Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Dalam Pernikahan Kontrak
Cinta Dalam Pernikahan Kontrak bab 49


__ADS_3

"Saya ingin memeriksa keadaan pasien dulu," ucap Dokter itu sembari berjalan mendekati Yasmin!


"Silahkan Dokter, tolong pastikan kakak saya itu baik-baik saja," ucap Galih.


Dokter itu pun langsung memeriksa keadaan Yasmin dan setelah itu dia membuka selang infus yang terpasang di tangan Yasmin!


Setelah dirawat beberapa jam di ruangan itu, kondisi Yasmin sudah mulai membaik.


"Pasien sudah membaik jadi tidak perlu dirawat di sini," ucap Dokter itu setelah selesai memeriksa Yasmin.


"Alhamdulillah, terimakasih Dokter," ucap Dalina.


"Iya Bu, ini sudah menjadi tugas kami sebagai Dokter. Saya permisi."


Dokter itu pun langsung pergi meninggalkan ruangan itu.


"Kamu beneran udah gak sakit atau lemas lagi?" tanya Galih.


Yasmin menggeleng lalu tersenyum.


"Syukurlah. Ibu sangat khawatir sama kamu Nak." Dalina memeluk Yasmin dengan penuh kasih sayang.


"Maaf ya Bu, aku sudah membuat Ibu khawatir."


"Lain kali jangan hilang lagi ya Yasmin, kalau ada yang mau menculik kamu bilang dulu sama penculiknya bikin surat dulu siapa yang menculik kamu biar kak Gibran gak menuduh aku lagi," ucap Galih.


"Iya nanti aku bilangin sama penculiknya."


Mereka yang ada di dalam ruangan itu tertawa setelah mendengar perkataan Galih dan Yasmin, ternyata Galih bisa bercanda disaat seperti itu dan Yasmin pun membalas candaan Galih meski kondisinya baru saja membaik.

__ADS_1


"Yasmin, Nenek harap kamu bisa lebih berhati-hati lagi ya Nak, kami semua khawatir sama kamu setelah tahu kamu diculik orang apalagi Ibumu, setiap hari dia menangis karena memikirkan kamu," jelas Zaina.


"Iya Nek, lain kali aku akan lebih berhati-hati lagi."


"Yasmin udah selamat, Galih juga udah terbukti tidak bersalah jadi sekarang kita boleh pulang? Aku lelah dan ingin beristirahat," celetuk Sonny.


Semua orang yang berada di ruangan itu menatap Sonny lalu tertawa.


Setelah kejadian itu, mereka semua menjadi dekat dan saling mengenal satu sama lain.


"Yasmin, maaf ya aku sempat jatuh cinta sama kamu padahal aku tahu kamu adalah istri dari kakakku. Kamu gak akan membenci aku kan?" ucap Galih.


"Kenapa harus minta maaf? Kamu gak salah dan lagi untuk apa aku membenci kamu. Kamu yang menolong aku dan menyelamatkan aku, seharusnya aku yang meminta maaf dan berterimakasih sama kamu."


"Setelah ini lo jangan ngucapin cinta lagi ke Yasmin karena gue gak akan maafin lo untuk yang kedua kalinya," ucap Gibran.


"Gue udah maafin lo. Tolong lo juga maafin gue ya."


"Maaf-maafannya udah selesai kan, sekarang kita tinggal cari Ayesha dan jebloskan dia ke polisi," ucap Sinta yang sudah tak sabar untuk memberi hukuman pada Ayesha.


"Ayesha, memangnya dia kenapa?" tanya Darwin.


"Ayesha yang udah menculik Yasmin dan Ayesha juga yang sudah membunuh Wanda dan ternyata yang Ayesha juga yang menabrak Yasmin waktu itu," jelas Gibran.


"Gak mungkin, Ayesha adalah gadis yang baik." Maria menggelengkan kepalanya karena dia tak percaya dengan semua yang dikatakan oleh Gibran.


*******


Di kediaman Alan.

__ADS_1


"Pa, Papa tenang ya. Tarik nafas pelan, ini minum dulu." Maya mencoba menenangkan suaminya yang merasa sakit dibagian dadanya.


Alan memang mengudap penyakit jantung jika dirinya merasa kaget atau mendengar berita buruk penyakitnya akan kambuh saat itu juga.


"Ma, apa yang mereka katakan itu betul? Anak kita yang melakukan semua kejahatan itu?"


"Papa jangan pikirin itu dulu ya. Nanti Mama yang akan mengurus masalah ini."


"Cari Ayesha Ma, Papa takut dia berbuat nekat."


"Mama sudah menyuruh orang-orang yang bekerja di rumah kita untuk mencari Ayesha Pa, Papa tenang saja ya."


"Papa malu sama orang-orang Ma kalau benar anak kita melakukan apa yang Galih dan istrinya Gibran katakan tadi."


"Papa, Papa jangan pikirin hal itu dulu. Mama akan mencari tahu yang sebenarnya, Mama yakin anak kita tidak akan berbuat hal sebodoh itu."


*******


Di kediaman Zafran.


"Mas, kaki aku pegal sekali tolong pijitin," ucap Monik.


"Kamu gak sopan banget sama suami. Kalau kamu pegal-pegal tinggal diolesi balsam jangan nyuruh-nyuruh suami," tegas Zafran.


"Mas, aku lagi hamil anak kamu. Wajar dong kalau aku minta tolong sama kamu."


Tak terima dikatai tidak sopan, Monik berbicara dengan sedikit menaikkan nada bicaranya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2