Cinta Buat Kanaya

Cinta Buat Kanaya
Maysa Menangis


__ADS_3

Tania berbagi cerita dengan sahabatnya Aisyah, Aisyah menanyakan kabar keponakannya dalam perut Tania, katanya dia sudah kangen sama keponakannya itu.


"Belum lahir juga kok sudah kangen saja kamu sama anakku Aish"


"Kan aku yang menemani dia kemana mana, yang beliin dia buah rambutan, yang bikin uminya bubur, yang malam malam cariin bakso. Eh iya Ponakanku sekarang banyak minta nya nggak sih sama abinya?"


"Nggak tuh, dia anteng banget kalo sama abinya. Nggak rewel"


"Ish curang, giliran samaku kamu banyak maunya Nia. Seharusnya kamu kerjain suamimu itu. Minta beliin apa kek yang susah carinya, atau minta mobil mewah kek"


"Iya, nanti ku pikirkan minta apa sama mas Zy. Tapi suer loh, aku merasa nyaman banget dekat sama mas Zy, nggak banyak maunya tuh aku sekarang"


"Ckk, berarti kemaren kamu mang ngerjain aku. Awas aja nanti ya"


"Bukan ngerjain, emang kemaren aku lagi ngidam kok. Dan obat ngidam aku tuh mas Zy"


"Iya iya, gayanya kemaren mau cerai ama Tuan Zy. Kalau masih cinta jangan bilang mau cerai"


"Nggak lagi kok, oh iya.. kamu apa kabarnya, udah jadian sama salah satunya. Upin apa Ipin yang jadi pacarmu?"


"Nggak dua duanya"


"Loh kok gitu, nggak pengen nikah kamu Aish. asyik loh nikah. Ada temen bobo" Tania menahan tawanya, dia tahu Aisyah pasti kesal mendengar ucapannya.


"Hh, aku berani bobo sendiri. Nggak penakut kayak kamu"


"Tapi kenapa kok bisa nggak jadi dua duanya?"


"Panjang ceritanya, yang jelas sekarang aku ada yang baru dan sudah jadian."


"Wow, hebat. Siapa dia, ceritain donk"


"Ceritanya kapan kapan aja ya, aku kasih tau saja siapa dia. Namanya Arsya Wijaya, dia dokter Spesialis Anak Neonatologis"


"Woww, pantasan pak Yuda dan Ivan ditinggalin, yang ini dokter Spesialis.. "


"Bukan masalah itu Nia, Sebenarnya aku pusing menghadapi dia. Tapi yah udah terlanjur jadi pacar. Hmm, lain kali aja ku ceritakan ya. panjang ceritanya"


"Iya ya, aku nggak sabar mendengar ceritamu. Aish, hati hati disana ya. aku kangen "


"Me too, mmuah"


"Muuah bye" Tania mengakhiri panggilan video callnya dengan kecupan jarak jauh dengan Aisyah. Mereka berdua memang begitu bila telponan atau video call.


"Ngantuk, tidur ah" Tania merebahkan tubuhnya, tak menunggu lama dia pun tertidur pulas siang itu.


***

__ADS_1


Alzyan sedang sibuk memeriksa berkas, mempelajarinya dengan teliti. Sesekali mencoret yang menurutnya tak sesuai agar nanti diperbaiki. Konsentrasinya tiba tiba terganggu dengan suara ribut dari luar ruangan kerjanya. Alzyan melihat kearah pintu yang tertutup.


Ceklekk, tiba tiba pintu terbuka dan muncullah dua orang wanita, yang satunya berhijab.


"Maaf Tuan, saya sudah melarang nona May masuk tapi dia ngotot mau masuk"


"Hhh, ya sudah kamu keluar Sarah"


"Baik Tuan" Sarah membalikkan badannya dan keluar, tak lupa dia menutup pintu.


"Nahh tu kan kamu diusir. Sudah aku bilang Kak Zy pasti mengizinkan aku masuk, huhh. Dasar sekretaris kampungan"


"Sudahlah May, Sarah hanya menjalankan tugas dari saya. Saya tidak mengizinkan sembarangan orang masuk keruangan saya. Mau apa kau kesini?"


"Kak Zy..,ini May kak. Dulu aku bebas masuk kesini" Maysa menyeret sebuah kursi kesamping Alzyan, dan duduk dikursi itu.


"Dulu May, beda dengan sekarang." Alzyan membereskan berkas berkas, menumpuknya jadi satu. Dia tahu pasti Maysa ada maunya.


"Apa bedanya kak, ini masih May yang dulu yang sangat mencintai kakak" Maysa menyentuh tangan Alzyan, buru buru Alzyan menarik tangannya.


"Hmm aku salut sama kakak, tanpa bantuan papaku kakak bisa menyelamatkan perusahaan Tuan Akmal"


"Sudah tugasku sebagai putranya, Cepat bilang kamu mau apa kesini Maysa"


"Kak, bantu aku kak. Aku dalam kesulitan dan hanya kakak yang bisa membantuku" Meraih tangan Alzyan dan menggenggam dengan kedua tangannya.


