Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Mengakulah bang ...!!


__ADS_3

malam itu semua berkumpul di ruang tengah..nenek, Ray,bu Risma,dan Delina..


Dengan pakaian lusuh seperti biasa Starla masih membersihkan piring dan meja makan bersama bi inah.


" non Starla sudah non tidur saja, non Starla kelihatan capek sekali..." ucap bi inah yang tak tega melihat keadaan Starla yang semakin hari semakin kurus dan tak terawat.


" enggak kok bi, Starla masih kuat kok, lagian kasihan bibi sendirian membersihkan dapur sendirian..." ucap Starla sambil tersenyum.


Delina yang melihatnya dari ruang tengah lalu berdiri dan menghampiri biinah dan Starla.


" Aku bantu ya Starla..." ucap Delina sambil tersenyum dan ikut membersihkan dapur.


" kalau ada nenek kan gak mungkin bang Ray marah marah melihat ku membantu Starla.." ucap Delina dalam hati.


Benar sekali ray tidak marah dia terus menatap ke arah Delina, ups salah bukan Delina tapi Starla.


Tu kan antara benci dan cinta memang tipis sekali batasnya , dan di saat benci itu datang sebenarnya bukanlah benci yang ada tapi cinta yang tertutupi oleh gengsi.


"Ray, rencanamu selanjutnya apa..." tanya nenek.


" rencapa apa nek..." jawab Ray yang tidak fokus karena menatap Starla.


" ya, kamu harus segera mengembalikan semua aset dan properti atmaja group Ray, biarkan Risma yang urus semua.." ucap nenek sambil membolak mbalik majalah.


" ibu, sepertinya Risma juga gak bisa bu, Risma tidak tahu masalah bisnis, biarkan anak anak saja yang urus, mereka kan sekolah tinggi pasti lebi pintar.. Risma mau ngurus Delina dan Starla saja bu, mereka tanggung jawab Risma sekarang .. jawab bu Risma sambil mengusap tangan lembut nenek.


"Risma, dulu ayahmu menitipkan mu kepadaku, aku menganggapmu seperti putriku sendiri, tapi Mara terlalu cemburu dikirannya kamu mau merebut prabu dari nya..tapi aku percaya sama kamu Risma, kamu perempuan baik dan tulus ..Mara telah menunjukkan sifat aslinya..karena hasutan Sandra akhirnya dia pergi dengan laki laki temannya Sandra..." ucap nenek sambil menggenggam hangat tangan bu Risma.


Bu Risma pun memeluk nenek dengan hangat .


" kau sudah Risma anggap ibu kandungku bu..."

__ADS_1


"iya sayang ... seandainya takdir masih mengijinkan , aku ingin kamu menggantikan Mara menjadi menantuku Risma.." ucap nenek.


"apa maksut ibu .." tanya bu Risma penasaran.


" prabu ... prabu..." ucap nenek sesenggukan sambil sesekali menyeka air matanya.


" iya ..mas prabu kenapa bu..." tanya bu Risma.


" beberapa tahun yang lalu dia kecelakaan dan kakinya tak bisa digerakkan...tapi istri barunya malah mencampakkannya, dia terpuruk dan menemuiku di Sidney, dia mau kembali ke sini tapi takut bertemu Ray, putra yang selama ini disia siakannya..." ucap nenek penuh haru.


" hah...." bu Risma kaget dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


" terus sekarang, di mana mas prabu bu, dan bagaimana keadaannya.."


" dia baik baik saja dan masih terus melakukan terapi, dia masih berada di Sidney.." ucap nenek.


" Ray...kamu melamun..." tanya nenek.


" kamu mendengar semuanya Ray...apa yang nenek bicarakan dengan bu Risma.."


Nenek gelengkan kepala mendengar jawaban Ray, dan nenek pun ikut melihat ke arah dapur apa yang membuat Ray dari tadi melamun sampai tidak fokus.


" o...pantas saja.." ucap nenek.


"au...." Starla meringis kesakitan karena tangannya tidak sengaja menjatuhkan pisau dan menyayat tangannya sendiri.. seketika darah segar keluar..


Dan reflek Ray langsung berlari dan memegang tangan Starla..


" kamu gak apa apa Starla, coba aku lihat, cepat del ambilkan obat antiseptic, perban dan plester, itu ada di kotak pk3..aduh kok bisa sih...sakit ya...lain kali hati hati dong " ucap Ray dengan paniknya, dan tanpa dia sadari semua mata menuju ke arahnya dan penuh rasa heran...sangat heran...


termasuk biinah yang setiap hari melihat Ray memukuli Starla.

__ADS_1


Starla pun melongo dan tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan, bahkan dia merasa tangan nya sama sekali tidak terasa sakit, justru sekarang jantungnya yang bermasalah, berdetak lebih cepat dan berdebar tidak karuan.


"ehem ehem...sudah melo nya sini star aku obati lukanya.., heh...bilangnya benci tapi ujung ujungnya cinta mati, hadeh..." ucap Delina meledek Ray, dan satu timpukan di kepala pun lolos dari tangan Ray.


"aduhh...sakit tau, sudah ku bilang jangan pukul di kepala, ntar kalau aku jadi bodoh siapa yang nikahin aku ..hehhhh..." ucap Delina kesal.


" makanya kalau ngomong jangan asal nerocos dasar bocah..." bantah Ray.


" kan udah gue bilang yang mau sama lo kalau gak Radit ya gak ada lagi..." jawab Ray.


"dasar...." delina berhasil menendang Ray dengan satu kakinya tepat mengenai lututnya.


" aduh...bocah bisa gak sih gak kasar..."


"apa coba, siapa yang tadi lebih dulu nimpuk kepala ku.."


" awas kau..." ucap Ray seraya menjambak rambut panjang Delina yang dikuncir kuda..


"au ....bang ...tunggu pembalasan ku..."


" sudahhhhh.... pusing ibu mendengar nya dari tadi ribut mulu... kasihan tu Starla, cepat diobati, malah ribut yang didulukan..." teriak bu Risma mulai kesal dengan tingkah mereka.


lain dengan nenek yang hanya tersenyum sendiri.


"setelah ini kamu tidur ya, besok pagi kamu siap siap pergi sama Delina..." ucap ray kepada Starla.


"kemana.. " jawab Starla heran.


" udah pokoknya, mulai saat ini detik ini juga semua berakhir, tidak akan ada lagi yang menyiksamu, kamu bisa kuliah lagi, dan bisa kembali ke rumah mu atau tetap di sini terserah...aku minta maaf..dan selamat malam.." ucap Ray sambil berjalan menuju kamarnya .


"ta ta pi, a ap apa maksutmu... " ucap Starla masih bingung dan tak percaya, jujur saat ini Starla sudah terbiasa dan nyaman dengan semua ini.

__ADS_1


tanpa menjawab sepatah katapun Ray tetap berjalan, namun sebenarnya dia berjalan sambil senyum senyum sendiri..


" o...so sweet, bener benar menggemaskan kalau CEO dingin lagi bucin..." ucap Delina yang gak sengaja melihat Ray berjalan menuju kamarnya, tapi tanpa sepengetahuan Ray tentunya, kalau sampai Ray melihatnya wah bisa perang dunia ke 3 lagi nih....bisa bisa gak tidur sampai pagi karena bersihin rumah...


__ADS_2