Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Tersesat di hutan


__ADS_3

"Duh... trus gue gimana ya..." gumam Delina yang duduk bersandar di bawah pohon sambil mengusap peluhnya....


" tenang del, lo harus tenang..." ucap Delina sambil mengambil nafas beberapa kali agar tidak panik dan berpikir positif.


" sekarang yang harus gue lakuin adalah terus berlajan, ini hutan bukanlah gunung yang angker, di depan sana pasti ada ujungnya dan sebuah desa, sebelum petang gue harus sudah sampai di sana...ok..


gue gak boleh nyerah...ya Alloh tolonglah Aku.." ucap Delina kemudian bangkit dan melanjutkan perjalanan nya.


sementara Raditya semakin panik mencari keberadaan Delina...


" kalian bilang ke panitia ada satu orang dari kita yang tersesat , gue aka coba menyisir di bagian barat...ayo do ikut gue.." ucap Raditya.


" ok " jawab aldo.


Rea dan Hendra pun lapor kepada ketua panitia, sontak mereka menjadi kaget dan menghentikan kegiatan dan memutuskan untuk kembali ke tenda masing masing.


cindy yang semakin kalut dengan perasaan cintanya terhadap Raditya pun semakin stress dan uring uringan , teman temannya pun heran..


" Raditya.. kalau gue gak bisa dapatin lo maka siapapun juga gak boleh dapatin lo...gue akan lakuin apapun...apapun itu.." gumam Cindy dengan senyum liciknya.


Raditya yang tak kunjung menemukan keberadaan Delina pun semakin bingung dan panik ..


" Del .. Delina...." teriak Raditya.


semua pun berusaha mencarinya namun nihil tak ada tanda tanda keberadaan Delina, karena sebenarnya Delina semakin jauh dari mereka..


Rea pun tak henti hentinya berteriak tapi tak ada sahutan sama sekali..


" hen Hendra, tunggu hen..lihat kamu ngerasa ada yang aneh nggak... bukannya anak panah ini seharusnya mengarah ke sana ya , ini kok malah menghadap ke arah berlawanan..." ucap Rea penasaran.


" ehm....gue tau..." setelah berpikir sejenak akhirnya mereka bersama sama saling menyimpulkan.


" bener dugaan gue, ada yang sengaja kepada Delina..." ucap hendra.


" memangnya kamu sempat berpikir seperti itu hen.." tanya Rea.


" iya, karena kita tahu kan Delina itu anak yang cerdas gak mungkin dia nyasar kalau tidak petunjuknya yang salah..." jawab Hendra.


" iya ya...jadi kira kira siapa ya pelakunya..." ucap Rea sambil mengerutkan dahinya..


" yang jelas itu salah satu diantara kita yang ikut kegiatan ini..karena tidak ada lagi orang di sini penduduk desa pun gak mungkin karena mereka sudah hafal betul daerah ini..." jawab hendra


" sebenarnya aku curiga sama satu orang hen.."

__ADS_1


" siapa Cindy "


" hus...jangan keras keras...nanti orangnya dengar, karena kita belum punya bukti .itu hanya kecurigaanku saja.." ucap Rea sambil membekap mulut Hendra.


" ya mungkin saja Re, karena opsesi cintanya kepada Raditya yang mendorongnya berbuat seperti itu...bahkan Radit bilang tadi dia sempat menggodanya dengan membuka kancing bajunya di tempat sepi...gila gak tuhh...bener bener tu cewek.." Ucap Hendra sambil menggelengkan kepalanya.


" iya ya...trus kita harus gimana dong hen.. trus kita harus bilang apa ke bang Ray, bisa habis kita hen..." Rea memegangi jidatnya dan terduduk lemas di samping kaki Hendra.


" Re ..re..sayang udah lah kita beritahu yang lain Kita menemukan bukti ini.." ucap Hendra.


" iya ...."


kemudian Rea bangun dan berdiri, berjalan menuju kelompoknya.


Raditya yang terus dibuntuti sama cindy pun semakin tak tekendali ..


" Del... Delina..jangan bikin gue gila delll...." teriak Raditya frustasi dan menjadi perhatian teman temannya.


ketua panitia pun menghampirinya...


" udah dit, kita lapor polisi setempat saja...kita minta bantuan penduduk untuk membantu mencari Delina.." ucapnya sambil menepuk punggung Raditya.


tapi Raditya menoleh dengan tatapan tajam, dia hantam muka ketua panitia sampai tersungkur dan hidungnya berdarah...


