Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Dalam Pernikahan Kontrak
Cinta Dalam Pernikahan Kontrak bab 7


__ADS_3

"Gibran, sebenarnya kita mau kemana?" tanya Yasmin.


"Kita mau ke suatu tempat."


"Iya aku tahu tapi kita mau ke tempat apa?"


Mereka berdua terus berjalan sampai akhirnya Yasmin merasa lelah dan dia memilih duduk di sebuah akar pohon besar yang ada di tempat itu.


"Kamu pasti lelah ya?"


"Sedikit."


"Sebentar lagi kok."


"Sebenarnya kita mau apa sih ke sini? Aku rasa di sini hanya ada hutan dan tak terlihat adanya kehidupan manusia di sini."


"Aku mau mengenalkan dirimu pada kekasihku. Aku harap kamu tidak banyak bertanya lagi."


"Gibran, kamu gak salah? Kamu akan menyakiti perasaan dia, lagian kalau kamu punya pacar kenapa kamu menikah denganku?"


"Aku sudah bilang, kamu jangan banyak tanya. Ikut saja denganku dan kamu akan tahu nanti."


"Baiklah, ayo kita mulai lagi perjalanan kita." Yasmin bangkit dari duduknya lalu mulai berjalan kembali!


Setelah beberapa menit berjalan akhirnya mereka tiba di sebuah pemakaman umum.


Yasmin menatap pemakaman itu, ingin sekali dirinya bertanya kepada Gibran namun dirinya tak berani karena tadi Gibran sudah memperingatkan dirinya untuk tidak banyak bertanya.


Gibran meraih tangan Yasmin lalu membawanya berjalan menghampiri satu makam yang terdapat di sana!


Yasmin terus mengikuti arah langkah Gibran tanpa sedikit pun pertanyaan yang keluar dari mulutnya meski sebenarnya dirinya ingin sekali bertanya, apa dan kenapa dirinya diajak ke pemakaman itu.


Gibran menghentikan langkahnya setelah beradaptasi di samping makam yang nisannya bertuliskan nama seorang perempuan.


"Yasmin, ini dia kekasihku," ucap Gibran sambil mengelus nisan itu.


Yasmin berjongkok di samping Gibran, tak ada sepatah katapun yang terucap dari bibirnya hanya ada tatapan yang terus tertuju pada nisan itu. Ada sesuatu yang mengiris hatinya kala mendengar perkataan Gibran padanya.


"Gibran, apa ini alasannya kamu memilih menikah kontrak denganku?"


Gibran hanya diam tanpa sedikitpun menatap Yasmin yang bertanya padanya.


Yasmin menatap Gibran, dia rasa apa yang dia tanyakan sudah dijawab oleh Gibran. Yasmin pun mulai mendoakan Wanda menurut kepercayaannya.


"Dia gadis yang tak pernah aku temui sebelumnya. Wanda adalah cinta pertama ku dan aku pikir dia juga akan jadi cinta terakhirku tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Wanda meninggal beberapa hari menjelang pernikahan kami."


Yasmin mengusap bahu Gibran, cerita yang biasanya hanya dia lihat di sinetron ternyata dialami sendiri oleh suaminya.

__ADS_1


"Kamu yang sabar ya, aku tahu kamu pasti bisa melewati setiap hari-harimu meski tanpa Wanda di sampingmu. Meski kalian tidak bisa bersatu tapi di sini, dihati kamu akan selalu tersimpan namanya dengan baik dan tidak akan pernah hilang sampai kapanpun juga," ucap Yasmin sembari meletakkan telapak tangannya di dada Gibran.


"Entah kenapa aku tidak bisa melupakannya, aku tidak bisa mencintai gadis lain lagi selain dirinya."


"Kamu ingin membahagiakan dia?"


"Aku ingin sekali membahagiakan dia, karena itulah aku tidak membuka hatiku untuk gadis manapun."


"Kau tahu? Sebenarnya Wanda akan bahagia jika kamu bahagia, karena sesungguhnya cinta tidak harus memiliki. Melihat orang yang dicintai bahagia saja sudah cukup membuat kita bahagia. Aku yakin Wanda akan bahagia disisinya jika kamu bahagia disini. Carilah gadis penggantinya yang pastinya bisa membuatmu bahagia."


"Aku tidak bisa."


"Kamu bisa hanya saja kamu takut mencoba."


*******


Setelah selesai kuliah, Galih tidak langsung pulang ke rumahnya. Dia memilih nongkrong sebentar bersama teman-temannya.


