Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Bertemu preman


__ADS_3

Delina tiba tiba muncul dari balik pintu.


"elo gak pulang... sudah malam, entar ibu lo nyariin.." ketus Delina.


"eh yang sopan del..." ucap ibunya dengan lembut.


"eh iya tante ternyata sudah malam ya Raditya pamit pulang dulu, kan Radit bantu bantu pak herman jualan roti...sampai jumpa besok ya del, di perem..." belum selesai ngomong, kaki delina sudah menginjak dengan keras kaki Raditya.


"jangan bilang ibuku..." bisik Delina di telinga Raditya.


Raditya hanya meringis kesakitan.


"ii ya maksudnya di kampus..." ucap Raditya mengklarifikasi.


kemudian Raditya pergi dari rumah Delina menuju rumah pak Herman.


Raditya sampai di rumah pak Herman yang hanya berjarak 1 km dari rumah delina..


Sesampainya di rumah pak herman ,tampak Aldo sedang membantu pak Herman menyiapkan bahan roti untuk di jual besok.


"eh..do..lo belum pulang, emang yokap bokap lo gak nyariin.." ucap Raditya sambil mengambil kursi untuk duduk di depan adonan roti.


" apa urusanya ama elo...gue mau nginep di sini, mau ikut ngerasain juga jualan roti, ...ya pak herman..." ucap Aldo sambil tersenyum kepada pak herman.


Pak Herman hanya megangguk sambil tersenyum melihat kedua bocah itu berdebat.


" eh... bukannya elo tadi ke sini sama Hendra, trus lo tinggal di mana tu bocah..." ucap Raditya.


"eh iya, mana hpnya ada sama gue...gimana ini ...yuk kita cariin si hendra..." ajak aldo.


" ogah...lo sih..." ucap Raditya.


" dit, dah sana cari temannya, kasihan, mana di sini banyak preman kalau malem, mereka suka rusuh suka malak..." ucap pak Herman.


akhirnya Raditya pun tak tega , bagaimana kalau hendra bener bener dipalak dan diapa apain sama preman.


akhirnya Raditya dan aldo pun melangkah menyusuri gang mencari keberadaan Hendra.


Sedangkan Hendra yang bingung mencari rumah pak Herman hanya mondar mandir di perempatan lampu merah depan gang, bersama motor gede yang terparkir di sebelahnya.


" aduh..sial bener sih, mana hp gue ada sana aldo, trus gue nyarinya gimana coba, apa gue pulang aja ya..." gumam Hendra sambil menyalakan motornya.


Namun tiba tiba segerombol pemuda berpakaian preman mengahampiri nya, dan membuat hendra panas dingin.

__ADS_1


"aduhhhh...gimana nih, mans gue gak bisa berantem , motor aja gede nyali gue ciut ..aduh...gimana... Tuhan, tolong Hendra.."ucap Hendra dalam hati .


" hai bang, mau ke mana, turun turun... kasih gue uang, atau motor lo gue ambil.." ucap salah satu preman itu.


"jangan bang ,tolong, ini motor satu-satunya, jangan dong bang, ok...uang gue ada , ini ambil semua, tapi lepasin gur ya bang...'' ucap Hendra memelas.


preman itu mengambil uang di tangan Hendra dan langsung memukul tubuh hendra hingga dia tersungkur tak berdaya..


Brak bruk braks....


"Aduh bang, ampun..." rintih Hendra karena kesakitan.


"dit..itu bukannya motor Hendra..." ucap Aldo.


Dan raditpun pun berlari disertai Aldo di belakangnya.


" hentikan.." teriak Aditya seraya memukul seseorang yang memukuli Hendra membabi buta.


" bre******k kalian...apa mau kalian, do...lo hati hati kita bukan warga sini.."ucap Raditya kepada aldo sambil memasang kuda kuda hendak menyerang.


Namun preman preman tersebut sama sekali tidak gentar malah semakin tertawa mengejek aldo dan Raditya.


bruk braks...


mereka pun berantem, saling pukul,. saling tendang...dan preman premsn itulah yang jadi pemenangnya.


