
seperti biasanya Delina menjalankan aktifitas paginya,kali ini begitu mrnyenangkan..tanpa rasa takut tanpa penekanan.
karena orang orang jahat yang selama ini banyak membuat masalah sudah ditangani polisi seperti pak Broto dan para anak buahnya.
Delina bekerja di puskesmas, dia membantu dokter senior .
sesekali dia mengunjungi Sari dan ibunya di desa, kini mereka hidup bahagia Dio juga sudah kembali menjalankan bisnisnya di seputar peternakan dan desa yang dulu tertinggal sekarang sudah banyak kemajuan.
warga desa juga sudah bisa menikmati fasilitas umum tanpa harus jauh jauh ke kecamatan.
saat Delina mau sarapan seperti biasa dia menyapa dulu pujaan hatinya..
Delina membuka laptopnya dan terlihat wajah tampan yang berseri...
" selamat pagi Raditya..."
[ selamat pagi sayang ]
" dit, kamu sudah berada di kantor"
[ ehem..ini baru saja mau mulai bekerja, kamu belum berangkat ]
" ini masih mau sarapan dit, aku mau lihat wajah kamu agar makanku menjadi lebih lahap dan banyak.."
[ iya makan yang banyak ya..nanti saat aku ke Indonesia aku pastikan kamu tidak kurus ]
" kalau aku gendut bagaimana , jelek...pasti kamu malu jalan sama aku "
[ eh siapa bilang malu , justru aku senang , kamu akan terlihat lebih **** ]
" eh... ngomong apa sih ngaco ah "
[ bos , kita bisa majukan jadwal keberangkatan ke Indonesia...eh bos lagi telpon siapa...maaf bos...hallo bu bos...( terlihat asisten Raditya, Rama yang memberikan jadwal jadwal Raditya setiap harinya.. diapun sudah akrab dengan Delina karena sering video call) ]
" hallo Ram, gimana kabar mu Ram ..
pastikan bos mu di sana makan dengan teratur ya Ram, jangan kasih dia banyak pekerjaan jangan sampai rambutnya botak ...hahahah..."
[ bu bos bisa saja , ini pak bos sudah selesai tanda tangannya...siap bu bos apapun perintah bubos siap Rama laksanakan..bye..] dan layar kamera kembali kepada Raditya.
[ eh .. kalian ngomong apa sih...]
" memang benar dit, jadwal kepulangan mu ke Indonesia bakal dimajukan..."
Tampak wajah Delina berbinar mendengar berita itu.
[ iya sayang, kamu dengar sendiri kan Rama ngomong apa barusan..]
" iya , aku dah gak sabar deh pengen peluk kamu "
[ eh ..gak boleh sayang, bukan mahrom kecuali saat pukang nanti kamu mau aku ajak ke kua dan kita halalkan hubungan kita di sana]
" beneran kamu , memangnya semudah itu dit, kita harus banyak berkas dulu tau...kita bicarakan saja nanti kalau keluarga kita sudah saling bertemu.."
__ADS_1
[ berarti kamu mau segera menikah denganku]
" ehem aku bersedia menikah denganmu "
[ terimakasih ya sayang kamu sudah memberiku semangat sebasar ini di pagi yang membahagiakan ini]
" lebay kamu Dit, iya sama sama sayang...o iya dit..kamu kok tiap hari terlihat semakin tampan sih..padahal dulu aku lihat kamu biasa saja, kamu lebih sering nyebelin..."
[ beneran, masa sih baru sadar sekarang kalau aku tampan...padahal aku sudah sadar dari dulu kalau kamu itu cantik banget ]
"masa sih"
[ ehem ]
" kamu kok gitu sih jadi malu deh..]
[ kan kamu yang mulai sayang , belakangan ini kamu lebih sering ngegombal deh Delina, kamu juga lebih berani dari biasanya..apa kamu begitu merindukan aku ya...]
" ye ..tapi masa iya sih...emang kamu gak merindukan aku ya..."
[ banget , aku sangat merindukan mu sayang ]
" eh sudah siang lo dit ,aku mau kerja dulu, aku ada pertemuan dokter di puskesmas kecamatan sebelah, ntar terlambat..."
[ emang udah selesai makannya]
" sudah dong "
[ ya udah bye sayang , I love you ]
Delina menutup layar laptopnya dan segera menyambar tasnya dan kunci mobil yang berada di meja riasnya.
Dengan wajah berseri seri Delina berjalan ke garasi rumah untuk mengeluarkan mobil Honda jazz warna merah yang Ray belikan untuk kendaraannya keluar masuk desa dan kecamatan.
cita cita mulia Delina sudah terwujud , dia ingin mengabdikan dirinya untuk masyarakat, terutama warga yang tidak mampu.
* sementara di desa tempat tinggal Sari sudah mulai direnovasi, rumah milik ibunya sudah dibangun lebih layak dan di buat untuk mendirikan sebuah yayasan panti asuhan yatim piatu dan duafa untuk warga yang tidak mampu menyekolahkan dan membesarkan anak anaknya.
itupun hasil pemikiran dari Delina..dan di teruskan kepengurusannya oleh sari dan Dio.
