Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Dalam Pernikahan Kontrak
Cinta Dalam Pernikahan Kontrak bab 24


__ADS_3

Hari sudah sore tapi Yasmin belum menentukan kemana dirinya akan pergi. Saat ini dia sedang duduk di sebuah kursi taman dengan kepala yang tertunduk ke bawah, air mata terus menetes dari pelupuk nya.


"Dosa apa yang telah aku perbuat sehingga engkau memberikan cobaan yang begitu berat padaku ya Allah? Kenapa engkau terus membiarkan aku hidup seperti ini? Jika aku boleh menawar, aku ingin seperti mereka yang hidup bahagia dengan keluarga yang lengkap. Bukannya aku tak bersyukur ya Allah, saat ini aku lelah, aku ingin keluar dari jalur kehidupanku yang sudah kau buat ini," ucap Yasmin didalam hatinya.


Se_sabar apapun seorang manusia, sekuat apapun seorang manusia pasti ada kalanya saat dia lelah, ada kalanya saat dia menyerah dan ingin mengakhiri beratnya beban yang dideritanya.


Bagaimana tidak menyerah, dari kecil hingga menginjak dewasa, Yasmin hidup dengan ibunya dan juga Ayah tirinya yang tak pernah menyayanginya dengan tulus.


Yasmin tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ayah meski dirinya telah mendapatkan Ayah pengganti. Zafran kerap kali melakukan pemukulan padanya bahkan kebiasaan itu sudah terjadi sejak Yasmin kecil hingga saat ini pun Yasmin masih diperlakukan tidak baik oleh Ayah tirinya itu.


Yasmin tak masalah jika dirinya hanya disuruh menjadi tukang kuli atau pemulung sekalipun untuk dapat memberikan uang pada Zafran tapi yang sekarang sedang dijalaninya sungguh sangat membuatnya terluka dalam bahkan sangat dalam.


Bagaimana tak terluka, Yasmin dipaksa menikah dengan orang yang tidak pernah dikenalnya dan lagi pernikahan itu hanyalah kontrak semata.


Hal itu membuat Yasmin seakan-akan diperjual belikan layaknya barang oleh Ayah tirinya itu.


*******


Hari semakin sore, Gibran berinisiatif menjemput Yasmin ke rumah orang tuanya. Dia pikir sudah cukup untuk Yasmin menenangkan dirinya di rumah orang tuanya.


"Gue gak akan maafin lo kalau Yasmin gak mau ikut gue pulang ke rumah ini," ucap Gibran pada Galih.


"Memang apa salah gue? Gue gak ngerasa kalau gue salah. Kenyataannya kakak memang hanya menikah kontrak dengan Yasmin." Galih menatap Gibran tanpa sedikitpun rasa takut.


"Jangan sok tahu lo jadi orang."


"Gue tahu kak, bahkan gue sudah mendaftar untuk melakukan kontrak dengan Yasmin setelah kontrak dengan lo selesai."


"Galih!" Gibran berteriak dihadapan adiknya itu sehingga membuat Wati dan Arti merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada kakak beradik itu.


Dua asisten rumah tangga itu mengintip dari balik tembok agar bisa melihat anak majikannya itu.


"Mereka kenapa Ti? Dari tadi berantem terus. Gak biasanya Mas Gibran marah seperti itu sama Mas Galih," ucap Wati.


"Gak tahu. Tadi Mbak Yasmin pergi dengan keadaan marah, sekarang mereka berdua berantem lagi. Sebenarnya ada apa dengan mereka?" ucap Arti.


"Semoga saja hubungan mereka cepat membaik ya Ti."


"Semoga saja. Ibu sama Bapak juga kenapa belum pulang? Kalau ada mereka mungkin Mas Gibran dan Mas Galih tidak akan bertengkar lagi."


"Lihat ini kak!" Galih memperlihatkan postingan Zafran yang sempat dia screenshot kepada Gibran.


"Ini. Karena ini, gue tahu dengan apa yang sebenarnya dalam pernikahan lo sama Yasmin. Gue cinta sama Yasmin jadi gue akan menikahinya," sambung Galih.


Gibran mengepalkan tangannya, rahangnya pun mengerat hingga sampai mengeluarkan suara gemeltuk giginya yang beradu satu sama lain.


"Kurangajar lo. Ingat ya, gue gak akan pernah membiarkan lo menikahi Yasmin karena dia hanya akan jadi milik gue. Dia hanya akan menjadi milik gue."

__ADS_1


Gibran langsung pergi meninggalkan Galih tanpa sedikitpun menoleh ke belakang!


"Astaga, apa aku gak salah dengar? Mas Galih suka sama Mbak Yasmin," ucap Arti dengan sedikit berbisik.


"Ini tidak baik untuk mereka. Hubungan mereka bisa hancur karena memperebutkan Mbak Yasmin," ucap Wati.


"Udah yuk, kita balik kerja! Ntar ketahuan Mas Galih lagi." Mereka pun kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaan mereka!


*******


Yasmin kini berada di sebuah masjid untuk melakukan shalat maghrib, selain itu juga, Yasmin menjadikan Masjid tempat beristirahat sembari memikirkan kemana dirinya harus pergi setelah shalat nanti.


Sambil menunggu azan berkumandang, Yasmin membaca Al-quran untuk menenangkan hatinya yang kini sedang bergejolak kencang.