Saat salah satu preman berjalan sambil tertawa menyeringai mendekati mereka bertiga, tiba tiba sebatang ranting kayu menimpuk kepalanya preman.


preman itu pun menoleh..


" ehm... gadis cantik...mau main main sama abang..." ucap preman tersebut.


Raditya, aldo, dan Hendra... terkejut ternyata itu adalah Delina.


Rambut terurai sabahu, kaos longgar warna kuning, celana jean selutut. ditambah sorotan lampu kendaraan yang berseliweran, membuat aura kecantikannya semakin terlihat, tatapan mata tajam, netra yang berwarna coklat, bibir tipis warna merah muda, riasan yang natural, bahkan seperti tak ada riasan sama sekali..tapi membuat aldo berdecak kagum dan memandanginya dengan terpana tanpa berkedip.


Raditya yang menyadari tatapan Aldo yang menakutkan, langsung menyodok perutnya.


"awas lo lihat lihat dia lagi...apa lagi berani macem macem.." ucap Raditya sambil meringis menahan sakit karena pemukulan itu.


" wah ternyata cantik juga ya....tenang gue gak akan rebut milik sahabat gue..."ucap aldo sambil menyeringai.


Delina pun mengahampiri preman preman tersebut tanpa rasa takut.

__ADS_1


"kalau berani jangan sama mereka , sini satu satu apa keroyokan..." ucap Delina sambil pasang kuda kuda.


" hai manis,sayang kan kalau nanti kami memukulimu hingga tubuh indah mu membiru..." ucap salah satu preman tersebut sambil meyeringai.


" kurang ajar..


"bruaks bruks...."


delina dan keenam preman itu pun berlelahi saling pukul ..


bruk braks!.....


dan Delina pun kehabisan nafas dengan tersengal sengal menjatuhkan semua lawannya..


" kalian bre******k , kalian dari mana tak kenal bang Ray... berani beraninya berbuat onar di sini.." ucap Delina.


dan dari kejauhan tampak beberapa orang lagi yang merupakan teman temannya,


"Del...lo gak apa apa, serahkan sama gue..


biar gue yang urus mereka.." ucap temannya tersebut.


" iya bang, mereka berani berbuat onar di kampung kita, bahkan mereka bau alkohol, dan bang Ray periksa di kantongnya,jangan jangan mereka juga bawa narkoba..." ucap Delina kepada Ray kepala preman di kampung tersebut.


" ok del, biarkan polisi saja yang urus.." ucap bang Ray.


Aldo dan Hendra semakin terkejut dibuatnya dengan aksi Delina yang ternyata jago berkelahi dan sepertinya memilik ilmu bela diri yang lumayan.


Sedangkan Raditya sudah tidak heran, dia sudah beberapa kali melihat Delina menghajar para preman.


" kalian ,ngapain sih ke sini, bukannya rumah kalian jauh ya...lagian kan kalian anak gedongan,rumah di komplek perumahan elit, gak cocok kalian ada di sini,


lihatkan baru saja masuk sudah ada preman yang mau malak..." ucap delina.


"ndra, kayaknya luka lo parah, kita bawa ke puskesmas yuk..." imbuh Delina.


Raditya tak mampu menjawab ocehan gadisnya itu, dia hanya mengikuti untuk memapah Hendra ke puskesmas.


Delina, lagi lagi bikin mereka tercengang ketika berlari ke pangkalan angkot dan datang dengan mengendarai angkot bahkan menyetirnya sendiri..


"ayo kalian cepat masuk.." ucap Delina kepada aldo,dan Raditya yang masih bengong.


"bang ray, suruh anak anak bawa motor hendra, bawa ke markas abang saja, nanti sepulang dari puskesmas, Delina antar mereka ke markas dan biar kan mereka istirahat di sana.." ucap Delina.

__ADS_1


Delina pun segera melajukan angkotnya menuju puskesmas...


" Del, kejutan apa lagi ini..kau sungguh gadis yang penuh kejutan, bisa bisa jantungan kalau kayak gini terus.." gumam Raditya.


__ADS_2