Dan Ray yang menjadi donaturnya.
pria kaya ...CEO tampan dan keren itu kini lebih sering datang ke desa desa untuk menyalurkan bantuan bantuan untuk para warga desa yang kurang mampu ..
" mas Anton , kok rapi amat mau ke mana.." tanya Sari yang sedang membersihkan rumahnya dan kebetulan melihat Anton yang sedang berjalan melintas di depannya.
" eh Sari, Dio ada...kami mau ada janji melihat motor milik pak Riki katanya mau dijual..." ucap Anton sambil tersenyum.
" wah...mas Anton sekarang usahanya sudah mulai berkembang ya...shorum motor bekas punya mas Anton juga sudah memiliki banyak cabang ..hebat mad Anton.." ucap Sari.
" iya sar, alhamdulillah lumayan...kita sudah tidak terpuruk lagi kayak dulu...kamu juga kelihatan lebih baik sekarang, usaha ternak milik Dio juga bagus ..." ucap Anton sambil berjalan dan duduk di teras rumah Sari untuk menunggu Dio yang masih bersiap siap.
" iya mas, Alhamdulillah ya...eh ngomong ngomong kita sudah lama ya gak melihat Delina ke sini kenapa ya , apa dia sudah balik ke Jakarta...." ucap Sari.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian tampak sebuah mobil Honda jazz merah mendekat dan terparkir di halaman rumah Sari..
" nah ini baru saja diomongin sudah muncul..." ucap Sari sambil mendekati mobil Delina.
Delina pun keluar dari mobilnya dengan masih berpakaian formal dan rapi dengan jas putih kebanggaannya..
" hai Sari.." ucap Delina seraya memeluk sahabatnya itu..
Sari pun membalasnya dengan hangat dan senyuman.
Anton yang berada di sana menjadi salah tingkah melihat Delina..
" wah Delina begitu cantik...aku jadi minder nih..." gumam Anton.
" kenapa minder , udah sana sapa dia, dia juga jomblo kan siapa tahu emang jodoh kamu" bisik Dio yang tiba tiba muncul du belakang Anton.
" gak berani ah...lihat saja Dio, dua cantik, pinter, kaya , seorang dokter pula, dan siapa lah aku hanya penduduk desa yang buluk dan miskin...tidak sekaya dia, kendaraanya saja mobil bagus, nah kita motor butut bekas pula..." ucap Anton.
" tapi jodoh tidak ada yang tahu ton " ucap Dio sambil menepuk pundak Anton untuk membuatnya tetap semangat.
" hai Anton, Dio...apa kabar kalian ..sudah rapi amat mau ke mana ya..'' tanya Delina dengan senyum cantiknya membuat Anton tak mampu menjawab sepatah katapun.
"eh em i i iya Delina ini mau keluar ada janji dengan orang .." jawab Anton gugup.
" O....gitu , duh sayang ya padahal hari ini mumpung aku lagi gak ada banyak tugas , rencana sih mau ajak kalian makan siang di rumahku...ini aku sudah bawakan banyak makanan...di mobil..." ucap Delina yang kecewa.
" eh....gak gak kita gak jadi pergi gak apa apa kok del ya Dio" ucap Anton sambil menyikuti perut Dio.
"aduhhh..sialan kamu ton...ok ok tapi kamu telpon dulu orang yang mau jual motornya, ntar nungguin lagi" bisik Dio.
Delina pun tertawa bahagia...
" karena hari ini abangku dari Jakarta juga mau ke sini bersama tunangannya, ibuku dan juga nenekku, nanti kalian semua aku kenalkan dengan mereka, pasti seru..." ucap Delina.
mereka semua pun tersenyum.
beberapa saat kemudian telpon Delina berdering...
" hallo bang, abang sudah sampai rumah Delina..."
[ heh kamu ke mana sih, sudah dari tadi abang nungguin, sudah buruan pulang..]
" iya iya abangku yang ganteng "
" siapa del " tanya Sari.
" bang Ray sudah sampai di rumah, ayo kita segera meluncur saja .." ucap Delina sambil berjalan ke arah mobilnya dan dikuti sari , Anton dan Dio.
Delina melempar kunci mobil ke arah Anton.
" ini ton tolong kamu bawa mobilnya, aku capek dari pagi udah keluar ke kecamatan sebelah.." ucap Delina yang berjalan dan membuka pintu depan untuk duduk dan beristihat di sana , sementara Anton yang berada di belakang kemudi untuk mengemudikan mobilnya.
Anton pun senang dengan senyum senyum sendiri , karena dia merasa kalau Delina juga menaruh hati ke dia..
__ADS_1
Duh Anton Anton kasihan banget sih..mana mungkin Delina suka sama kamu ton, dia sudah memiliki pacar yang sangat ganteng CEO pula ..