
Gibran menepikan mobilnya di parkiran masjid itu! Dia pun segera turun dan berjalan menuju tempat wudhu!
"Aku tanya dulu sama Allah, dimana Yasmin berada?" gumam Gibran lalu melanjutkan langkahnya.
Gibran segera berwudhu di sana karena sudah banyak orang yang mengantri untuk berwudhu di belakangnya!
Di dalam masjid.
Yasmin sudah siap untuk shalat berjamaah, dia duduk sambil terus bertasbih untuk menunggu iman memulai shalatnya.
"Mbak, suaramu bagus sekali," ucap seorang wanita yang kira-kira seusia dengan Yasmin.
Yasmin menoleh ke arah suara itu! "Maksudnya gimana Mbak?" tanyanya tak mengerti dengan perkataan wanita itu.
"Dari tadi saya di sini, saya sengaja tidak bersuara karena saya terpesona dengan suara Mbak mengaji tadi."
Yasmin tersenyum ramah. "Terimakasih, tapi saya rasa Mbak terlalu berlebihan memuji saya."
Gibran yang sudah berada di dalam masjid itu tak sengaja mendengar obrolan dari dua wanita yang sedang mengobrol ditempatkan khusus wanita shalat di masjid itu.
"Itu suara Yasmin, aku yakin itu suara Yasmin," ucap Gibran didalam hatinya.
Ingin sekali Gibran melihat wanita yang terhalang oleh tirai tinggi berwarna hijau itu tapi dirinya tidak memiliki kesempatan karena shalat akan segera dimulai.
Dia pun segera ikut berbaris untuk segera melaksanakan shalat maghrib berjamaah.
*******
"Permisi tante," ucap Ayesha sembari berjalan memasuki rumah Darwin.
"Mbak Ayesha," ucap Wati yang kala itu baru selesai beribadah shalat maghrib.
"Dimana Gibran?" tanya Ayesha tanpa basa-basi.
"Mas Gibran tidak ada di rumah. Tadi dia keluar."
"Jangan bohong kamu."
"Ayesha!" ujar Maria yang baru keluar dari kamarnya dan langsung melihat sosok Ayesha di sana.
"Tante." Ayesha tersenyum ramah lalu berjalan menghampiri Maria dan langsung mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.
"Tante, aku kemaghriban di jalan kebetulan aku lewat sini jadinya aku mampir ke sini untuk numpang shalat," ucap Ayesha beralasan.
Gadis cantik berambut pirang itu memang pintar mencari alasan padahal dia ke rumah itu hanya untuk menemui Gibran.
__ADS_1
"Oh, kalau gitu kamu shalat dulu. Di kamar tamu saja." Mari berjalan untuk mengantar Ayesha ke kamar tamu!
"Mbak Wati tolong siapkan sajadah dan mukena untuk Ayesha ya," ucap Maria kepada Wati.
"Baik Bu." Wati pun langsung berjalan memasuki kamar itu lalu mengambil keperluan shalat ucap Ayesha.
"Silahkan Mbak Ayesha, kamar mandinya di sana ya. Saya permisi duluan," ucap Wati lalu dia pergi dari kamar itu!
"Shalat, tante tinggal dulu ya," ucap Maria lalu dia pun pergi meninggalkan Ayesha didalam kamar itu!
Ayesha mengunci pintu itu dari dalam dan dia duduk di tepi ranjau.
"Gibran ke mana? Kok dia gak ada di rumah, padahal aku kangen sama dia," ucap Ayesha didalam hatinya.
Ayesha merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur empuk itu, dia merasa lelah setelah seharian ini bekerja di kantor Papanya.
Gadis itu pun melupakan shalatnya, dia menutup matanya lalu tertidur.
*******
Selesai shalat, Gibran tak ikut berdoa bersama yang lainnya, dia langsung berjalan ke tempat keluar para wanita untuk melihat siapa saja yang ikut shalat di sana.
Gibran terus berdiri sambil memperhatikan beberapa perempuan yang keluar dari sana.
Setelah melihat dan memperhatikan mereka, sudah ada beberapa yang keluar dari sana namun tidak ada satupun dari mereka yang seperti Yasmin.
