Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Dalam Pernikahan Kontrak
Cinta Dalam Pernikahan Kontrak bab 50


__ADS_3

Plak!


Zafran menampar Monik yang saat itu berdiri tepat di depannya.


Monik meringis kesakitan sembari memegangi pipinya!


"Aku nyesel nikah sama kamu kalau saja aku tidak hamil anakmu, aku sudah pergi dari kamu." Setelah mengungkapkan kekecewaannya, Monik langsung pergi meninggalkan Zafran.


Monik masuk ke dalam kamarnya dengan membanting pintu dengan cukup keras!


"Monik! Monik!" seru Zafran sembari menggedor pintu kamarnya.


"Apa Mas, kamu mau nampar aku lagi? Aku gak sudi melihat muka kamu lagi, pergi kamu dari sini!"


Monik berteriak pada Zafran, terdengar jelas suaranya seperti orang yang berbicara sambil menangis.


"Mon, buka dulu pintunya. Mon maafkan Mas, Mas tadi lagi banyak pikiran."


Monik tak menjawab perkataan Zafran lagi, dia memilih diam sambil menenangkannya hatinya yang diselimuti amarah.


"Mon, Monik tolong maafkan aku."


Zafran masih berdiri di depan pintu kamarnya, menunggu Monik membukakan pintu untuknya.


*******


Saat itu Gibran dan Yasmin sudah tiba di rumah mereka, Gibran memarkirkan mobilnya lalu segera turun dari mobilnya!


"Alhamdulillah, akhirnya kita sampai juga," ucap Yasmin.


Gibran membukakan pintu untuk Yasmin lalu memintanya turun dengan perlahan.


"Hati-hati," ucap Gibran.


"Mas, aku udah gak apa-apa kok."


"Tetap saja aku khawatir."


Yasmin tersenyum sembari menatap wajah sang suami yang tampan itu.

__ADS_1


"Kenapa? Ada yang salah dengan wajahku?" tanya Gibran.


Yasmin menggelengkan kepalanya pelan. "Aku hanya rindu setelah beberapa hari tidak bertemu."


"Aku juga rindu, maaf ya aku telat datang untuk menyelamatkan kamu."


"Yang penting kamu datang, aku pikir kamu tidak akan datang karena kamu tidak perduli sama aku."


"Gak mungkin aku gak datang dan gak mungkin aku gak perduli sama istri aku sendiri. Ayo kita masuk!"


Gibran merangkul pinggang Yasmin lalu mereka berjalan berdampingan.


*******


"Akhirnya Yasmin ditemukan, gue seneng karena dia selamat," ucap Galih.


"Lo masih cinta sama Yasmin?" tanya Sinta.


"Masih," sahut Galih singkat.


"Gila lo, Yasmin itu kakak ipar lo," ujar Sonny.


"Lo udah janji ya, lo gak akan merebut kebahagiaan kakak lo."


"Gue tahu, gue sedang berusaha untuk mengikhlaskan Yasmin buat kakak gue."


"Ya emang lo harus ikhlas secara kak Gibran yang lebih dulu mencintai dan memiliki Yasmin."


"Lo gak tahu Sin, awalnya kan mereka cuma nikah kontrak, makanya gue berani mencintai dia lebih dalam lagi."


"Nikah kontrak? Lalu sekarang apa?"


"Ya mereka saling jatuh cinta dan memutuskan untuk hidup bersama selamanya."


"Kalau dipikir-pikir kisah cinta mereka gak ada manis-manisnya ya. Menikah tanpa berkenalan dan dengan orang yang baru ditemui. Rasanya gimana ya jadi mereka?" ucap Sonny.


"Justru kisah cinta mereka sangat menarik, awalnya gak cinta lama-lama jadi saling cinta. Hmmm, kisah mereka pasti seru banget, sayang Yasmin orangnya tertutup jadinya gue gak bisa tahu kisah lengkapnya," ucap Sinta.


"Kalian kok jadi fokus ke mereka. Kalian gak kasihan sama gue?"

__ADS_1


"Dih kasihan kenapa? Lo kan udah ganteng, kaya, punya keluarga yang lengkap lagi, apa yang mau dikasihani?"


"Lo jadi teman gak solid banget Son, lo kan tahu disini gue yang tersakiti."


"Itu sih derita lo, lagian siapa suruh lo jatuh cinta sama istri orang," ucap Sinta.


"Betul. Kenapa lo gak jatuh cinta sama gadis aja sih? Kayak gue yang jatuh cinta sama Sinta."


"Benar itu Son, jadinya gak merasakan kecewa karena cintanya langsung diterima," ucap Sinta membenarkan perkataan Sonny.


"Kalian kan emang sama-sama suka, gimana kalau gue nembak cewek terus ditolak?"


"Ya lo jangan berpikir gitu dulu pikir aja yang indah-indah."


"Eh emang lo gak nyadar apa ada seseorang yang sudah lama suka sama lo?" tanya Sonny.


"Siapa? Emang ada cewek yang suka sama gue? Kok gue gak tahu."


"Lo nya aja yang gak pernah ngerasa."


*******


"Mas, aku bosan tiduran di sini terus. Aku boleh masuk dapur ya," ucap Yasmin yang sedang membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Ngapain ke dapur? Emang di dapur ada apa, dari tadi kamu pengen ke dapur terus?" tanya Gibran yang duduk di tepi ranjang.


"Aku bosan tahu, masa seharian aku gak ngerjain apa-apa."


"Itu kamu lagi ngerjain tugas kamu."


"Tugas apa? Orang dari tadi cuma duduk, rebahan, duduk lagi, rebahan lagi beras kayak dalam penjara deh."


"Tugas menuruti permintaan suami dan kalau kamu bilang ini berasa kayak di dalam penjara, memang benar sekarang kamu sedang berada di dalam penjara cintaku."


"Malah ngegombal."


Gibran tersenyum sembari terus menatap Yasmin.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2