Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Dalam Pernikahan Kontrak
Cinta Dalam Pernikahan Kontrak bab 56


__ADS_3

"Gak jadi deh kita mau belah ranjau," ucap Gibran yang sudah terbaring di samping Yasmin.


"Belah ranjau? Apa itu?" Nayla nampak tak mengerti dengan perkataan Gibran padanya.


"Si kuper mau masuk sarang."


"Si kuper, siapa lagi si kuper itu?" Yasmin semakin tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Gibran padanya.


"Kamu mencintai aku kan?"


"Iya, kenapa memangnya?"


"Aku akan mengenalkan si kuper sama kamu tapi kamu harus janji jangan takut apa lagi teriak karena ada Arti dan Wati di rumah kita sekarang."


"Bilang dulu si kuper itu siapa, dia ganteng gak?"


"Dia itu lucu dan menggemaskan."


"Manusia atau hewan? Peliharaan kamu bukan?"


"Iya, si kuper pelihara aku dan satu-satunya kebanggaan aku. Gimana mau aku kenalin sama dia?"


"Ya udah deh lagian aku penasaran banget sama si kuper itu. Ayo kita temui dia dimana?"


"Di sini, si kuper selalu ada bersamamu dan selalu ikut kemana aku pergi dan dia juga selalu ikut melakukan pekerjaan apa pun yang aku lakukan."


"Masa sih, kok aku gak pernah lihat dia."


"Dia selalu bersembunyi karena dia malu bertemu dengan orang lain selain aku tapi sekarang dia mau bertemu dengan calon sarangnya."


"Bahas sarang lagi."


Gibran tersenyum lalu meraih tangan Yasmin!


"Jangan teriak ya," ucap Gibran.


"Iya," sahut Yasmin singkat.


Tanpa berlama-lama lagi, Gibran mengarahkan tangan Yasmin pada benda pusaka miliknya yang ia beri nama si kuat perkasa atau biasa dipanggil si kuper.


Dengan beraninya Gibran mengepalkan tangan Yasmin pada si kuper miliknya hingga membuat Yasmin terkejut.


"Mas!" Yasmin menarik tangannya dari dalam sana dengan sesegera mungkin.


"Tadi udah janji gak akan teriak, kok malah teriak."


"Aku a_a_aku kaget lah, aku pikir apa itu si kuper."


"Dia si kuat perkasa. Dia sudah lama ingin masuk sarangnya tapi sayang sarangnya masih menutup pintu untuknya."


"Mas, jadi maksud kamu belah ranjau itu, ini?"


"Iya."


"Aneh-aneh aja, orang belah duren kamu malah belah ranjau."

__ADS_1


"Kamu mau pendekatan dulu gak sama si kuper?"


"Nggak mau, aku udah kenalan tadi."


"Aku boleh lihat-lihat sarang si kuper?" Gibran tersenyum sembari menatap Yasmin dendam sebelah alisnya yang dinaik turunkan.


"Mas kamu apa-apaan sih."


"Ya aku mau lihat bentuknya gimana dan apakah cocok atau tidak dengan si kuper ini, si kuper kan jumbo bisa aja sarangnya kekecilan."


"Mas." Yasmin memukul Gibran pelan lalu menutup wajahnya dengan selimut.


"Kenapa harus malu, itu baru cerita belum terlaksana."


"Udah dong jangan bicarain itu, aku gak mau."


"Aku suami mu kan, kenapa harus malu?"


Perlahan Gibran membuka selimut yang menutupi wajah Yasmin lalu dia tersenyum setelah melihat wajah sang istri.


Tanpa meminta izin, Gibran mencumbu Yasmin dengan lembut. Untuk pertama kalinya dia melakukan itu setelah beberapa bulan menikah.


Gibran mulai menyusuri lekuk tubuh sang istri tanpa ada satupun yang terlewatkan bahkan dirinya menyempatkan bermain dengan dua gundukan besar yang terletak di dada Yasmin.


"Mas," ucap Yasmin dengan sedikit mendesah.


"Kamu suka?"


"Mas udah Mas, ini baru jam berapa? Kita belum makan malam."


"Iya, lupa. Kalau gitu ayo kita makan!"


*******


Dikediaman orang tuanya Gibran.


"Eh gue sampai lupa gak nanyain perkembangan pencarian wanita jahat itu," gumam Galih.


Saat itu Galih sedang duduk di kursi ruang keluarga sambil menonton televisi bersama Darwin dan Maria.


