Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Dalam Pernikahan Kontrak
Cinta Dalam Pernikahan Kontrak bab 16


__ADS_3

"Hari ini lo bahagia banget Sha?" tanya Rika pada Ayesha.


"Iya, hari ini gue mau dikasih mobil baru sama Bokap jadi gue bahagia banget."


"Mobil baru? Bukannya mobil lo yang kemarin juga masih baru. Baru beberapa bulan," ucap Chaca.


"Iya. Mobil itu hilang kemari sore."


"Apa! Hilang?" Rika dan Chaca terkejut mendengar penuturan Ayesha.


"Iya, makanya gue mau dibeliin mobil baru."


"Serius lo? Bokap lo baik banget. Baru menghilangkan mobil langsung dibelikan yang baru," ucap Chaca.


"Jangan kayak orang susah lo Cha, Bokap lo juga pasti ngelakuin hal yang sama," ucap Rika.


"Kalian mau sarapan apa? Biar gue yang traktir mumpung gue lagi bahagia," ucap Ayesha.


*******


Di rumah sakit.


Galih baru masuk ke dalam ruangan rawat Yasmin dengan membawa makan untuk Gibran!


"Galih, lo belum pulang?" Gibran pikir Galih sudah pulang karena dirinya akan kuliah hari ini tapi ternyata pemuda itu kembali ke ruangan rawat dengan membawa sesuatu.


"Gue mau pulang kak, tapi sebelum itu gue beli makanan dulu buat lo sarapan. Lo jangan sampai gak makan kalau gak nanti lo sakit."


"Taruh saja di meja, nanti gue makan."


Galih pun menaruh makanan itu di atas meja! "Gue pulang dulu ya," ucap Galih pada Gibran.


"Iya," sahut Gibran.


"Kak Yasmin, cepat sembuh ya."


"Iya, terimakasih ya Galih," sahut Yasmin.


Galih hanya tersenyum lalu segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu!


"Bagaimana, sudah terasa baikkan?" tanya Gibran setelah Galih pergi.


"Sedikit. Aku pikir aku sudah mati," sahut Yasmin.


"Jangan mati dulu. Aku gak mau jadi duda karena ditinggal meninggal."


Yasmin tersenyum tipis. Dalam keadaan seperti itu pun, Yasmin masih bisa tersenyum meski hanya sedikit.


"Malah senyum-senyum sendiri. Cepat sembuh Yas, jangan bikin aku khawatir."

__ADS_1


"Iya. Aku sudah sembuh kok, kapan aku bisa pulang?"


"Semoga saja hari ini. Yas, apa kamu ingat sama mobil yang menabrak kamu? Apa kamu juga tahu wajah orangnya?"


"Kejadiannya begitu cepat, aku tidak tahu dan tidak ingat dengan mobil itu, aku juga tidak melihat wajah orang itu yang aku lihat sebelum semua berubah menjadi gelap, rambut orang itu panjang dan berwarna pirang. Sepertinya dia perempuan."


"Polisi sedang mencari tahu pelakunya. Aku tidak akan membiarkan dia hidup bebas."


"Aku sudah memaafkan siapa pun orang itu. Kamu jangan pernah menyimpan dendam karena itu akan menjerumuskan kamu kedalam lembah dosa."


"Orang itu sudah membuatmu hampir kehilangan nyawa. Dengan mudahnya kamu memaafkan dia."


"Di dunia ini kita tidak berhak menghukum karena kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sebenarnya ada dalam pikiran orang itu. Mungkin saja orang itu tidak sengaja dan karena takut, dia meninggalkan aku begitu saja. Biarlah Allah yang membalasnya, aku percaya dia sudah menyiapkan yang terbaik untuk kita."


Gibran tak berucap lagi, dia menatap Yasmin dalam waktu yang lama.


Tok!


Tok!


Darwin mengetuk pintu ruangan itu lalu membuka pintunya! Dia pun langsung memasuki ruangan itu tanpa disuruh oleh Gibran.


