirujuk, iya kan?"
"Iya juga sih"
"Kenapa memangnya, takut ketikung pak Yuda ?"
"Bukan gitu"
Tania tersenyum kecil, dia tahu Ivan takut keduluan pak Yuda dalam hal merebut hati seorang Aisyah. Bagaiamana Ivan tidak merasa gentar saingannya adalah seorang dokter tampan, sedangkan dirinya hanya perawat.
Ivan adalah seorang perawat honorer, dia asli dari kabupaten M. Dia laki laki yang tampan, sopan dan ramah. Bentuk tubuhnya pun bagus, karena dia juga seorang atlet bola volly andalan Kabupaten M. Tubuhnya atletis, kulitnya kecoklatan dan rambut hitam bergelombang sangat pas dengan hidungnya yang mancung. Dia adalah idola gadis gadis di Kabupaten M. Namun dia tetap gentar bersaing dengan seorang Yuda, selain seorang dokter dia juga lebih kaya. Selain itu Yuda juga sangat mempesona.
Jika Ivan lak laki yang ramah dan murah senyum lain dengan dokter Yuda. Yuda seorang laki laki yang dingin, jarang sekali tersenyum, namun dia sangat ramah dengan pasien. Banyak gadis gadis muda anak para pejabat di kota M yang mencoba menarik perhatiannya namun dia seakan sulit tersentuh. Bentuk tubuhnya tinggi, dengan bahu yang lebar. Berkulit putih, rambut lurus mata besar, hidung mancung dan alis tebal. Dia jago beladiri Taekwondo. Penampilannya lebih mirip bintang film daripada seorang dokter tenaga kontrak.
Namun semua orang tahu dua laki laki tampan ini menyukai Aisyah. Jika Ivan menunjukkan dengan terang terangan bahwa dirinya menyukai Aisyah lain halnya dengan dokter Yuda. Dia malah sering modus. Ada ada saja hal yang membuat Aisyah harus menemaninya dan membantu pekerjaannya. Padahal tahu sendirilah Aisyah alergi dekat dengan laki laki. Dia memang gadis yang Solehah, dia selalu menjaga pandangannya.
"Aisyah memang sulit didekati, kau berusahalah menaklukkannya" Tania memberi semangat.
***
__ADS_1
Alzyan telah menyelesaikan masalah di Pekan Baru, sungguh melelahkan. Pagi ini Alzyan pergi kerumahnya, rumah mewah ini telah selesai dikerjakan. Empat orang ART di pekerjakan Alzyan dirumah ini untuk menjaga dan merawatnya. Rumah yang akan dihadiahkannya dengan istri tercintanya Tania Larasati.
"Semoga Nia menyukai rumah ini, dia akan menungguku pulang kerja dengan anak anakku nanti. Dan tentu saja dia telah menyiapkan makan malam kesukaanku dimeja makan"
Rumah ini belum ada perabotan sama sekali, hanya dapur yang sudah terisi lengkap. Karena para ART membutuhkan dapur untuk memasak. Alzyan bukannya tak ingin membeli perabotan untuk rumahnya, tapi dia ingin Tanialah yang memilih perabotan sesuai dengan seleranya.
Alzyan melangkah kekamar utama dilantai dua, kamar ini akan ditempatinya bersama Tania. Alzyan membuka jendela lalu dia memandang keluar. Dari sini nampak pemandangan Taman dibawah yang baru saja digarap. Tampak tukang kebun sedang menanam beberapa tanaman hias. Alzyan tersenyum Memandang kebawah.
Tania akan berlari mengejar anak anaknya ditaman itu, pasti dia akan kewalahan mengejar anak anaknya yang aktif. Akhirnya dia akan berteriak memanggilku minta bantuan menghadapi kenakalan anak anaknya.
"Tania, dimana kau berada sekarang sayang ?"
Lamunan Alzyan tentang Tania buyar saat ponselnya berbunyi, dia bergegas meraih ponsel itu.
"Ya ada apa Alif ?"
