Cinta Buat Kanaya

Cinta Buat Kanaya
Bertamu kerumah Adam


__ADS_3

Dokter Marissa menjelaskan pada Tania tentang kondisi janin dalam rahimnya, Tania dan Aisyah menganguk angguk tanda mengerti. Bukan pura pura mengerti tapi mereka memang paham karena mereka berdua seorang bidan.


"Janinnya sehat, denyut jantungnya normal, perkembangan sesuai usia kehamilan. Sebaiknya ibu jangan sampai stress takutnya nanti berdampak buat janinnya. Tapi sejauh ini janinnya sehat"


"Alhamdulillah, " ucap Tania. Seorang suster membantunya bangun, karena tindakan USG sudah selesai. Tania duduk di kursi berhadapan dengan dokter.


"Saya resepkan vitamin, periksalah kembali bulan depan."


"Baik dokter"


"Jika bisa bulan depan ajaklah suami nyonya serta ikut periksa, karena kita akan melihat jenis kelaminnya".


"Ehmm.. baiklah dok" Tania mengangguk saja, tak mungkin dia bilang tak bersuami. Takutnya dia dikira hamil diluar nikah.


Tania mengambil resep, kemudian dia dan Aisyah berpamitan dengan dokter Marissa dan keluar dari ruangan itu.


"Nia, kamu tunggu disini saja. Aku tebus resep obatmu"


"Iya, ini uangnya" Tania menyerahkan resep obat sekalian beberapa lembar uang pada Aisyah. Kemudian dia duduk kembali di kursi tunggu di samping Sofia istri Bambang.


"Sudah selesai dek, gimana dedeknya sehat ?" Sofia istri Bambang menyapanya.


"Ehm, Alhamdulillah sehat mbak" Tania menjawab dengan tersenyum.


" Oh ya Tania, maaf kakak mau bertanya hal pribadi , apa boleh ?"


"Mau bertanya apa, tanyakan saja kak"


"Memangnya kamu tidak jadi menikah sama Arkhan, soalnya setahu kakak Arkhan pindah ke Polda Palembang. Kenapa malah kamu di Jambi ?"


Tania tersenyum menanggapi pertanyaan dari Bambang, pertanyaan yang sudah diduganya.


"Aku nggak menikah sama kak Arkhan, kami tidak berjodoh kak" Tania menunduk, ada rasa sedih dihatinya mengingat kisah cintanya dengan Arkhan berakhir begitu saja. Orang tua Arkhan tidak merestui, akhirnya Tania mengambil keputusan untuk meninggalkan Arkhan dengan menerima lamaran Ibu Diana untuk anaknya Alzyan. Arkhan adalah cinta pertama bagi Tania.


"Lalu, kamu disini ikut suami kerja ?"


"Bukan kak, aku sudah berpisah sama suamiku" Tania terpaksa berbohong, padahal yang sebenarnya mereka belum berpisah tapi lebih tepatnya dirinyalah yang melarikan diri dari suaminya.


" oo " Bambang mengangguk angguk. " Lalu kamu kenapa bisa berada disini ?"


"Aku jadi tenaga kontrak di Puskesmas A kak, kakak sendiri kerja disini juga ya ?"


" Iya, kakak Wakapolres disini"


Aisyah yang sudah selesai menebus obat menghampiri Tania.


"Ayo Nia, kita kerumah mas Adam, barusan dia menghubungiku menanyakan apakah kita jadi kerumahnya"

__ADS_1


"Kak Bambang, mbak Sofia kami duluan ya"


Bambang dan Sofia mengangguk sembari tersenyum.


" Aku kira Tania jadi menikah dengan Arkhan, soalnya Arkhan sangat mencintainya. Tapi memang buk Helen tidak merestui mereka, mungkin itu penyebabnya mereka tak jadi menikah"


"Oo Begitu" Sofia menanggapi ucapan suaminya.


" Tapi kasihan ya pa, Hamilnya masih muda sudah berpisah dengan suaminya"


Bambang mengangguk, dalam hati dia merasa kasihan melihat Tania. Kondisi hamil muda sudah harus berpisah dengan suaminya, dan harus menjadi tenaga kontrak pula di puskesmas A yang letaknya di pedesaan.


***


Pukul 16.45 Aisyah dan Tania sudah sampai dirumah Adam kakak sepupu Aisyah. Sonia istri Adam telah memasak cemilan seadanya untuk menyambut mereka.


Duduk dibangku taman memandangi tanaman hias, Adam memang berprofesi sebagai penjual aneka tanaman hias dan juga bibit tanaman lainnya.


"Sudah lama kita nggak ketemu ya Aish, semenjak mas tamat kuliah 8 tahun yang lalu. Sekarang kamu sudah dewasa"


"Iya mas, sekarang mas juga sudah mau jadi ayah saja, oh ya Mbak Cintya dimana mas ?"


"Cintya dan suaminya Dendi sudah beli rumah sendiri, sekarang anaknya sudah berumur 5 bulan."


"Wow, aku kangen sama mbak Cintya, dia menikah tidak mengundang kami di Jakarta."


