Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Dalam Pernikahan Kontrak
Cinta Dalam Pernikahan Kontrak bab 31


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Gibran dan Yasmin menempati rumah baru mereka.


Di sana mereka sedang beres-beres dan sedang menata isi rumah sesuai keinginan mereka.


"Mas, kita mau nempatin kamar yang mana?" tanya Yasmin.


"Yang mana aja yang kamu suka," sahut Gibran.


Yasmin tersenyum dan mulai berjalan menuju kamar yang ada di lantai dua rumah itu!


"Mau kemana Yas?" tanya Gibran saat Yasmin mulai meninggalkan dirinya di lantai utama rumahnya.


"Mau beresin kamar, tadi kamu suruh aku yang pilih mau nempatin kamar yang mana. Aku mau pilih kamar yang di atas aja."


"Segitu pentingnya ya, beresin kamar?" Gibran menatap Yasmin.


"Ya, kamu pasti capek kan. Nanti habis beresin di sini kamu bisa langsung rebahan di kamar."


"Oh, aku lupa. Ternyata kita belum melakukan malam pertama kan. Kamu niat banget sih Yas, sampai menyiapkan kamar dari sekarang padahal sekarang baru jam berapa."


"Eh, kok kamu jadi mikir ke sana. Aku gak ada pikiran untuk itu ya."


"Ada juga gak apa-apa. Di rumah ini cuma ada kita berdua, kita bebas mau melakukan apapun."


"Malah mikirin yang nggak-nggak. Dah ah aku mau ke atas dulu."


"Eh, Yas. Perempuan itu dibawah. Kamu kok menantang banget pengen di atas segala."


"Gibran! Kamu malah makin jadi ya, mesumnya." Yasmin langsung pergi ke lantai dua sedangkan Gibran menatap punggung Yasmin dengan senyuman tipis di bibirnya.


"Yasmin, kamu itu selalu bisa bikin aku bahagia. Apa memang benar aku ini benar-benar sudah jatuh cinta sama kamu," ucap Gibran didalam hatinya.


*******


"Lo kenapa? Perasaan setiap gue pertama ketemu lo, lo pasti lagi bengong." Sinta menepuk punggung Galih lalu duduk di sampingnya.


"Lo ganggu aja. Lagian gue tuh heran deh sama lo, dimana aja gue duduk pasti lo atau Sonny datang menjadi pengganggu," ucap Galih.


"Jujur sama gue. Lo kenapa? Udah berapa bulan lo kayak gini, gue lihatnya aja risih tahu gak."


"Gue jatuh cinta Sin."


"Apa! Jatuh cinta? Jatuh cinta sama siapa lo? Gue penasaran, cewek kayak gimana yang berhasil membuat lo jatuh cinta sampai lo hampir gila."


"Tapi lo harus janji dulu. Lo jangan bilang-bilang sama siapa pun termasuk Sonny ataupun Kania."


"Iya. Lo kenal gue udah lama kan, semua rahasia, aman sama gue."


"Gue jatuh cinta sama Yasmin," ucap Galih dengan suara yang hampir tidak terdengar.


"Gila lo!" Sinta terkejut sampai dia berucap dengan nada tinggi.


"Pelan-pelan dong Sinta, nanti orang-orang mendengar pembicaraan kita."


"Sorry-sorry, gue kaget. Gila sih ini, lo benar-benar gila tahu gak. Masa lo jatuh cinta sama Yasmin, dia kan kakak ipar lo."


"Gue juga gak ngerti kenapa gue bisa jatuh cinta sama dia."


"Jangan dilanjutkan, menurut gue lo lupakan saja si Yasmin itu."

__ADS_1


"Gue udah coba tapi gue gak pernah berhasil."


"Lo jangan merusak kebahagiaan kakak lo dong, jadi lo harus bisa lupain dia."


"Yasmin dan Kak Gibran hanya menikah kontrak."


"Apa!" Sinta terkejut melebihi dari yang pertama Galih katakan tentang perasaannya.


"Ada apa Sin? Galih nakalin lo ya," ucap Sonny yang baru tiba di tempat tongkrongan mereka itu.


"Lo kayak setrum tahu gak. Datang-datang main nyamber sja," ucap Galih yang masih terlihat bete itu.


"Abisnya gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba Sinta berteriak," timpal Sonny.


"Tadi Sinta lupa gak ngerjain tugasnya."


"Iya Son, bantuin gue dong," sambung Sinta.


"Yaelah tugas masih berapa hari lagi juga, udah lo khawatirkan."


"Son, lo mau pesan apa? Kita udah pesan minum nih dari tadi."