" ini semua gara gara lo, kalau lo gak ngadain acara ini Delina gak mungkin hilang, sialan lo, lo pake ngancam kalau gak ikut kegiatan ini gak akan bisa lulus, sialan lo...."


bruks bruks...


"ampun dit, gue minta maaf , gue juga gak tau bakal seperti ini..." ucap Beny ketua panitia kegiatan.


" apa lo bilang ampun, gue habisin lo sekarang..." teman temannya pun memegangi Raditya yang emosi dan sebagian menolong Beny yang sudah babak belur dengan mulut dan hidung yang berdarah darah karena tonjokan membabi buta dari Raditya.


" lo apa apaan sih dit, bukan kayak gini cara menyelesaikan masalah, kalau sampai Beny kenapa napa lo yang bakalan kena masalah.." ucap Aldo sambil memegangi lengan Raditya yang terus menatap Beny.


" guys kalian obatin si Beny, biar Raditya gue yang urus..." ucap Aldo.


" ok "


" huahhh.....sial benar benar sial...." Raditya geram dan meninju ninju batang pohon hingga jari jarinya memar.


" lo gila ya dit, gue pikir cuma gue yang kayak bocil di sini ternyata lo lebih parah dari gue...cobalah berpikir dewasa dit, tenangkan pikiran langkah apa yang seharusnya kita ambil...hutan ini bukanlah hutan lebat di lereng gunung , ini hanyalah hutan milik pemerintah, dan hutan ini dikelilingi desa desa penduduk, mungkin saja Delina sudah ketemu penduduk dan ikut ke desa mereka.." ucap Aldo yang tumben bijaksana.


Raditya diam dan berpikir...

__ADS_1


Rea dan Hendra muncul membawa kabar berita ..


Cindy dari tadi mengikuti Raditya dan mengintip setiap kegiatannya..dia menguping pembicaraan ke empat sahabat itu..


" waduh mereka sudah mulai curiga dengan tanda petunjuk itu ...aduhhh...kok gue ceroboh sih..." gumam Cindy.


" kalau begitu kita akan menyusul ke timur..." ucap Raditya.


" gue ikut" ucap Aldo.


" gue juga " ucap Hendra.


" gue juga ikut lah.." ucap Rea.


" eh ..gak usah Re, kamu kembali ke kota dan jelaskan sama bang Ray pelan pelan atau CEO dingin itu akan memporak porandakan seluruh hutan di sini..." ucap Hendra.


" enggak, aku harus segera bertemu dengan sahabat ku pokoknya..." ucap Rea membantah Hendra.


" kamu kok gak nurut sih.." Hendra berteriak geram.


Rea ketakutan dan tertunduk.


"gila kalian, keadaan seperti ini masih sempat sempat nya berantem..heran gue .." ucap Aldo.


" biarkan si Beny saja yang bilang ke bang Ray.." ucap Aldo .


" jangan, nanti Beny bisa dihajar sama bang Ray, gue akan bilang ke ibu dan Starla, hanya Starla yang bisa melunakkan bang Ray.." ucap Raditya.


"Tapi kita harus menyelidiki kasus ini .. mita, Rico ...kalian adalah calon pengacara , tugas kalian menyelidiki siapa yang sudah memindahkan arah panah petunjuk itu ..segera kabari kita kalau kalian menemukan hasilnya.. sementara kami akan menyusul Delina ke arah timur sesuai petunjuk yang Delina ikuti .." ucap rea kepada mita dan rico sahabatnya juga.


"siapapun dia ,harus menerima balasan dari gue..." ucap Raditya.


" ya udah kita siap siap dulu, ponsel tidak boleh off.." ucap Raditya.


"Delina dari tadi tidak bisa di telp jaringan tidak ada" gumam Raditya yang frustasi.


"..siapa tahu nanti di tengah tengah hutan ada sinyal.." ucap Aldo.


" ok "


kemudian para penduduk setempat pun datang ikut membatu mencarinya , menyisir tempat tempat rindang, semak semak namun tak menemukan tanda tanda keberadaan Delina.


Akhirnya mereka memutuskan lapor polisi... mereka pun diminta untuk segera kembali ke kota namun mengijinkan ke empat mahasiswa itu mencari sahabat nya ke sisi timur dan masuk ke dalam hutan dan semakin masuk ke dalam.

__ADS_1


__ADS_2