
Tania terheran heran melihat sikap suaminya yang kadang hangat dan romatis, tapi kadang cemburuan dan suka marah. Seperti sekarang suaminya lagi menciumi pipinya padahal barusan di mobil dia habis marah karena cemburu.
"Mmph, sudah mas. Ini dirumah ibu nanti tiba tiba ibu nongol gimana"
"Biar saja, toh kamu kan istriku, kepunyaanku"
"Hh, tapi biar Nia dandan sedikit dulu pake bedak". Tania mendorong wajah suaminya yang menempel dipipinya.
K.amu ini aneh mas, dari sikapmu sepertinya kau sangat menyayangiku mas. Tapi mengapa kau masih saja menemui Maysa.
"Sudah dandannya jangan terlalu cantik, nanti mas cemburu dengan laki laki yang melihatmu"
Tania jadi melengos, baru saja pake bedak tipis dan lipgloss. Tania memakai bandana dirambutnya biar rambutnya tidak kemana mana.
"Ayo mas" Tania menggandeng tangan suaminya, mereka lalu keluar dari kamar. Sore ini mereka akan periksa hamil dengan dokter Susan. Salah satu dokter yang bekerja di rumah sakit Jaya Medica center.
"Ayah ibu kami berangkat ya" Alzyan pamit. Ayah dan ibunya sedang duduk disofa ruang keluarga.
"Iya, hati hati. Tania kau mintalah apa yang kamu inginkan sama suamimu. Dulu waktu ibumu hamil dia juga minta apapun yang dia mau sama ayah. Benar kan bu? " kata Akmal Karim, dia menoleh pada istrinya.
"Iya, ayah orangnya sangat romantis. Sewaktu mama hamil Zy dia beri apapun yang mama inginkan" Diana merangkul pinggang suaminya. Pasangan suami isteri yang sudah tak muda lagi ini masih mesra sampai sekarang saat usia mereka sudah diatas kepala lima.
***
Tania dan Alzyan harap harap cemas menunggu antrian dipanggil kedalam ruangan dokter Susan. Tania berharap janinnya sehat tidak ada kurang satupun dan tumbuh sesuai usia kehamilan. Alzyan pun terlihat sepertinya gugup, entah apa yang dipikirkannya. Maklumlah ini pengalaman pertama mereka.
Tania terus saja menggenggam tangan suaminya, tangan mereka berdua terasa sama sama dinginnya. Tak lama terdengar nama Tania dipanggil oleh suster.
"Mas, giliran kita" Tania menarik sedikit tangan suaminya mengajak berdiri.
"Ayolah" Alzyan berdiri, mereka berdua masuk kedalam ruangan periksa. Di dalam ruangan dokter Susan menyambut mereka dengan senyuman.
"Silahkan duduk Tuan Alzyan, Nona Tania" Dokter Susan dengan senyum ramahnya.
Pasutri ini duduk berhadapan dengan dokter Susan, dokter Susan mengajukan beberapa pertanyaan pada Tania.
"Sudah telat berapa hari nona ?"
"Sudah telat 9 hari dok
"Hmm, HPHT nya kapan ?"
"20 februari dok"
__ADS_1
"Oke kita periksa dulu. Untuk kehamilan muda kita lakukan USG transvaginal. Saya rasa nona Tania sudah mengerti maksudnya kan, ?"
"Iya, saya mengerti dok" Tania mengangguk. Sementara Alzyan diam saja, dia tak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Tuan, USG transvaginal adalah tindakan USG dengan memasukkan alat kebagian bawah, biasa dilakukan pada kehamilan masih muda untuk memastikan apakah benar si ibu sedang hamil" Dokter Susan menjelaskan secara ringkas saja.
"Oo, apa itu tidak menyakiti istri saya dok? " Alzyan kelihatan agak cemas.
"Tidak tuan, tidak akan terasa sakit. Saya juga akan melakukannya dengan hati hati." Dokter Susan menjelaskan dengan tetap tersenyum.
"Oo baiklah, lakukanlah"
"Baik Tuan. Suster tolong bantu nona Tania" . Dokter susan minta tolong pada seorang suster.
Tania dibantu oleh suster naik keatas bed, lalu suster membantu Tania dalam posisi yang benar dan menutupinya dengan selimut. Dokter Susan menyiapkan alat USGnya. Kemuadian dia melakukan tindakan USG Transvaginal.