"Gue gak mau apa-apa, gue maunya kita pergi ke bioskop."


"Ogah, gue mau pulang aja. Nanti malam mau ada acara." Galih beranjak dari duduknya lalu mulai mengayunkan kakinya meninggalkan tempat itu.


"Tuh anak kenapa? Uring-uringan mulu," ucap Sonny.


"Entahlah. Udah kita nongkrong berdua aja," ucap Sinta.


"Lo udah punya gebetan belum Sin?"


"Ngapain lo nanya gitu?"


"Lo makin ngawur aja, jangan-jangan lo lupa minum obat ya? Makanya penyakitnya kambuh."


"Lo, gimana sih? Gue serius."


"Gue gak mau serius sama lo. Lo gak peka banget jadi cewek."


"Lah, gak peka gimana? Gue udah coba ngertiin lo. Gue tahu lo itu sukanya gonta-ganti cewek dan gue gak mau jadi korban lo."


"Kapan gue gonta-ganti cewek? Perasaan baru punya mantan lima biji deh."


"Lima lo bilang baru. Galih noh belum pernah punya pacar, jangankan satu, setengah aja gak pernah dia punya cewek."


"Lagian mana ada cewek setengah. Atasnya gak ada cuma ada bawahnya aja gitu ya."


"Terserah lo deh Son, gue pengen balik."


Sinta pun segera pergi karena tak ingin pulang lebih terlambat lagi.


*******


"Selesai deh. Gimana Yas, kamu suka gak dengan dapur hasil kreasi aku?" tanya Gibran.


"Suka. Aku selalu suka dengan apa yang kamu sukai."


"Kalau gak suka, bilang aja Yas, nanti kita posisikan tempat ini sesuai keinginan kamu."

__ADS_1


"Udah, aku suka kok."


"Lapar juga abis beres-beres."


"Mau makan pesan di gofood atau masak sendiri? Aku udah belanja bahan masakan tadi."


"Pesan aja, kamu pasti capek juga kan karena kamu juga baru selesai beres-beres."


"Sebenarnya iya tapi untuk menyenangkan suami, aku bersedia masak untuk kamu."


"Masaknya lain kali aja." Gibran mengambil ponselnya yang ada dalam saku celananya lalu membuka aplikasi gofood.


"Mau makan apa?" tanya Gibran.


"Apa aja yang penting bisa dimanfaatkan. Kamu tahu kan kalau aku suka semua jenis makanan selama makanan itu halal dan tidak busuk."


"Istri idaman."


"InsyaAllah."


Mereka berdua saling menatap dan saling melempar senyum.


*******


Di kediaman Darwin.


"Siang Tante," ucap Ayesha yang baru tiba di rumah itu.


"Eh, Ayesha. Sini masuk," ucap Maria.


"Tante, aku mau ketemu sama Yasmin. Yasmin nya ada?"


"Gak ada, sekarang dia gak tinggal di sini lagi."


"Gak tinggal di sini? Padahal aku mau mengenal dia lebih dekat lagi. Aku kan teman baiknya Gibran jadi aku mau berteman dengan Yasmin juga."


"Sekarang mereka udah punya rumah sendiri jadinya mereka gak tinggal di sini lagi."


"Oh gitu. Mungkin mereka pengen mandiri Tante."


"Assalamu'alaikum!" ucap Galih yang baru tiba di rumahnya.


"Waalaikumsalam," sahut Maria dan Ayesha secara bersama-sama.


"Galih, kamu baru pulang dari kampus?" tanya Ayesha.


"Nggak kok kak, tadi aku nongkrong sebentar sama temen-temen." Galih langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa menghiraukan Ayesha yang mengajaknya bicara.


"Ya udah, Tante kalau gitu aku langsung pulang lagi aja deh, semoga aku masih bisa ketemu dengan Gibran dan istrinya," ucap Ayesha.


"Lho, gak duduk dulu, minum dulu sayang."


"Gak usah Tante, terimakasih." Ayesha langsung pergi meninggalkan rumah itu dengan hati yang kecewa.


Rencananya untuk menyingkirkan Yasmin harus tertunda karena dirinya tak bisa bertemu dengan Yasmin.


Dalam hatinya, ingin sekali bertanya dimana alamat rumah Gibran yang baru tapi dirinya tidak ingin Maria mencurigainya.


"Kenapa sih, setiap gue mau nyingkirin dia, pasti ada aja halangannya."

__ADS_1


Ayesha terus berjalan keluar dari rumah itu! Dia sangat kesal dan ingin marah tapi dirinya sendiri tidak tahu harus marah pada siap.


Bersambung


__ADS_2