"MasyaAllah, enak sekali didengarkan. Siapa yang membaca qur'an itu?" ucap seorang laki-laki paruh baya yang juga hendak menunggu waktu shalat tiba.


Laki-laki itu berjalan memasuki masjid itu lalu duduk sambil mendengarkan Yasmin mengaji. Bapak itu tidak bisa melihat rupa wajah orang yang sedang mengaji itu karena terhalang oleh tirai pembatasan antara tempat laki-laki dan perempuan.


*******


Gibran sudah tiba di depan rumah Zafran, dia langsung turun dari mobilnya setelah memarkirkan mobilnya itu!


"Assalamu'alaikum!" ucap Gibran dengan suara tinggi.


"Waalaikumsalam!" Terdengar suara Dalina dari dalam rumah.


"Gibran?" ucap Dalina setelah membuka pintu dan melihat Gibran datang sendiri ke rumahnya.


"Dimana Yasmin, Bu? Aku mau mengajaknya pulang," ucap Gibran.


"Yasmin? Tapi Yasmin tidak kesini, Nak."


"Apa? Tapi tadi pagi dia ke sini."


"Anak itu kabur? Kurangajar! Awas aja kalau ketemu nanti," ucap Zafran yang tiba-tiba ikut dalam pembicaraan Gibran dan Dalina.


Gibran berjalan melewati Dalina untuk menghampiri Zafran!


Tanpa berkata-kata, Gibran mencengkram baju Zafran dengan kencang.


"Dasar laki-laki tak punya hati, laki-laki tidak tahu diri. Selama ini aku sudah memberimu banyak uang tapi kenapa kamu menerima kontrak dari orang lain," ucap Gibran.


"M_maksud kamu apa Gibran?" ucap Zafran dengan nada terbata-bata.


"Kenapa lo gak menghapus postingan lo yang mengiklankan tentang penerimaan kontrak yang dilakukan Yasmin? Lo tahu gak adik gue tahu dan sekarang dia menjadi suka sama Yasmin dan sekarang Yasmin pergi entah kemana."


Dalina terkejut saat mendengar perkataan Gibran. Selama ini dirinya tidak tahu bahwa Zafran memasang iklan di sosial media untuk pekerjaan yang tidak layak dilakukan oleh Yasmin ataupun wanita manapun.

__ADS_1


"Apa! Jadi semua ini terjadi karena kamu Bang? Kamu yang memasang iklan seperti itu dan memasang foto Yasmin."


"Semua aku lakukan demi keluarga kita Dalina."


"Tega kamu Bang. Aku tidak bisa memaafkan kamu lagi."


"Sekarang juga lo hapus postingan itu karena gue gak mau ada orang lain lagi yang tahu tentang ini semua. Kalau lo gak menghapus postingan itu, gue akan laporkan lo ke polisi." Gibran langsung pergi dari rumah itu tanpa berpamitan terlebih dahulu!


"Keterlaluan kamu Bang! Ternyata kamu sengaja memasang iklan di sosial media," ucap Dalina setelah Gibran pergi.


"Diam! Jangan pernah menyalahkan aku. Semua ini terjadi karena kamu juga kan. Kamu gak bisa mencukupi semua kebutuhan aku."


"Itu bukan tugas aku, Bang. Itu tugas kamu sebagai suami. Selama ini aku diam karena aku mencintai kamu tapi hari ini, cintaku kepadamu sudah sirna. Aku ingin cerai dari kamu Bang."


*******


"Kemana aku harus mencari Yasmin?" tanya Gibran pada dirinya sendiri.


Gibran terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil sesekali dirinya melihat kiri dan kanannya untuk mencari Yasmin. Dia berharap bisa menemukan Yasmin disekitar sana.


Saat sedang berkendara, terdengar suara azan maghrib berkumandang dari masjid yang terletak tidak jauh dari tempat itu.


Tiba-tiba Gibran mengingat perkataan Yasmin padanya.


Flashback on.


Saat itu, Yasmin sedang dirawat namun dia memaksa ingin shalat, Gibran pun melarangnya tapi Yasmin tak menurutinya.


"Aku akan tetap shalat selama aku masih bernafas dan selama tidak berhalangan yang tidak mengesahkan shalat. Saat ini aku sedang sakit tapi aku masih bisa berdiri, aku akan tetap shalat," ucap Yasmin dengan senyumannya yang terus terukir di bibirnya.


"Tapi Yasmin."


"Aku harus shalat tepat waktu. Sayang jika waktu shalat dilewatkan begitu saja."


Yasmin pun beranjak dari ranjang rumah sakit itu untuk mengambil air wudhu!


Flashback off.


Gibran segera melaju menuju masjid terdekat, setelah menikah dengan Yasmin, dirinya mendapatkan banyak pelajaran dari wanita yang dinikahinya meski hanya nikah kontrak.


*******


Di masjid.


Setelah selesai mengaji, Yasmin mencurahkan isi hatinya kepada Allah. Dia bicara didalam hatinya, mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya saat itu.


"Ya Allah, aku tidak ingin seperti ini. Aku ingin bahagia seperti mereka, kapan engkau akan memberikan kebahagiaan itu padaku? Bukan aku tak mensyukuri nikmat hidup yang kau berikan tapi saat ini aku benar-benar lelah Ya Allah."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2