Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Dalam Pernikahan Kontrak
Cinta Dalam Pernikahan Kontrak bab 22


__ADS_3

Yasmin memasak nasi goreng karena tidak ada makanan yang bisa dia makan. Setiap hari setelah keluarga makan malam, makan sisa mereka pasti dihabiskan oleh para pekerja di rumah itu. Sedikitnya ada dua asisten rumah tangga dan satu tukang kebun di rumah itu, karena itulah di rumah itu tidak pernah ada makanan yang terbuang sia-sia.


Dengan hati-hati, Yasmin memotong sayuran dan meracik sendiri bumbu yang akan dia gunakan untuk membuat nasi goreng.


Mendengar ada suara-suara dari dapur, Wati keluar dari kamarnya untuk melihat siapa yang ada di dapur!


"Mbak Yasmin, sedang apa Mbak?" tanya Wati yang melihat Yasmin sibuk sendiri.


"Ini Mbak Wati, aku mau bikin nasi goreng. Tiba-tiba aku lapar dijam segini," ucap Yasmin.


"Sini biar saya yang buatkan."


"Tidak usah, aku lebih suka masak sendiri. Mbak istirahat saja."


"Beneran Mbak?"


"Iya. Mbak Wati pasti capek, udah istirahat sana."


Wati memang sudah lelah setelah seharian bekerja mengurus rumah sebesar itu, dia pun langsung kembali ke kamarnya!


Kini di dapur itu hanya ada Yasmin seorang. Dia kembali fokus pada penggorengan yang sudah mulai panas itu.


Di kamar Gibran.


Merasa penasaran dengan apa yang sedang Yasmin lakukan, Gibran pun keluar dari kamarnya untuk menyusul Yasmin ke dapur.


Karena Yasmin terlalu lama tidak kembali juga, membuat Gibran penasaran dan sedikit khawatir, takutnya sesuatu terjadi pada Yasmin.


Setibanya di dapur, Gibran melihat Yasmin yang sedang mengaduk sesuatu yang sedang dia masak. Hidungnya mencium aroma wangi yang menggugah selera Gibran pun berjalan mendekati Yasmin lalu memeluk Yasmin dari belakang!


Yasmin terkejut dengan perlakuan Gibran yang tiba-tiba itu, untunglah sodet yang dia pegang tidak terjatuh.


Yasmin memutar tubuhnya untuk melihat siapa yang sudah dengan lancang memeluknya itu!


Gibran tersenyum ke arah Yasmin yang kala itu wajahnya terlihat sangat tegang.


"Gibran! Apa yang kamu lakukan di sini?" ucap Yasmin.

__ADS_1


"Aku kangen sama kamu jadi aku ke sini untuk menemui dirimu," sahut Gibran dengan senyuman mempesona.


"Ish, gombal." Yasmin kembali memutar tubuhnya dan fokus lagi pada penggorengan yang didalamnya ada nasi yang sudah mulai matang.


Gibran kembali memeluk Yasmin, namun saat itu Yasmin tidak begitu terkejut karena sudah tahu, Gibran lah yang tengah memeluknya dari belakang.


"Kalau kamu gini terus, gimana aku bisa masak?"


"Gimana aja, terserah kamu."


"Nasi gorengnya sudah matang, kamu mau gak?"


"Emang ada?"


"Ya, ada lah. Kalau gak, aku gak mungkin nawarin kamu."


Gibran melepaskan pelukannya lalu berjalan untuk mengambil piring!


"Ini piringnya!" ucap Gibran setelah dia mengambil piring dari dalam lemari.


"Terimakasih." Yasmin segera mengisi piring itu lalu mereka duduk berdua dan makan bersama.


"Wih, enak tuh kayaknya," ucap Galih saat melihat Yasmin dan Gibran sedang makan.


"Enak dong, siapa dulu yang masak. Istri gue." Gibran membanggakan Yasmin didepan adiknya.


"Kamu mau?" tanya Yasmin.


"Boleh, kalau masih ada," sahut Galih.


"Ada. Duduk deh, biar aku ambilkan untuk kamu."


"Gak usah Yas, Galih bisa ngambil sendiri kok."


"Gak apa-apa, biar aku aja. Kamu lanjut aja makannya." Yasmin pun segera mengambilkan nasi goreng untuk Galih.


*******

__ADS_1


Di kediaman Alan.


Ayesha menatap foto Gibran, tak terasa air matanya menetes dari pelupuk nya. Dirinya sudah berusaha keras untuk mendapatkan Gibran namun semua usahanya gagal karena akhirnya Gibran memilih menikah dengan Yasmin, padahal dirinya sudah bersusah-payah untuk menyingkirkan Wanda dan berusaha masuk ke dalam kehidupan Gibran.


"Apa yang kurang dari aku sehingga kamu begitu keras menolak diriku? Dari penampilan, sudah pasti lebih modis aku dibandingkan dengan dia, dari wajah, aku tidak kalah cantik dari Yasmin tapi kenapa kamu tidak melirik aku sedikit pun," gumam Ayesha.


Sudah sejak lama Ayesha menyukai Gibran namun perasaannya tidak pernah dihiraukan oleh Gibran. Gibran malah memilih untuk menikah dengan Wanda bahkan setelah kepergian Wanda pun, Gibran tak pernah melirik dirinya malah Gibran menikahi Yasmin yang jelas-jelas tidak sepadan dengan mereka.


"Gak, aku gak boleh nyerah gitu aja. Aku harus mendapatkan Gibran dengan cara apapun."


********


"Masakan kamu enak, ternyata kamu pintar masak ya," ucap Galih pada Yasmin.


"Lo yang sopan dong, biar Yasmin seumuran dengan lo tapi dia kan istri gue. Panggil dia kakak," ucap Gibran dengan nada tak suka.


"Gak apa kok Gibran, aku gak masalah tentang panggilan," ucap Yasmin.


"Tapi Yas, Galih harus menghargai kamu karena kamu kan istri aku."


"Jangan bahas itu, aku sedang tidak ingin berdebat."


"Lalu apa? Kamu mau bergulat denganku?"


"Ayo! Siapa takut." Yasmin beranjak dari duduknya lalu menyimpan piring bekas mereka makan dan setelah itu langsung masuk ke dalam kamarnya!


Gibran pun menyusul karena dirinya juga sudah selesai makan!


Galih menatap kepergian Gibran dan Yasmin, dalam pikirannya mungkinkah mereka akan melakukan sesuatu.


Sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami istri pada umumnya.


Galih memang belum menikah tapi diusianya sekarang ini, sedikit banyaknya dia sudah tahu dengan urusan pribadi orang dewasa dan orang yang sudah berumah tangga.


"Aku tidak akan mundur meski aku tahu kamu bukan lagi perawan. Aku akan terima kamu apa adanya Yasmin," ucap Galih didalam hatinya.


Merasa tak selera makan lagi, Galih pun menyudahi makan nya meski piringnya masih berisi nasi goreng buatan Yasmin.

__ADS_1


Galih meninggalkan meja makan dengan perasaan sedikit kesal!


Bersambung


__ADS_2