Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Dalam Pernikahan Kontrak
Cinta Dalam Pernikahan Kontak bab 41


__ADS_3

Setibanya di rumahnya, Gibran melihat polisi sudah berada di sana dan sedang memeriksa seluruh isi rumahnya.


"Selamat Malam Pak, saya pemilik rumah ini," ucap Gibran pada salah satu polisi yang bertugas.


"Selamat malam Pak Gibran. Atas izin adik Anda kami melakukan pencarian barang bukti atau petunjuk atas hilangnya Bu Yasmin di rumah ini."


"Iya Pak, silahkan saya sudah tahu."


Polisi itu mengangguk lalu melanjutkan pekerjaannya.


"Berarti benar, Galih melaporkan kasus ini pada posisi," batin Gibran.


Setelah lumayan lama para polisi itu melakukan penyelidikan, akhirnya mereka selesai dengan tugas mereka dan akhirnya mereka segera pergi meninggalkan rumah Gibran yang berantakan itu.


"Kami sudah selesai melakukan penyelidikan di sini. Setelah kami memiliki informasi tentang perkembangan kasus ini, kami akan segera memberitahukan Anda," ucap salah satu polisi itu.


"Baik Pak, terimakasih."


Gibran menatap kepergian para polisi itu, dalam hatinya ada harapan besar terhadap para pelayan masyarakat itu.


"Semoga polisi cepat menemukan kamu Yasmin," ucap Gibran didalam hatinya.


Gibran tak mengenal orang terdekatnya Yasmin selain Ibu dan Ayahnya, hal itu membuatnya kesulitan untuk mencari informasi terakhir tentang istrinya itu.


*******


Galih belum pulang ke rumahnya, dia masih berkecimpung di jalanan untuk mencari Yasmin.

__ADS_1


Setelah merasa lelah karena tak kunjung menemukan Yasmin, dirinya baru ingat pada Sinta. Dalam pikirannya mungkin aja Sinta tahu dimana keberadaan Yasmin.


Galih langsung menelpon Sinta untuk menanyakan Yasmin padanya.


*******


Di kediaman Zafran.


Dalina duduk di kursi yang ada didepan rumahnya sembari terus menangis. Dia menunggu Shaima datang ke rumahnya atau pun Gibran yang datang ke sana dengan membawa kabar baik tentang Yasmin.


"Nangis mulu kerjaannya kalau kamu mau aku ceraikan, oke nanti aku akan menikahi Monik dan menceraikan kamu," ucap Zafran yang baru tiba di rumahnya saat itu.


"Silahkan lakukan apa yang kamu mau Bang. Aku tidak perduli."


"Berani kamu ya, berati kamu sudah siap meninggalkan rumah ini."


"Jika kamu mau menceraikan Dalina, silahkan saja Zafran. Dalina akan tinggal sama Ibu dan jangan harap Ibu sudi menerima wanita itu dan lagi Ibu juga tidak ingin kamu menginjakkan kaki kamu di rumah Ibu lagi," ucap Zaina yang baru tiba di area rumah Dalina.


Dalina menatap Zaina dan Shaima yang masih berdiri di pekarangan rumahnya.


"Shaima, Shaima bagaimana? Apa kamu menemukan Yasmin?" tanya Dalina dengan suara serak.


Shaima menggeleng pelan, dia tidak berhasil membawa Yasmin pulang bersamanya.


"Apa, jadi Yasmin tidak ditemukan."


"Ada apa? Kemana anak itu?" tanya Zafran yang memang tidak tahu apa-apa dengan apa yang terjadi pada Yasmin.

__ADS_1


"Ada yang menculik Yasmin," jelas Shaima.


"Apa! Siapa yang berani menculik ladang uang ku?" Zafran terkejut saat mendengar penjelasan Shaima.


"Dalina, kenapa kamu tidak mencari Yasmin? Jangan sampai dia hilang. Dia itu lapak uangku," ucap Zafran.


"Zafran, jaga bicaramu. Ibu tidak menyangka ternyata seperti ini sifat aslimu."


"Bu, Ibu sendiri menikmati hasil dari penjualan Yasmin. Ibu jangan munafik."


"Ibu tidak tahu kalau uang itu bukan hasil kerja kerasmu. Kalau saja Ibu tahu, Ibu tidak akan pernah menerima uang dari kamu."


"Sudah! Jangan berdebat, sekarang kita pikiran kemana kita harus mencari Yasmin dan bgaimna caranya," ucap Shaima.


"Suaminya Yasmin sedang mencari Yasmin dan dia juga akan melapor pada polisi," jelas Dalina.


"Gak guna kalian semua." Zafran berjalan meninggalkan mereka di rumahnya.


Dalina hanya menangis sembari menahan sesak di dadanya. Entah apa yang membuat dirinya harus mempertahankan laki-laki seperti Zafran.


"Kak, aku sudah meminta teman-temanku untuk mengajariku jika mereka melihat Yasmin. Aku juga sudah sebar foto Yasmin di semua sosial mediaku agar kita bisa cepat menemukan Yasmin."


"Terimakasih Shaima."


"Jangan berterimakasih, semua yang Shaima lakukan adalah sebagai permohonan maaf darinya. Selama ini Ibu dan Shaima selalu membenci kamu dan juga Yasmin."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2