Cinta Buat Kanaya

Cinta Buat Kanaya
Digoda Wanita Jadi Jadian


__ADS_3

Tania masih bergelung didalam selimutnya, setelah solat subuh dia tidur kembali. Alzyan sudah selesai membuat sarapan dan segelas susu untuk istrinya itu.


"Nia, bangun sayang. Nggak baik bangun kesiangan nanti rezekimu di patuk ayam"


"Mas, aku pusing"


"Apa tiap pagi kamu pusing Nia?"


"Nggak juga mas, mungkin karena dua hari ini aku nggak makan obat yang diberi dokter kemaren"


"Loh kenapa nggak dimakan?"


"Obatnya ketinggalan di kamarku di Puskesmas"


"Ya sudah nanti kita ke dokter ya?"


"Nggak usah mas, mas belikan saja obat untukku di apotik"


" Oke, tapi sarapan dulu ya. Mas bawa sarapannya kekamar" Alzyan kembali kedapur mengambil sarapan untuk Tania. Tak lama dia datang lagi kekamar dengan sepiring nasi goreng dan segelas susu hamil rasa vanila.


"Abang suapi ya?"


"Aku bisa sendiri mas, mas ke apotik saja sekarang belikan obat untukku"


"Oke, apa obatnya?"


Tania menyebut nama obat yang harus dibelikan suaminya, lalu Alzyan berlalu keluar kamar hendak ke apotik.


Di apotik, Alzyan menyebut nama obat yang akan dibelinya. Ketika Alzyan menunggu karyawan apotik mencari obat yang dimaksud, tiba tiba seorang wanita muda berdiri disampingnya sangat dekat. Hingga dia bisa mencium wangi Shampo wanita itu. Alzyan menjauh sedikit. Si wanita menoleh pada Alzyan dan tersenyum manis.


"Mbak, sutra hitamnya satu" Ujar wanita muda itu pada karyawan apotik. Kemudian wanita itu tersenyum lagi kepada Alzyan.


"Biar tahan lama, pake yang hitam mas" Wanita muda yang kira kira berusia 18 tahun itu tersenyum genit pada Alzyan. Alzyan jadi merinding melihat senyum wanita itu.


" Beli obat apa mas?"


" Obat untuk istriku, dia pusing"


"Oo" Mulutnya membentuk huruf O dibikin seimut mungkin.


Karyawan apotik memberi obat yang diminta Alzyan lalu Alzyan membayarnya.


"Saya duluan ya" Alzyan langsung ngeloyor pergi, dia alergi dengan wanita muda itu yang menatapnya seperti menatap sepiring makanan lezat.


"Hiii" Alzyan bergidik ngeri.


***


Tania sudah selesai sarapan, dia menunggu suaminya datang dan masih saja bergelung dalam selimut.


"Ini obatnya" Alzyan tiba tiba muncul.


"Minumlah" Alzyan menyodor obat dan segelas air. Tania lalu meminum obat itu.


"Mas, temani aku beli pakaian dalam yuk. punyaku nggak ada yang nyaman lagi. Apalagi ini ukurannya tambah membesar" Tania memegang dadanya.


Alzyan melotot melihat dada Tania, padahal Tania memakai pakaian lengkap.

__ADS_1


"Ayo, biar mas pilihkan ya. Tapi apa kamu nggak pusing lagi?"


"Nanti juga hilang pusingnya, kan sudah makan obat"


Dan akhirnya siang itu Tania dan Alzyan berada di toko pakaian wanita terlengkap.


"Yang ini lucu" Komentar Alzyan ketika Tania melihat lihat beberapa model underwear.


"Aku cari yang nyaman mas, bukan yang lucu" Tania masih memilih milih.


"Tapi mas ingin lihat kamu pakai yang itu" Alzyan berbisik pada telinga Tania.


" Iya, aku ambil juga. Nanti mas tinggal bayar saja."


Tiba tiba seorang wanita mencomot bra yang dibilang Alzyan lucu tadi, Alzyan menoleh.


Eh dia lagi, mimpi apa aku semalam dua kali ketemu predator laki laki hari ini. Mana pakaiannya kurang bahan lagi


"Lucu ya, apalagi aku yang pakai. Benarkan mas?"


"Ehh" Alzyan gelagapan, dan Tania melotot.


"Itu punyaku, enak saja main comot" Tania memasang tampang sangar.


"Kan belum mbak bayar, lagipula aku dengar mbak bilang bukan cari yang lucu tapi cari yang nyaman"


"Suamiku ingin aku memakainya"


"Buatku saja ya mas?" Wanita itu tersenyum genit.


"Kenapa ngotot pengen punyaku sih, disini banyak sekali model lainnya yang lebih bagus" Tania berkacak pinggang.


