
Galih melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar dia bisa cepat sampai ke rumah sakit!
Setelah mendapat kabar bahwa Yasmin berada di rumah sakit setelah menjadi korban tabrak lari, Maria langsung mengajak Galih untuk menyusul mereka ke rumah sakit.
"Galih, pelan-pelan. Mama takut," ucap Maria.
"Mama tenang aja, aku hati-hati kok."
"Jangan sampai mobil ini nabrak. Kalau nabrak, Mama jewer telinga kamu."
"Iya Ma. Mama duduk manis aja di situ. Sebentar lagi kita sampai di rumah sakit yang kakak beritahukan."
*******
Di rumah sakit.
Gibran masih duduk di kursi yang ada di samping ranjang rumah sakit yang di atasnya ada Yasmin yang sedang terbaring lemah dalam keadaan tak sadarkan diri.
"Yas, kamu bangun dong. Baru berapa hari kita nikah, apa kamu gak mau bahagia bareng aku?"
Gibran mengelus pucuk kepala Yasmin dengan membuat.
"Aku pasti akan menemukan orang itu, kamu sadarlah Yasmin. Kamu juga harus melihat orang itu menerima balasan atas perbuatannya."
Gibran terus berbicara pada Yasmin meski Yasmin tak merespon setiap perkataannya.
*******
Di dekat sebuah jurang yang sangat dalam. Beberapa orang laki-laki keluar dari mobil milik Ayesha dan mendorong mobil itu hingga terjun ke dasar jurang itu tak lupa sebelum turun dari mobil itu, mereka mengenakan alat pelindung agar jejak kaki mereka tidak teridentifikasi oleh para penyidik.
Mereka mendorong mobil itu hingga mobil itu terjun ke dasar jurang!
"Pekerjaan kita selesai, kita tinggal menunggu bayaran dari gadis itu," ucap salah satu dari empat laki-laki itu.
Mereka sudah berhasil membuang mobil itu ke dalam dasar jurang.
"Cepat telpon Mbak Ayesha dan katakan padanya bahwa kita sudah berhasil menjalankan pekerjaan kita."
Ya, Ayesha lah yang menyuruh mereka untuk membuang mobil itu. Untuk menghilangkan bukti kejahatannya, Ayesha sengaja membayar orang-orang itu untuk membuang mobilnya yang digunakan untuk menabrak Yasmin.
*******
"Ayesha, kok kamu pulang naik taksi, mobil kamu kemana?" tanya Maya.
"Gak ada," sahut Ayesha seolah tak bersalah.
"Gak ada kemana? Jangan sampai mobil itu kamu jual."
"Mobil itu aku buang ke jurang."
"Apa! Kamu sadar gak sih Ayesha? Itu yang kamu buang mobil mahal bukan mobil-mobilan."
__ADS_1
"Mobil itu aku pakai buat matiin Yasmin. Aku gak mau masuk penjara jadi aku buang saja mobil itu buat menghilangkan jejak. Sengaja tidak aku bawa pulang dulu karena polisi lebih pintar dari Mama."
Maya yang awalnya hanya duduk itu pun bangkit dari duduknya lalu menghampiri Ayesha.
"Dasar bodoh. Ngomong gitu kok keras-keras, nanti Papa dengar." Maya langsung membawa Ayesha masuk ke dalam kamar Ayesha!
*******
Galih dan Maria mulai memasuki ruangan tempat Yasmin dirawat! Tak lupa sebelum masuk mereka mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Gibran," ucap Maria sambil berjalan menghampiri sang anak!
Gibran menoleh ke arah suara dan dia pun langsung melihat Mamanya dan juga adiknya. Dia tak berkata apa pun, hanya ada tatapan penuh pilu dimatanya.
Mari mendekati Yasmin, tak terasa dia menangis melihat sang menantu yang kini sedang kritis.
"Kakak sudah lapor polisi?" tanya Galih.
"Aku belum sempat. Aku tidak bisa meninggalkan Yasmin sendirian dalam keadaan seperti ini," sahut Gibran.
"Kalau gitu biar aku saja yang lapor polisi. Kejadiannya di mana kak?"
"Di jalan xxx. Yasmin ditemukan sudah tergeletak di jalanan dan sudah tak sadarkan diri dengan seluruh tubuh penuh luka dan darah."
"Baik. Kalau gitu aku berangkat sekarang."
Galih pun langsung bergegas pergi!
Galih menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang.
"Iya Ma," ucapnya.
