Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Dalam Pernikahan Kontrak
Cinta Dalam Pernikahan Kontrak bab 45


__ADS_3

"Ayesha, kenapa kamu lama sekali?" ucap Gibran pada Ayesha yang baru datang di tempat itu.


"Maaf, aku sibuk," ucap Ayesha.


"Aku akan menikahi kamu tapi kamu jangan sakiti Yasmin."


"Apa kamu bersedia menceraikan Yasmin?"


"Aku akan melakukan apapun yang kamu minta, demi keselamatan Yasmin, aku akan menceraikannya."


"Segitu besarnya cinta kamu ke dia sehingga kamu bersedia melakukan apapun demi dia."


"Sebenarnya bukan demi dia tapi demi uang."


"Uang? Maksud kamu?"


"Kalau Yasmin kenapa-kenapa aku harus mengganti rugi pada Ayahnya Yasmin."


"Kenapa?"


"Aku hanya menggadai Yasmin dari Ayahnya kalau dia terluka atau terjadi sesuatu padanya aku harus mengganti rugi sebanyak dua kali lipat dari kontrak yang sudah kami setujui."


"Jadi kamu tidak mencintai Yasmin?"


"Tidak, aku hanya menjadikan Yasmin sebagai pembantuku saja."


"Tapi aku lihat kalian saling mencintai."


"Kami memang harus berakting seolah kami saling mencintai. Semua demi kelancaran bisnis aku."


"Kenapa kamu tidak menikahi aku saja jika memang itu alasanmu?"


"Aku belum siap menikahi mu karena aku belum mempunyai jabatan yang tinggi. Aku takut tidak bisa membahagiakanmu."


"Selama ini kamu mencintai aku?"


"Ayesha, kalau aku tidak mencintai kamu, mana mungkin aku selalu bersikap baik dan perhatian yang lebih padamu."


"Kenapa kamu gak pernah bilang kalau kamu cinta sama aku?"


"Cinta tidak perlu diucapkan Ayesha, tapi cinta harus dibuktikan. Apa selama ini kamu tidak merasakan cintaku padamu?"


"Gibran."


"Kenapa? Kamu tidak percaya?"


"Aku tidak akan melepaskan Yasmin sebelum kamu menikahi aku."


"Terserah kamu saja tapi aku minta jangan sakiti Yasmin. Sekarang ayo kita siapkan kebutuhan pernikahan kita."


"Kamu tidak ingin mendatangi orang tuaku?"


"Tentu saja aku mau tapi untuk sekarang, kita nikah siri aja dulu. Sekarang aku tidak punya biaya untuk mengadakan pesta pernikahan."


"Apa? Tidak punya biaya? Uang kamu banyak, kenapa bisa tidak punya biaya? Kamu tahu, itu bukan alasan yang tepat."


"Kamu gak tahu Ayesha. Beberapa bulan lalu uangku dan uang Papaku dipinjam oleh Papamu dengan jumlah yang tidak sedikit."


"Apa, kenapa tidak ada yang memberitahu aku?"


"Kalau kamu tidak percaya, tanyakan saja pada Papamu dan tanyakan juga, berapa yang dia pakai untuk membangun kembali perusahaannya yang sudah hampir bangkrut itu."

__ADS_1


*******


"Son, lo yakin lo mau bantuin gue?" tanya Galih.


"Iya lah. Demi Sinta, gue mau melakukan sesuatu yang berbahaya kayak gini."


"Sinta?"


"Ya, Yasmin temannya Sinta dan gue pacarnya Sinta. Sebagai pacar yang baik, gue mau membahagiakan Sinta dengan mengembalikan sahabatnya pada orang-orang yang disayanginya."


"Bagus, gue lagi berjuang lo malah jadian."


"Gue udah pacaran sejak beberapa minggu yang lalu, lo nya aja yang gak pernah ngasih kesempatan buat gue cerita."


"Gue lagi banyak pikiran Son."


"Mikirin apa? Lo udah banyak duit, apa lagi yang mengganggu pikiran lo?"


"Orang hidup pasti ada aja maslah. Lo pikir orang banyak duit gak punya masalah dan lagi satu hal yang lo harus tahu, semua masalah gak bisa diselesaikan pakai duit."


"Benar juga kata lo."


Galih terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, dirinya harus cepat sampai sebelum Ayesha sadar bahwa dirinya sedang ditipu oleh Gibran.


*******


Di rumah Zafran.


"Mas aku mau makan steak," ucap Monik.


"Steak dari mana? Aku gak punya duit."


"Aku gak mau tahu ya Mas, aku mau steak daging. Sekarang kamu pergi dan bawakan aku steak yang aku mau."


"Bang kamu kan suami aku, apa salahnya melakukan sesuatu demi istri kamu sendiri terlebih aku sedang hamil anakmu."


"Aku tidak perduli, lagian siapa yang menyuruh kamu untuk hamil."