Alzyan berusaha melepas genggaman tangan Maysa, namun Maysa menarik genggaman tangannya kedadanya.


"Iya, lepasin dulu tanganmu. Dan bilang aku harus bantu apa"


"Janji kakak mau membantuku ?" Maysa melepaskan genggaman tangannya.


"Insya Allah"


"Janji kak"


"Janji" ucap Alzyan lembut.


"Kak menikahlah denganku, aku tak mau dijodoh, hik hik" Tiba tiba Maysa menangis.


"Apaa, kalau yang itu aku tak bisa membantumu May. Apa salahnya kau terima saja, aku juga dijodoh dan sekarang aku bahagia dengan pernikahanku"


"Kak, aku tahu pernikahanmu dalam masalah, jangan bohong mengatakan kau bahagia, menikahlah denganku kak. Kita akan sama sama bahagia."


"May kau salah, aku bahagia dengan istriku. Aku mencintainya" Alzyan berkata lembut.


"Bohong, sudahlah kakak jangan berpura pura bahagia, aku tahu semua tentang kakak. Ryan selama ini diam diam menyelidikmu, dia bahkan tahu istrimu pernah kabur ke Jambi."

__ADS_1


''Oo begitu ya, Ryan diam diam menyelidikku?, Dia melakukan apapun untukmu termasuk mengirim foto kita di Pekan Baru sama Tania. Mengapa tak kau terima saja perjodohanmu dengannya. Dia sangat mencintaimu".


"Kak, bukan sama Ryan kak, tapi Mas Rendy. Aku gak mau menikah dengan anak pungut itu" Maysa cemberut.


"Hahh, jangan bercanda May. Ah tapi apa salahnya kau menikah dengan kak Rendy walaupun anak angkat dia akan mendapatkan Rumah sakit JMC. Aku sama sekali tak mengerti di bidang itu"


"Kakak, aku hanya mau menikah dengan kamu kak. Hanya kamu hik hik" Maysa menangis tersedu sedu, lalu dia memeluk Alzyan dan menenggelamkan kepalanya di dada Alzyan.


"May jangan begini May" Mendorong tubuh Maysa. Namun Maysa memeluk erat sambil menangis tersedu, airmatanya membasahi jas milik Alzyan.


"Sudah jangan menangis, ceritakan bagaimana bisa kau dijodohkan dengan kak Rendy ?" Alzyan mendorong tubuh Maysa, sejujurnya dia kasihan dengan gadis ini. Nampaknya dia sangat kacau dan bersedih, Alzyan sangat ingin membantunya. Namun permintaannya sangat konyol dan tak bisa dikabulkan Alzyan.


"Gara gara ibumu menjodohkanmu dengan perempuan itu, ayah Akmal jadi tak enak sama papaku. Dan dia menggantikan mu dengan mas Rendy. Semua gara gara Tania kak, dia menghancurkan kebahagiaan kita"


"Tapi ayah sedang terbaring koma, bagaimana bisa dia menjodohkan kak Rendy denganmu?"


"Papaku yang bilang, ayahmu sudah menjodohkan Rendy denganku sebelum dia kecelakaan dan malam tadi kak Rendy menemui papa mengatakan dia menerima perjodohan itu. Aku tak Sudi menikah dengannya. Kak kumohon menikahlah denganku"


"Tidak May, jika kau tak mau menikahi Rendy masih ada Ryan. Jangan aku, aku beristri dan aku mencintai istriku"


"Kak kau bohong kan kak ?"


"May, kau terobsesi denganku, tolong mengertilah aku tak bisa menikahimu. Aku benar benar mencintai Tania, kemaren memang kami dalam masalah tapi kini kami sudah lupakan masalah itu"


"Mas, hik hik" Kembali tersedu dan memeluk Alzyan, kemudian dia mendekatkan wajahnya hendak mencium laki laki yang dicintainya itu.


"Maysa, jaga batasanmu. Kita bukan muhrim, percuma kau berhijab tak sesuai dengan kelakuanmu."


"Aku mencintaimu kak"


"Pergi May" Masih dengan nada lembut.


"Kak, kau mencintaiku"


" May Pergii ! "Nada bicara Alzyan perlahan Naik.


"Aku tak akan pergi dari sini, aku akan memperjuangkan cinta kita"


"Pergii !!" Alzyan menarik tangan Maysa dan menyeretnya keluar, perempuan ini benar benar membuatnya pusing. Tak mengerti dengan kata kata lembut dan sepertinya sekali kali memang harus dikasari. Alzyan mendorong tubuh Maysa tapi tidak terlalu kuat namun membuat tubuh Maysa terhuyung.


"Sarah, jika ada wanita ini ingin masuk lagi panggil security dan usir"


"Baik Tuan"


"Kakaak"


Bugh, Alzyan menutup pintu dengan kencang, kepalanya terasa amat pusing.

__ADS_1


*****


Ada yang kenal pacarnya Aisyah?, dia pak dokter yang dulunya susah move on dari Syafina istrinya Khalid, ( Khalid temannya Alzyan). Kisah mereka ada di Hati yang memilih


__ADS_2