"Mas Adam dan mbak Cintya sudah sukses sekarang, semoga aku juga bisa sukses merantau ke Jambi"


" Aamiin," ujar semuanya.


"Sudah berapa bulan hamilnya mbak ?" Tania bertanya pada Sonia. Sonia lebih tua sekitar tiga tahun diatas Tania dan Aisyah. perutnya kelihatan membuncit.


"Tujuh bulan, aktif sekali bergeraknya"


"Masya Allah, aku nggak sabar merasakannya"


"Makanya kalian berdua cepat nikah, lagian nggak aman tinggal berdua saja sesama perempuan. Apalagi Kalian merantau" Adam menimpali.


"Oh ehmm, aku juga lagi hamil mas" Tania memang tak pernah berniat menutupi kehamilannya.


"Apa?" Adam membulatkan matanya terkejut, Sonia istrinya tak kalah terkejutnya.


"Iya mas, baru 12 Minggu" lanjut Tania.


"Terus kamu punya suami?" Sonia jadi penasaran.


"Sudah pisah mbak," Tania tersenyum tipis, sebenarnya malu juga dirinya mengaku sudah berpisah.

__ADS_1


"Oo, masa sih istri baru hamil ditinggalin ?"


Adam mengedipkan matanya memberi kode pada istrinya untuk diam.


"Ceritanya panjang mbak, yang jelas Tania punya suami. Sebenarnya mereka belum resmi bercerai" Aisyah mencoba menjelaskan.


"Maaf, mas ikut campur. Kalau memang belum resmi bercerai kenapa nggak kembali rujuk saja. Kamu sedang hamil, kasihan anakmu. Lagipula kamu masih tanggung jawab suamimu karena kamu sedang hamil sampai nanti anakmu lahir barulah masa Iddah sampai. Apa kalian tahu hukumnya?" Sebenarnya Adam merasa heran saja, kok ada suami menelantarkan istri hamil muda. Si istri Pergi pula merantau jauh jauh ke desa . Adam merasa ada sesuatu yang tak beres .


Aisyah dan Tania terdiam mendengar penuturan Adam.


"Oh maaf, jika mas terlalu ikut campur"


"Tidak apa apa mas" sahut Tania.


Mas Adam benar, bahkan mas Alzyan tidak menjatuhkan talak padaku, aku saja yang kabur darinya


Semua sama sama terdiam, Aisyah dan Tania merenungi perkataan Adam, sementara Adam dan Sofia merasa tak enak hati sudah ikut campur. Aisyah mencomot onde onde buatan Sonia, kue dari tepung beras ketan dibentuk bulat bulat, diberi air daun pandan sehingga menghasilkan warna hijau alami. Didalamnya diisi dengan gula merah. Sonia asli dari Jambi dia sangat pandai memasak kudapan tradisional. Dja juga membuka usaha toko kue tradisional berdekatan dengan Nursery milik suaminya. Beberapa saat kemudian rintik hujan menyentuh kulit mereka yang memang duduk di tempat terbuka.


"Ayo kita masuk, kayaknya mau hujan lebat. Memang nggak jelas cuaca sekarang kadang panas, eh semenit kemudian hujan" Sonia menggerutu, sembari bergegas masuk kedalam. Adam, Aisyah dan Tania menyusul. mereka berempat duduk disofa ruang keluarga.


" Aisyah sama Tania tidur disini saja, lagipula besok hari Minggu. Kalian tak masuk kerja" Sonia menawari.


"Ehm boleh mbak" jawab Aisyah, tak mungkin juga dia memboncengi Tania pulang jika hujan begini.


"Kalian tidurlah dikamar tamu, nanti mbak antar" Ujar Sonia lagi.


"Seandainya tak hujanpun mas tadi berencana mengajak kalian menginap, terlalu bahaya pulang kedesa sudah sore begini. Jalanan sepi."


" Iya mas, aku juga ngeri sebenarnya mau pulang" ujar Tania.


" Kamu jangan menuruti Aisyah, dia itu nggak takut apapun. Umur 10 tahun sudah bisa pakai motor, mau motor biasa, motor gede pun ditungganginya. Dulu motor Ninja mas sering dibawanya diam diam ketika dia masih SMP."


" Ah mas, mana ada. Aku pinjam kok" Aisyah membela diri.


"Bilang minjam setelah bensinnya habis, dan kamu dorong pulang kerumah. Parahnya lagi, dia pernah menghajar teman laki lakinya sampan babak belur."


Sonia dan Tania menganga mendengarnya, tak menyangka gadis imut bertubuh mungil bernama Aisyah seganas itu.


"Salah sendiri, kenapa pegang pegang tanganku"


"Kan bisa bicara baik baik Aish, bukan main hajar"


" Itu dulu, sekarang aku sudah jadi seorang bidan mas, cantik dan feminin" Aisyah membanggakan dirinya.


"Syukurlah" jawab Adam singkat.


Begitulah akhirnya malam itu Tania dan Aisyah menginap dirumah Adam.

__ADS_1


*****


__ADS_2