Monik menggelengkan kepalanya, air mata mulai menetes membasahi pipinya.


"Aku nyesel udah mau sama kamu, kalau aku gak hamil aku gak mungkin mau menikah sama kamu Mas. Aku pikir kamu beneran banyak duit tapi ternyata kamu cuma pengangguran yang bisanya cuma numpang hidup sama istri."


"Apa kamu bilang? Berani kamu mengatai ku seperti itu."


"Memang itu kenyataannya. Kamu adalah suami yang tidak bertanggungjawab."


Monik menutup pintu kamarnya dengan sangat keras hingga menimbulkan suara gebrakan yang terdengar begitu keras.


Zafran terperanjat mendengar suara gebrakan pintu itu, dia menatap pintu kamarnya yang tertutup rapat itu.


"Dadar perempuan gak ada gunanya. Bisanya cuma ngoceh-ngoceh aja padahal baru kemarin menikah sama gue," gerutu Zafran.


"Kenapa Monik tidak seperti Dalina? Dalina selalu nurut sama aku dan dia juga tidak pernah membentak aku seperti yang dilakukan oleh Monik padaku."


*******


"Kakak mau kemana?" tanya Shaima yang melihat Dalina hendak keluar dari rumahnya.


"Mau ke toko. Kakak mau buka toko, mungkin saja sudah ada pelanggan dari tadi."


"Dalina, kamu yakin mau buka toko?" tanya Zaina.

__ADS_1


"Iya Bu, sambil nunggu kabar dari Gibran, kalau tetap diam di rumah, aku malah memikirkan Yasmin terus."


"Yasudah, kamu hati-hati ya."


"Iya Bu. Aku pergi ya, Assalamualaikum."


Dalina pun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Zaina dan Shima di sana.


Sebenarnya Dalina terus teringat dengan Yasmin karena tidak ingin membuat Zaina khawatir, dirinya lebih memilih untuk memenangkan diri di tokonya bersama pelanggan yang sesekali akan datang dan pergi silih berganti.


"Bu, aku merasa sangat bersalah pada mereka. Selama ini aku selalu bersikap tidak baik pada Kak Dalina dan juga Yasmin," ucap Shaima.


"Ibu juga, Ibu tidak menyangka bahwa selama ini Dalina lah yang bekerja keras untuk hidup mereka," sahut Zaina.


"Bu, aku mau cari Yasmin dulu ya. Aku mau coba satu kali lagi, siapa tahu hari ini aku bisa, menemukan Yasmin."


"Iya Nak, cari Yasmin sampai ketemu. Kita belum meminta maaf padanya."


"Kalau gitu aku pergi dulu ya Bu."


Shaima mencium punggung tangan Zaina lalu mulai pergi.


*******


Setelah berkendara lumayan lama, akhirnya Galih tiba di pergudangan yang lama tak disambangi manusia itu.


"Lo yakin Yasmin ada di sini?" tanya Sonny.


"Yakin, orang suruhan gue menginfokan nya seperti itu."


"Lo nyuruh orang buat nyari Yasmin tapi kenapa lo gak sekalian nyuruh orang itu buat nyelamatin Yasmin?"


"Dia gak mau karena tidak pandai berantem. Jangan bertanya lagi, ayo kita cari Yasmin."


Galih dan Sonny pun langsung menyisir tempat itu untuk mencari Yasmin.


"Bang, saya di sini," ucap seorang laki-laki pada Galih dan Sonny.


Galih mencari si pemilik suara ke kanan dan ke kiri dan akhirnya dia melihat sosok orang yang disuruhnya untuk mengikuti Ayesha.


"Anak siapa tuh, kok dia ada di sini?" ucap Sonny.


"Itu orang suruhan gue."


"Anak kecil." Sonny terkejut saat melihat orang yang dimaksud oleh Galih.


Galih tak menanggapi perkataan Sonny, dia berjalan menghampiri orang itu!


"Di mana Yasmin?" tanya Galih.


"Saya gak tahu orang itu yang bernama Yasmin atau bukan, yang saya tahu di dalam sana ada seorang gadis yang merupakan sekap." Laki-laki bertubuh mungil itu mengarahkan jari telunjuknya pada salah satu bangunan yang berdiri di tengah-tengah diantara tiga bangunan yang berdiri berjejer.


Galih dan Sonny mengikuti arah yang ditunjukkan oleh laki-laki itu.


"Gadis itu dalam keadaan lemah, cepat keluarkan dia dari sana sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan."


"Ada berapa orang yang menjaga tempat ini?"


"Dua orang. Gadis yang tadi saya ikuti sudah pergi dari sini."


"Tugas kamu selesai. Cepat pergi dari sini."

__ADS_1


"Baik." Laki-laki itu langsung pergi dari sana karena sudah tak dibutuhkan lagi oleh Galih.


Bersambung.


__ADS_2