
Cerita Tentang Gani
Setelah Gani resmi bercerai dengan Asma setahun yang lalu, dia pulang ke kampung halaman dengan membawa anak laki-lakinya, hanya untuk berpamitan dengan emaknya. Lalu, dia kembali merantau mengikuti sang kakak, Al-Ghazali di Kalimantan, ikut mengadu nasib di sana dengan membawa serta anaknya.
Dia sama sekali tidak sempat menanyakan apa pun tentang Usfi. Pikirannya hanya pada anak dan masa depannya, tidak ada keinginan untuk dekat dengan wanita atau pun menikah lagi.
Menurut Gani, memasuki dunia pernikahan untuk kedua kali dengan adanya seorang anak dari wanita lain, tidaklah mudah. Karena itu, dia harus benar-benar siap menjadi bapak yang adil, pada dua anak dari wanita yang berbeda.
Terakhir kali dia bertemu dengan Usfi adalah sebelum kematian Maisha sekitar empat tahun lalu. Setelah kematian madunya, gadis itu lebih banyak mengurus anak-anak Maisha dan bekerja di Pos sayuran pun hanya sekedarnya saja. Kalau bertemu pun, mereka tidak bertegur sapa.
Oleh karena itu saat dia pergi ke Kalimantan, sama sekali tidak memikirkan Usfi apalagi berharap untuk bertemu dengannya. Dia pikir wanita itu sudah bahagia dengan Anwar, karena sudah jadi istri satu-satunya.
__ADS_1
Namun, melihat Usfi di tempat itu dengan pria lain, sungguh membuat Gani tidak habis pikir dengan takdir yang, dialaminya dan tengah Allah tunjukkan padanya.
Gani memutuskan untuk menceraikan Asma setelah kesabarannya benar-benar habis, karena sikapnya yang semakin hari, tidak hormat pada suami sebagai pemimpin keluarga. Apalagi ikut campur Lilis sebagai mertua, menambah rumit masalah rumah tangganya.
Sebenarnya, Gani sudah mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai biasa, tapi, dia harus bekerja keras dengan gaji yang kecil. Pekerjaan itu, dia dapatkan setelah melamar ke berbagai tempat dan perusahaan secara berulang-ulang. Sudah lebih dari satu tahun lamanya dia menjadi pengangguran. Mau tidak mau akhirnya dia pun menerimanya.
Sebenarnya dia cukup berpengalaman dalam bidang administrasi dan keuangan tetapi, dia tidak memiliki surat keterangan pengalaman kerja dari instan sebelumnya karena dia keluar tanpa izin dan tidak bertanggung jawab.
Namun, seberapa keras usahanya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetap saja dipandang sebelah mata, baik oleh istri maupun ibu mertuanya.
Gani memang tidak memberikan seluruh gajinya kepada Asma, dengan alasan dia harus mencicil untuk membayar utang pada kakaknya. Namun, sepertinya istri dan ibunya tidak terima.
__ADS_1
Padahal, dia pun sudah berusaha menambah penghasilan, dengan mengerjakan wirausahanya membudidayakan tanaman, dan juga beternak ikan lele. Namun, biaya sehari-hari, kebutuhan susu untuk Azam dan biaya sekolah Adit yang semakin besar, membuat penghasilan Asma dan Gani yang disatukan pun tetap saja kurang.
Gani sudah tidak tahu lagi harus mencukupinya dengan cara yang bagaimana, hingga dia menyerah. Alasannya menyerah, bukan karena semata-mata penghasilannya yang dinilai kecil atau karena dinilai tidak bertanggung jawab. Mungkin memang dia bukan pria beruntung, dan dia juga memiliki batas jika selalu dibandingkan dengan laki-laki yang jauh lebih baik, dari dirinya setiap hari.
Jadi, di sinilah Gani sekarang berada, dia menjalani pekerjaan sebagai manager sebuah hotel dan restoran yang cukup terkenal di pusat kota.
Pekerjaan ini dia dapatkan setelah dia belajar menjadi petani sawit mengikuti sang kakak.
Namun, di tengah perjalanan Gani bertemu dengan teman sekolahnya yang juga merantau di sana. Temannya itu, sudah lebih dulu sukses dengan bantuan kedua orang tua, hingga dia bisa memiliki hotel dan restoran bagus seperti itu. Mereka bertemu secara tidak sengaja dan akhirnya mereka cocok untuk saling bekerja sama.
❤️❤️❤️👍🙏❤️❤️❤️
__ADS_1