"Lo kenapa kayak ada yang lo pikirkan?" tanya Sonny ~ temannya Galih.


"Tidak ada. Sok tahu lo," ucap Galih.


"Terus kenapa lo diam aja dari tadi?" tanya teman yang satunya lagi.


"Gue cuma sedang lelah aja."


"Ya gak dari mana-mana. Memangnya gak boleh lelah apa kalau gak kemana-mana."


"Lo kayak orang lagi jatuh cinta," ucap Sinta.


"Jatuh cinta sama siapa? Gak ada yang bikin hati gue berdebar di kampus kita ini."


"Segitu banyaknya cewek cantik, gak ada satupun yang lo sukai?" ucap Sonny.


"Sebenarnya gue lagi heran dan gak habis pikir dengan seseorang. Dia masih muda tapi dia menikah dengan orang yang sudah dewasa."


"Maksud lo?"


"Itu diberita televisi, ada seorang nenek berusia enam puluh tahun nikah sama pemuda berusia dua puluh dua tahun. Gue bingung dengan tuh pemuda apa yang dia harapkan dari nenek tua itu," ucap Galih berbohong. Sebenarnya dirinya terus teringat dengan Yasmin, senyuman wanita itu membuat dirinya sulit melupakannya.


"Orang dipikirin. Lo pikirin aja hidup lo, lo aja gak punya cewek. Jangan-jangan lo juga naksir nenek-nenek," celetuk Sonny.


**********


Di toko sembako milik Zafran.


Zaina datang lalu mengambil semua kebutuhannya tanpa seizin Dalina.

__ADS_1


"Bu, kenapa Ibu mengambil semua ini?" tanya Dalina pada Zaina.


"Ibu sudah tidak punya gula pasir, minyak goreng dan yang lainnya, jadi Ibu ingin memintanya dari kamu."


"Tapi Bu, modalnya akan habis jika setiap Ibu butuh mengambil dari sini dan tidak membayar sedikitpun."


"Kamu yah, jadi menantu kok pelit banget. Kamu kalau kehabisan modal tinggal minta lagi sama Zafran."


Dalina hanya bisa menangis mendengar perkataan sang mertua. Jika saja Zaina tahu dari mana uang yang dihasilkan oleh Zafran mungkin Zaina akan memiliki sedikit saja rasa kasihan pada dirinya dan juga Yasmin.


Zaina langsung pergi sembari membawa dua kantong besar yang berisi kebutuhan pokok yang dia ambil dari toko Dalina!


"Astaghfirullah, sampai kapan aku harus seperti ini?" Dalina duduk di kursinya dengan air mata yang terus mengalir.


Tak lama Zafran datang dan langsung meminta uang kepada Dalina.


"Minta uang dong," ucap Zafran.


"Bang, kamu jangan pakai uang ini untuk berjudi terus dong. Bisa habis modalnya nanti, barusan sudah ada ibumu ke sini dan dia mengambil banyak sekali belanjaan."


"Kalau uang kita habis, kita jual saja si Yasmin pada di Gibran itu. Biar uang kita terus banyak."


"Astaghfirullah Bang. Kapan kamu sadar Bang?"


"Aaah! Diam kamu, nangis mulu kerajaannya." Zafran mengambil uang dari laci dan langsung pergi dari tokonya!


"Bang! Bang kembalikan uangnya!" seru Dalina sambil menangis.


********


"Gibran, sudah lama kita di sini. Ayo kita pulang," ucap Yasmin.


Gibran yang masih duduk di samping makam Wanda itu pun mulai bangkit dan menuruti perkataan Yasmin.


"Wanda, kamu yang tenang ya di sana aku janji aku akan menjaga Gibran," ucap Yasmin sebelum meninggalkan makam itu.


Yasmin dan Gibran pun mulai meninggalkan pemakaman itu!


Saat mereka sudah setengah perjalanan tiba-tiba petir menyambar hingga membuat Yasmin terkejut dan hampir terjatuh.


Untunglah dengan sigap Gibran menangkap tubuh Yasmin hingga akhirnya Yasmin tidak terjatuh.


Gibran menarik tangan Yasmin lalu merangkul pinggang gadis itu! Untuk beberapa detik mereka saling menatap hingga akhirnya mereka tersadar dan Yasmin mulai melepaskan diri dari Gibran.


"Makasih udah nolongin aku," ucapan Yasmin setelah Gibran melepaskan tangannya yang melingkar di pinggangnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2