"Hmm, Sudah kelihatan kantong dan itu janinnya juga sudah tumbuh sesuai usia kehamilan. Semua bagus nanti saya resepkan vitamin" Dokter Susan masih mengarahkan stik usgnya. Tania agak meringis, Alzyan kelihatan cemas melihat istrinya meringis.
"Usia kehamilannya 5 minggu 2 hari, jaga baik baik ya Tuan Alzyan. Jangan sampai nona Tania kelelahan, ibu hamil muda biasanya akan sensitif perasaannya dan banyak maunya, turuti saja" tutur dokter Susan dengan masih menetap layar monitor.
Alzyan mematung mendengar penjelasan dokter susan.
"Tuan Alzyan? ". Dokter Susan sudah selesai melakukan USG, dilihatnya Alzyan diam seperti tak mengerti apa yang telah dijelaskannya.
"Ada yang ingin ditanyakan ? "
"Hmm, tidak ada dok"
"Baiklah, ini resepnya" Dokter susan menyodorkan selembar kertas resep.
"Terimaksih dokter, kami permisi" pamit Tania.
"Sama sama"
Mereka keluar dari ruangan dokter Susan, setelah ini akan ke apotik menebus resep obat.
"Mas saja yang tebus resep obat, aku tunggu disini saja"
"Aku? " Alzyan menunjuk dirinya.
"Iya, Nia lelah mas." Lalu Nia duduk dikursi tunggu.
"O, baiklah". Alzyan pergi menebus resep obat, tak lama dia sudah kembali dengan kantong kresek berisi obat. Kemudian mereka berdua kembali kedalam mobil untuk pulang kerumah.
__ADS_1
Sampai dirumah, Tania tak segera kekamar. Dia memilih berbaring dikarpet bulu ruang keluarga menonton televisi. Sekitar 30 menit suaminya muncul ditangannya ada kunci mobil.
"Mas mau kemana? " Tania penasaran.
"ada urusan sebentar" AlzyanTetap berjalan hanya menoleh sebentar pada Tania.
"Menemui Maysa lagi ? " tanya Tania to the point.
"Bukan urusanmu "
Tania terkejut mendengar jawaban suaminya, tak pernah suaminya berbicara seperti ini sebelumnya.
"Oo jadi benar mau menemui Maysa, dan kemaren jangan mas kira aku tidak tahu mas menemui Maysa. Bahkan mas menyuapinya makan"
"Oo jadi kau sudah tahu? " Alzyan berhenti didepan pintu keluar, dan membalikkan badannya menghadap Tania.
"Mas masih mencintai Maysa, kenapa malah memilih menikahiku dan membuatku jatuh cinta mas. Sekarang aku sudah terlanjur hamil anakmu mas" lirih Tania.
"Kau yakin itu anakku? " Alzyan menaikkan alisnya.
"Mas, apa maksudmu. Ini anakmu mas !"
"Sudahlah, Tuan Gunawan menungguku. Maysa pingsan" Alzyan pergi begitu saja meninggal Tania yang sudah berkaca kaca. Dan airmata itupun jatuh membasahi pipinya.
Tania beranjak dari tempat itu dan masuk kekamarnya. Tania menangis sejadi jadinya, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari mulut suaminya. Tania lelah menangis, ujung selimut yang dipakainya pun sudah basah oleh airmatanya. Dia pun beranjak dari tempat tidurnya hendak kekamar mandi mencuci wajahnya, agar pikirannya kembali segar.
Ketika berdiri dia merasa pandangan matanya gelap, kepalanya bertambah pusing. Tania tejatuh disisi tempat tidurnya, dan ia pingsan.
***
Sementara di rumah sakit Jaya Medica Center diruang super Vip. Alzyan sedang membujuk Maysa meminum obatnya, sedari dulu Maysa memang susah meminum pil.
"Ayolah May, minum obatmu. Tekanan darahmu rendah, Hb mu juga rendah. Kau harus meminum obatmu"
"Janji kakak disini saja ya, sampai aku tertidur. Aku janji mau makan obatnya"
"Iya kakak janji" Alzyan mengangkat dua jarinya tanda dia berjanji.
Tuan Gunawan tersenyum, dia senang melihat anaknya mau meminum obatnya.
*Untunglah ada Alzyan, mudah mudahan Alzyan bisa membuat Maysa kuat. Akan kulakukan semuanya untukmu Maysa. Bahkan menghancurkan kebahagiaan orang lain pun akan kulakukan demi Kebahagiaanmu*.
*****
__ADS_1