"Papa, Mama kalian pagi-pagi udah ke sini," ucap Gibran yang melihat kedua orang tuanya datang ke sana.


"Kenapa? Memangnya gak boleh?" ucap Darwin sembari berjalan mendekati Gibran dan Yasmin.


Belum sempat Gibran menjawab pertanyaannya, Darwin sudah bertanya lagi pada Yasmin.


"Alhamdulillah, aku baik-baik saja Pa," sahut Yasmin dengan suara halus.


"Syukurlah, maaf ya Papa baru bisa datang sekarang. Semalam Papa lembur di kantor."


"Tidak apa-apa Pa, aku baik-baik saja kok."


"Yasmin, Alhamdulillah kamu sudah membaik, Nak. Mama sangat khawatir." Maria mengelus tangan Yasmin dengan lembut.


"Mama, kenapa Mama nangis? Aku baik-baik saja."


"Yasmin, cepat sembuh ya. Papa gak bisa lama-lama karena Papa harus ke kantor."


"Iya Pa, terimakasih sudah datang menjenguk ku dan maaf sudah merepotkan kalian."


"Dalam keadaan seperti ini saja kamu masih minta maaf. Kamu gak salah, kenapa harus minta maaf?" ucap Gibran.


"Mas, kamu kalau mau kerja, kerja aja. Aku di sini sendirian juga tidak apa-apa," ucap Yasmin pada Gibran.


"Nggak. Aku gak mau kerja dulu hari ini, aku masuk kerja besok saja."


"Papa pergi duluan ya." Darwin pun segera bergegas pergi!

__ADS_1


"Gibran kamu istirahat sana, biar Mama yang jagain Yasmin," ucap Maria setelah Darwin pergi.


"Aku gak capek kok Ma, lagian aku sudah istirahat banyak semalam."


"Bohong kamu Mas, aku tahu ya semalam kamu gak tidur," ucap Yasmin.


"Jangan sampai kamu ikutan sakit. Kalau kamu sakit, nanti siapa yang akan jagain Yasmin?"


*******


Di kampus.


Galih termenung sambil menatap makanannya.


Saat itu Galih sedang di kantin, niatnya dia ingin sarapan tapi ternyata selera makannya hilang karena terus mengingat Yasmin yang kini sedang dirawat di rumah sakit. Entah kenapa dirinya terus memikirkan Yasmin dan terlalu mengkhawatirkannya padahal Yasmin adalah istri dari kakaknya, tak sepantasnya dirinya menyimpan rasa ingin memiliki kakak iparnya itu.


"Makanan, dimakan tuh jangan dilihatin doang," ucap Sinta yang baru tiba di kantin.


"Eh Sin, sejak kapan lo di situ?" tanya Galih.


"Baru aja. Lo kenapa si, ngelamun aja kerjaannya."


"Nggak, gue lagi lelah aja."


"Gue temenin makan ya." Sinta pun duduk bersama Galih di sana!


"Yasmin dirawat di rumah sakit. Lo mau jenguk dia gak?"


"Apa! Yasmin dirawat? Memangnya dia sakit apa?"


"Siapa yang sakit dan siapa Yasmin?" tanya Sonny yang tiba-tiba nyamber kayak api ketemu gas.


"Yasmin itu temannya Sinta dan dia baru aja menjadi korban tabrak lari," ucap Galih.


"Di rumah sakit mana? Gue harus jenguk dia, kasihan dia."


"Lo gak usah khawatir, kakak gue pasti jagain Yasmin dengan baik."


"Apa hubungannya dengan kakak lo? Tadi lo bilang, Yasmin itu temannya Sinta." Sonny kembali bertanya.


"Iya, dia nikah sama kakak gue. Udah yuk kita cabut! Sebentar lagi kelas dimulai."


"Setelah kelas selesai, antar gue jenguk Yasmin ya," ucap Sinta sembari bangkit dari duduknya.


"Iya. Lo tenang aja."


Mereka pun berjalan berdampingan menuju ruang kelas mereka!


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2