Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Melawan keadaan 2


__ADS_3

Delina terus berjalan menuju apotek, dia berjalan terus tanpa menoleh, tak menyadari juga kalau Raditya sedang memperhatikan nya sambil melayani pembeli roti yang kebanyakan cewek cewek abg dan mak mak...


Pak herman yang melihatnya tahu betapa Raditya sangat menginginkan gadis itu.


"bapak tahu dit, kamu sangat mencintainya, mumpung dia lagi sendiri dah sana kejar dia..." ucap pak herman.


" enggak pak, dia belum mau sama aku, aku gak ingin semakin membuatnya terpuruk dengan semua keadaannya..dia mau mengejar mimpinya menjadi dokter biarkan dia gapai mimpinya dulu baru aku akan datang kepadanya..." ucap Raditya.


"bapak salut sama kamu nak.." ucap pak herman sambil tersenyum dan menipuk pundak Raditya.


" eh...mas ganteng sayang lo , kalau dia gak mau mending sama aku saja .." ucap seorang mak mak dengan genitnya ,dan membuat semua orang tertawa.


Delina yang baru saja membeli peralatan untuk tugasnya sudah kembali dan memulai menulis dan mengerjakan semua tugas tugasnya.


Rea pun membantu dan tanpa sadar hari sudah berganti sore..


" eh , ayo del kita teruskan saja besok , sekarang sudah sore pasti ibumu sudah menunggu dan paman juga sudah menunggu kita..." ucap Rea sambil merapikan semua buku dan peralatannya.


Dari luar kios tampak 2 orang pemuda dengan motor gede dan tampilan keren ,jaket kulit dan kaca mata hitam.

__ADS_1


2 orang tersebut ternyata Hendra dan Aldo.


Hendra yang berdebar karena melihat Rea, yang begitu manis ,anggun dengan seragam abu abu dan jaket warna coklat...


Delina yang menyadari kedatangan mereka lantas terdiam dan menatap dengan tajam.


Lain dengan Rea yang tersenyum dan mendekati mereka...


" hai dra, hei Aldo...kalian mau apa ke sini..pasti mau cari Radit ya..kebetulan rumah pak herman dan Delina berdekatan , nanti barengan aja sama Delina..." ucap Rea ramah.


Hendra yang bengong seperti orang b**d*h tak mendengarkan apa yang dikatakan Rea.karena seperti terhipnotis oleh wajah lembut dan cantiknya Rea.


Delina hanya diam dan seperti menyelidik ke mereka apa yang mereka rencanakan. aldo pun kelicutan ditatap terus oleh Delina...


" e. ..i..iya , kami mencari radit, tapi kalau Delina gak mau anter kita ke sana ya udah gak apa-apa, biar kita cari sendiri, soalnya hpnya ditelp juga gak bisa..." ucap Aldo dengan gugup, karena takut dengan tatapan tajam Delina.


"ok setelah ini kalian ikuti aku.., u gak apa apa kan re pulang sendiri ke rumah paman kamu, biar aku pulang karena ibuku juga sudah menungguku dari tadi...." ucap Delina.


Rea hanya mengangguk.

__ADS_1


"biar aku antar kamu ya Re, cewek bahaya lo jalan sendiri..." ucap hendra dengan senyuman manisnya.


"udah gak apa apa re biar hendra anterin lo ke rumah paman..." ucap delina.


" dan elo ikutin gue....!!!" ucap Delina kepada Aldo.


mereka pun berjalan ke arah rumah Delina...


"hei del gak sebaiknya kita naik motor aja.." ucap Aldo.


" enggak, kalau lo mau naik motor, ya lo naik aja sendiri... gue sudah biasa jalan kaki.." ketus Delina.


" ok ok , gue tuntun aja nih motor" ucap Aldo.


" apes bener dah ah .... Radit, lo kok bisa bisanya sih jatuh cinta sama cewek model begini, dah galak, kejam lagi..." gumam Aldo.


mereka berjalan menyusuri gang sempit di ibu kota. di sepanjang jalan banyak yang mengenal Delina, mangkanya banyak yang menyapanya..


Delina dan Aldo berhenti di depan sebuah rumah kecil sederhana , lerlihat ada gerobak roti yang terparkir di teras rumah.

__ADS_1


__ADS_2