"Sebentar lagi Tuan akan berangkat ke Jambi, Dion sudah berangkat menjemput Tuan"
"Apakah semua berkas yang saya butuhkan sudah kamu siapkan ?"
"Sudah, pertemuan dengan pak Khalid di restoran Bunda jam delapan malam ini"
"Baiklah"
"Fandi, seperti yang sudah saya beritahu semalam saya tidak jadi pulang ke Jakarta sore ini. Karena saya harus berangkat ke Jambi pagi ini juga."
Perusahaan Alzyan menjalin kerjasama dengan MK Group milik Muhammad Khalid seorang pengusaha dari Jambi. Rencananya akan membuka lahan perkebunan kelapa sawit di Jambi, juga mendirikan cabang pabrik disana.
***
Tania ingin memasak, tapi bahan makanan sudah habis. Sementara Aisyah belum juga pulang, tadi dia menelpon Aisyah katanya dia masih dalam perjalanan. Jika menunggu Aisyah pulang maka dia akan kelaparan.
"Pergi merujuk pasien kok lama sekali, pasti mereka berkencan. Bagitulah jika orang jatuh cinta jadi lupa sama temannya dirumah" Tania menggerutu.
"Tapi kemaren, Aisyah bilang dia lebih menyukai Ivan. Hahh terserahlah, Ivan ataupun dokter Yuda sama sama baik dan orangnya." Tania berbicara sendiri, dia memakai jilbab instannya lalu menyambar kunci mobil.
"Untung saja aku menerima mobil pemberian kak Arkhan"
Tania pergi ke toko yang letaknya tak jauh dari puskesmas berbelanja membeli sembako, ikan dan sayur sayuran.
Setelah selesai belanja, Tania menaruh barang belanjaannya didapur kemudian langsung memulai memasak semur ayam. Ketika hendak memulai makan siangnya terdengar suara salam dari luar. Tania menjawabnya.
"Itu Aisyah" Tania membuka pintu.
__ADS_1
"Kenapa lama sekali Aish, apa kau berkencan dengan dokter Yuda ?"
" Ya begitulah"
Mereka masuk kedalam rumah, Tania melanjutkan makan siangnya. Perutnya sudah sangat lapar.
"Maafkan aku Nia, pasti kau sangat lelah"
"Tak apa. Jadi kamu sudah jadian sama pak Yuda?"
"Belum, aku belum menjawabnya"
"Perasaanmu lebih berat sama pak Yuda atau sama Ivan ?"
"Kedua duanya"
"Hhhh, beginilah jika perawan tua jatuh cinta. Sekali jatuh cinta langsung pasang dua. Kamu pilihlah salah satunya Aish, tak baik memberi harapan pada keduanya Tania terdengar menasehati.
"Sepertinya aku harus istikharah dulu Nia"
"Iya lakukanlah"
***
Sore hari setelah Ashar, Tania merasa suhu badannya panas. Berjam jam membuat laporan, kemudian harus belanja dan memasak membuat dia kelelahan. Tania memutuskan untuk tidur, siapa tahu setelah bangun tidur badannya akan kembali segar.
Adzan magrib telah berkumandang, Aisyah membangunkan Tania tapi Tania hanya menggeliat saja.
"Tak biasanya dia seperti ini, tidur sampai magrib". Aisyah lalu menepuk nepuk pipi Tania pelan.
"Badannya panas, Tania demam", Aisyah mengguncang guncang bahu Tania pelan untuk membangunkannya.
"Nia, bangun kau harus solat dulu"
Tania terbangun, dia kelihatan lesu.
"Kau demam Nia, pasti kamu lelah sekali ya hari ini. Maafkan aku ya."
"Tak apa, aku harus solat dulu"
Bagaimana ini.. Tania demam, kasihan nanti janinnya. Jika Tuan Alzyan atau kak Arkhan tahu mereka pasti sangat cemas. Aku tak sanggup menghadapi mereka
Aisyah kelihatan panik, dia merasa bertanggung jawab atas Tania. Siapa lagi yang melindungi Tania kalau bukan dia. Tania hanya punya dirinya.
__ADS_1
*****