"Tanya sama siapa?" ucap Maria.


"Sama teman Ma, kebetulan ada temanku yang ikut dalam misi pencarian terhadap Ayesha," jelas Galih.


"Wah kebetulan sekali ada orang yang kamu kenal yang ikut berperan dalam kasus ini," ucap Darwin.


"Iya Pak, aku tanya dulu ya sama dia."


"Gak harus ditanya juga pasti mereka mengabari kita kalau ada perkembangan," ucap Darwin.


Bukannya Darwin melarang Galih untuk menelpon temannya tapi dirinya takut Galih akan mengganggu konsentrasi orang yang sedang bertugas itu.


"Iya sayang, Papa benar," ucap Maria.


"Iya juga. Ya udah deh gak jadi."

__ADS_1


Baru Galih akan melangkah dari tempat itu tiba-tiba dirinya mengurungkan diri untuk pergi, Galih duduk lagi di tempat itu dan kembali berbicara dengan orang tuanya.


"Pa, Ma kalau aku udah selesai kuliah apa aku boleh bekerja di kantor Papa?" tanya Galih pada Darwin dan Maria.


"Boleh dong sayang, kenapa nggak," ucap Maria.


"Kenapa bertanya seperti itu? Ada sesuatu yang mengganjal hati kamu?" tanya Darwin.


"Nggak kok Pa, cuma tanya aja."


"Kamu takut gak Papa kasih uang jajan setelah selesai kuliah?"


"Gak gitu Pa, aku sudah melakukan kesalahan dan aku harus bertanggungjawab."


"Kesalahan apa sehingga kamu harus bekerja?" tanya Maria yang merasa penasaran.


"Aku harus bekerja keras untuk mendapatkan uang agar aku bisa menikahi si dia."


"Apa, kesalahan apa yang sudah kamu perbuat sehingga kamu harus menikahi dia?" tanya Darwin.


"Jangan bilang gara-gara tidak mendapatkan Yasmin kamu melakukan hal bodoh pada gadis lain," ucap Maria.


Maria dan Darwin sudah berpikiran jelek terhadap Galih karena mendengar perkataan Galih yang seperti itu.


Dalam pikiran mereka, perbuatan apa lagi yang mengharuskan seorang laki-laki untuk menikahi seorang wanita kalau bukan sudah melakukan sesuatu yang tidak pantas.


"Kalian kok seperti menyalahkan aku. Dengar dulu dong penjelasan aku."


"Apa, kamu mau jelasin apa lagi?" tanya Maria.


"Kesalahanku adalah mencintai seseorang gadis dan aku gak bilang sama orangnya terus tadi aku telat mengantarkannya pulang jadinya aku dimarahi oleh orang tuanya. Akhirnya aku mengatakan pada mereka kalau aku mau serius sama anak mereka dan akhirnya aku diusir dari rumahnya dan diminta kembali setelah aku selesai kuliah dan sudah bekerja tentunya dan mereka juga minta aku datang untuk melamar anak mereka," jelas Galih.


"Kamu gak jelas banget jadi laki-laki. Masa kamu mengatakan kamu serius pada anak mereka sedangkan anak mereka sendiri tidak tahu bahwa kamu menyukai dirinya."


"Aku gak tahu Ma kapan aku mulai cinta sama dia, awalnya kan aku sukanya sama Yasmin."


"Anak kita pada kenapa ya Pa? Yang satu nikah kontrak meski akhirnya sekarang cinta beneran yang satu lagi masa berkata mau serius sama orang tuanya si cewek sementara ceweknya gak tahu kalau anak kita itu suka sama dia."


"Anak muda zaman sekarang emang beda dengan anak muda zaman dulu Ma, mereka lebih suka yang menantang dibandingkan dengan yang aman."


"Terus sekarang aku harus gimana Pa, Ma?"


"Sekarang ya kamu tidur dan besok baru kamu temui gadis itu dan katakan kalau kamu suka sama dia, kamu cinta dan kamu ingin menikahi dia," ucap Darwin.


"Gimana dengan pekerjaannya?"


"Kamu kan anak Papa, keluarga mana yang bisa menolak anak Papa yang ganteng ini."


"Bukan masalah gantengnya Pa tapi kerjaannya."


"Gak kerja pun, uang Papa masih cukup untuk menghidupi kamu sampai kamu punya anak dan cucu."


"Papa sombong deh," ucap Maria.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2