"Hati-hati. Berkendara sewajarnya saja, jangan ngebut kayak tadi."
"Iya Ma, aku tahu."
Galih pun melanjutkan langkahnya lagi.
"Orang tuanya Yasmin sudah kamu beritahu tentang ini?" tanya Maria setelah Galih pergi.
"Belum. Aku tidak tahu apa reaksi mereka saat tahu anaknya dalam keadaan seperti ini," sahut Gibran.
"Mereka harus tahu agar mereka tidak menyalahkan kita jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan."
"Yasmin pasti selamat Ma."
"Gibran, yang namanya takdir yang Allah yang tahu, kita sebagai manusia hanya bisa menerima dan menjalankan apa yang sudah dia tulis untuk hidup kita."
Melihat keadaan Yasmin yang sangat parah membuat Maria hanya memilikimu sedikit harapan untuk Yasmin bisa pulih seperti sediakala.
"Pelakunya harus ditemukan. Aku gak akan bisa memaafkan dia karena dia sudah menyebabkan istriku seperti ini."
__ADS_1
"Polisi akan mengerjakan tugas mereka dengan baik. Kita berdoa saja semoga Yasmin cepat sembuh dan pelakunya bisa cepat ditemukan."
"Aku tidak menyangka Yasmin akan mengalami seperti ini."
"Kita doakan saja semoga Yasmin cepat sadar ya Nak. Cepat kamu telpon orang tuanya Yasmin dan beritahukan tentang keadaan Yasmin sekarang."
"Iya, Ma. Aku telpon Ayahnya Yasmin dulu."
*******
"Bagaimana ceritanya sampai kamu bisa nabrak Yasmin?" tanya Maya pada Ayesha.
"Tadi gak sengaja aku lihat Yasmin berdiri di pinggir jalan dan di sana keadaannya sangat sepi jadi aku langsung menabrak dia. Aku ingin dia mati agar bisa jauh dari Gibran."
"Tapi tindakan kamu ini terlalu bodoh Ayesha, bagaimana jika nanti Papa menanyakan mobil kamu itu?"
"Bilang aja mobilnya hilang atau apa kek. Biasanya juga Mama pintar beralasan."
"Astaga, jadi sekarang kamu menyerahkan masalah ini sama Mama?"
"Iya lah, pokoknya Mama harus bantu aku. Jangan sampai Papa tahu tentang ini."
"Kamu itu. Kalau ada maunya, selalu saja bikin Mama repot."
"Aku gak bisa lihat Gibran sama orang lain Ma, aku mau Gibran hanya milik aku saja."
"Mama tahu itu tapi perbuatan mu hari ini terlalu bahaya. Mama kan sudah bilang, kita pikirkan dulu cara yang pas buat menyingkirkan Yasmin seperti dulu kita menyingkirkan Wanda. Kalau begini kita jadi was-was bagaimana kalau polisi menemukan bukti dan bukti itu mengarah padamu?"
"Tapi aku gak sabar Ma, kalau Yasmin hamil akan lebih sulit bagi kita untuk menyingkirkannya."
"Hah ya sudahlah. Jangan bahas itu lagi. Sekarang kita bahas bagaimana caranya agar Padamu tidak terlalu mempertanyakan mobilmu itu."
"Aku capek. Mama pergi deh dari kamarku, aku mau istirahat." Ayesha menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidurnya.
Maya menggelengkan kepalanya lalu keluar dari kamar Ayesha!
Maya memang selalu memanjakan Ayesha, karena itulah Ayesha tidak bisa menerima kekalahan ataupun penolakan. Semua yang diinginkannya harus dituruni jika tidak dia akan berbuat nekat seperti yang hari ini dia lakukan.
*******
Zafran berjalan memasuki rumah sakit dengan penuh amarah!
Setibanya di ruangan tempat Yasmin dirawat. Zafran langsung meraih kemeja yang dikenakan oleh Gibran lalu menariknya!
"Suami gak becus. Bagaimana bisa Yasmin menjadi korban tabrak lari?"
Wulan yang melihat kejadian itu pun terkejut karena perlakuan Zafran tidak sepantasnya dilakukan.
"Astaghfirullah, Bang lepaskan." Dalina yang dari tadi sudah menangis, mencoba menghentikan perlakuan sang suami terhadap Gibran.
Suasana di ruangan itu pun berubah menjadi memanas kala Zafran tak juga mendengarkan perkataan sang istri.
__ADS_1
Bersambung