Alzyan was was melihat istrinya, takut istrinya itu bertindak berlebih jika wanita tadi terus saja ingin underwear tadi.


"Oke aku ngalah deh, mas pilihkan untukku donk. Mana yang lucu, aku ingin tahu selera laki laki itu seperti apa. Aku pengen coba yang tadi aku beli di apotik malam nanti loh mas" Wanita itu mengedipkan matanya.


Astagfirullah


Mata Tania sudah berkilat mendengar ucapan wanita itu.


"Oo kalian sudah kenal ya?"


"Tidak !" Jawab Alzyan.


"Iya tadi di apotik" Si wanita jadi jadian menjawab dengan wajah tak bersalah, sok imut.


"Hmm, jadi kau berani kenalan sama wanita jadi jadian ini dibelakangku ya mas ?"


"Tidak seperti itu Nia".


"Semua laki laki sama saja, nggak bisa lihat yang lebih muda." Tania membalikkan badan hendak keluar dari toko itu. Alzyan menangkap tangannya.


"Jangan begini Nia, mas nggak pernah kenalan sama dia. Ayolah, kamu belum selesai belanja"


"Aku sudah tak mood belanja" mata Tania berkaca kaca.


Sementara wanita tadi sudah membawa underwear tadi ke kasir.

__ADS_1


"Aku ambil ya mas"


"Pergilah sana, aku nggak mau lihat wajahmu disini. Berani beraninya kau membuat istriku menangis, Pergi kau"


"Makasih pilihannya mas"


"Pergii !!" Suara Alzyan meninggi, membuat wanita tadi terkejut.


"Kau pikir semua laki laki tergiur melihat tubuhmu yang murahan itu, aku jijik melihatmu. Pergi ! " Kali ini suara Alzyan lebih rendah, tapi cukup membuat wanita tadi mengerti bahwa Alzyan tak ingin melihatnya. Dia ngeloyor pergi.


"Nia ayolah kita belanja lagi"


"Nggak mau"


"Ayolah Nia, jangan merajuk begini. Nggak enak sama karyawan tokonya loh, sudah bongkar bongkar barangnya tapi nggak jadi beli" Alzyan merangkul bahu Tania, dan mengusap usap kepala Tania dari luar jilbabnya.


"Mas berani ya kenalan sama cewek nggak jelas begitu"


"Mana ada, amit amit" Alzyan bergidik.


Seorang karyawan toko mendekati mereka dan tersenyum pada Alzyan dan Tania.


"Maaf Tuan dan nyonya, kami punya koleksi yang lebih bagus dari yang nyonya lihat tadi. Yang lebih spesial. Apa Nyonya dan tuan mau melihatnya?"


"Gimana sayang, ayolah" Alzyan mencium pucuk kepala Tania.


Tania mengangguk, dan Alzyan meghela nafas lega. Mereka berdua mengikuti SPG itu untuk melihat koleksi spesial mereka.


Setelah lama memilih milih, akhirnya Tania menjatuhkan pilihannya. Dia memborong banyak pakaian dalam. Sepertinya dia memang belajar menghabisi uang suaminya.


"Ini banyak yang berukuran agak kecil loh, nanti kan perutmu tambah besar?"


"Kan bisa kupakai setelah lahiran nanti mas"


Alzyan mengangguk saja, dia malas protes daripada merusak mood istrinya. Lebih baik dia belanja membuang buang duitnya hari ini daripada melihat istrinya marah dan merajuk. Dia tak mau adik kecilnya bertambah lama puasa. Lebih baik dia menjaga mood istrinya demi buka puasa adik kecilnya.


Alzyan menenteng beberapa buah paper bag belanjaan Tania, memasukkan kedalam mobil.


"Langsung pulang atau mau mampir kerumah sakit dulu?"


"Kerumah sakit saja mas"


Ketika dalam perjalanan kerumah sakit, Rendy menelpon Alzyan.


"Hallo kak, ada apa?"


"Ibu sudah diizinkan dokter pulang hari ini, apa kau bisa menjemputnya. Aku masih sibuk tak sempat mengantar ibu pulang"


"Oh iya kak, biar aku yang jemput ibu. Kebetulan ini mau kerumah sakit sekarang"


"Ibu sudah bisa pulang mas ?"


"Iya, kita jemput ibu"


"Mas, kita harus menyambut kepulangan ibu. Bagaimana kalau mas antar aku pulang saja dulu. Biar aku siap siap dirumah. Kan rumah ibu nggak jauh dari sini"


"Hmm bagus juga, ayolah mas antar dulu kamu kerumah ibu"

__ADS_1


****


__ADS_2