"Mbak mau kemana kok bawa tas sebesar ini?" tanya wanita yang tadi memuji suara Yasmin.
Yasmin tak menjawab, dia menatap wanita itu sekilas lalu kembali menunduk.
Baru Gibran akan pergi, dia mendengar ada suara orang yang sedang mengobrol didalam sana. Gibran pun mengurungkan niatnya untuk segera pulang.
"Maaf, bukannya saya ingin ikut campur tapi kalau Mbak belum punya tujuan, Mbak bisa menginap di kost saya, kebetulan kostan saya letaknya tidak jauh dari sini."
"Mbak serius mengizinkan saya untuk menumpang di tempat Mbak?" tanya Yasmin.
"Ya Allah, itu benar Yasmin. Itu suara Yasmin." Tanpa pikir panjang Gibran langsung masuk ke dalam sana dan menghampiri dua wanita yang duduk membelakangi nya!
"Yasmin!" ucap Gibran sembari terus melangkah.
Yasmin dan wanita itu menoleh ke belakang dan langsung melihat Gibran yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Gibran?" Yasmin menatap Gibran dengan tatapan tak percaya.
Kenapa dia bisa menemukan dirinya? Pikir Yasmin kala itu.
__ADS_1
Gibran duduk di dekat Yasmin lalu langsung memeluk wanita itu!
"Yasmin, jangan gini lagi. Aku khawatir sama kamu. Ayo kita pulang," ucap Gibran sembari terus memeluk Yasmin.
Yasmin terdiam, saat ini dirinya sedang dalam kebingungan. Jika dirinya ikut pulang bersama Gibran, Galih akan terus menerornya nanti tapi jika tidak ikut bersama Gibran, dirinya tidak punya tempat untuk disinggahi.
"Maaf Mas siapanya Mbak ini? Gak baik kalian berpelukan didepan umum apalagi ini masjid," ucap wanita yang duduk di samping mereka.
Gibran melepas pelukannya lalu berbalik menjadi menghadap wanita tersebut!
"Dia ini istri saya Mbak," ucap Gibran.
"Kalau punya masalah dalam rumah tangga baiknya selesaikan secara baik-baik, jangan sampai kalian seperti ini karena jika orang lain tahu, apa yang mereka pikirkan nanti."
"Maaf Mbak, kami sedang tidak ada masalah. Saya baru di kota ini, tadi pas saya mau menyumbangkan pakaian ini ke salah satu panti yatim yang pernah saya datangi, saya lupa jalan dan akhirnya saya nyasar," ucap Yasmin.
Terpaksa Yasmin berbohong karena tak ingin wanita itu tahu bahwa memang mereka sedang ada masalah.
*******
Di kediaman Alan.
"Ma, dimana anakmu itu? Kebiasaan sudah maghrib dia belum kembali juga," ucap Alan pada Maya.
"Papa kok tanya Mama, kan tadi dia bekerja di kantor bersama Papa," sahut Maya.
"Tadi dia sudah pulang, bahkan sebelum Papa pulang, dia sudah tidak ada di kantor."
"Lalu kemana dia? Mama telpon dulu deh." Maya langsung menelpon Ayesha dengan menggunakan ponselnya.
*******
Ponsel Ayesha berdering namun karena sedang tidur, Ayesha tak mendengar suara ponselnya.
Gadis itu tertidur pulas di kamar itu hingga tak mendengar ponselnya yang berdering sampai berkali-kali.
******
"Gak diangkat Pa, kemana Ayesha pergi?" Maya mulai khawatir, dia takut Ayesha melakukan sesuatu hal konyol yang dapat membuatnya terseret ke dalam penjara seperti yang sudah dia lakukan sebelumnya pada Yasmin.
"Kamu terlalu memanjakannya dan akhirnya seperti ini kan kejadiannya."
"Pa, Papa jangan nyalahin Mama dong. Harusnya Papa juga merasa bersalah karena kan Papa juga sering memanjakan anak itu."
"Telpon teman-temannya, tanyakan dimana Ayesha berada dan kalau anak itu ada bersama mereka suruh mereka untuk menyuruh Ayesha pulang."
__ADS_1
Bersambung