Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
harus segera kembali ke rumah


__ADS_3

hari itu bu Risma benar benar harus membulatkan tekatnya..


"hari ini aku dan Starla harus kembali ke rumah Atmaja, kasihan almarhum papa..." gumam bu Risma.


Nenek tiba tiba muncul dari belakang Bu Risma


" Risma ada apa kamu melamun... ada masalah ya.." tanya nenek seraya duduk di samping Bu Risma dan menggenggam tangannya.


" bu, hari ini Risma dan Starla balik ke rumah Atmaja ya...tapi ibu gak usah khawatir, Risma dan Starla akan sering ke sini kok mengunjungi ibu .." ucap bu Risma.


nenek pun terdiam tak tau harus berkata apa.


" ehm... Risma, kalau itu sudah menjadi keputusan mu baiklah ibu gak akan menahanmu.. kamu dan Starla bisa meneruskan apa yang seharusnya menjadi hak kalian...tapi aku mohon Risma biarkan Delina tetap tinggal di sini.. paling tidak sampai dia menikah dan tinggal bersama suaminya.." ucap nenek.


"baiklah bu , Delina mungkin lebih senang tinggal di sini, dia gadis yang tidak mau terikat kalau tidak sesuai keinginannya sendiri, lagi pula dia tidak akan mau mengurus perusahaan... jiwanya berada di dunia kedokteran dan sosial dari kecil dia ingin menjadi dokter untuk membantu orang orang miskin yang tidak punya biaya untuk berobat.." ucap bu Risma.


nenek tersenyum dan memeluk bu Risma..


" Ya bu, hanya Ray yang bisa memimpin 2 perusahaan besar sekaligus, aku yakin dia mampu menjadi pemimpin keluarga dan perusahaan besar ..atmaja group dan waluyo group akan kembali bersinar seperti ketika papa Alfa dan pak Sigit masih ada.." ucap bu Risma.


"tapi bu , atmaja bukan hanya milik Starla tapi milik Delina juga ..." ucap Starla yang tiba tiba muncul dengan penampilannya yang semakin syar'i cantik dan anggun.


Ray pun muncul tapi hanya diam mendengarkan percakan mereka.


" terserah padamu Starla biarlah Ray yang mengurusnya, apa yang menjadi haknya Delina dan hak kamu... surat kuasa juga sudah berada di tangan pengacara terpercaya..ibu serahkan semua padamu dan Ray, ibu percaya.." ucap bu Risma sambil mengelus punggung Starla.


" iya bu , Starla dan abang akan berusaha sebaik mungkin ..yang terpenting sekarang kedua perusahaan besar harus kembali berjaya, masalah aset dan hak, pengacara sudah memiliki aturannya sendiri susuai hukum undang undang dan agama.." ucap Starla dengan senyum mengembangnya.


bu Risma pun tersenyum dan merasa bangga pada Starla kemudian memeluknya.


"kak bayu , aku sudah mengembalikan anakmu yang dulu polos dan baik..lihatlah kak, aku yakin kau pasti bahagia di sana.." ucap bu Risma dalam hati.


"sekarang kau berkemaslah sayang..kita akan pulang ke rumah atmaja sekarang juga.."


" baiklah bu "


" hei kau akan meninggalkanku di sini.." ucap Ray sambil memegangi lengan Starla.


nenek dan bu Risma menatapnya.


Ray menoleh ke arah semua orang..

__ADS_1


"hei..ada apa ini kenapa tiba tiba ibu dan Starla mau pulang, ini juga rumah kalian kan..ayolah bu , Ray juga anak ibu kan..." ucap Ray sambil menghampiri bu Risma dan memeluknya seraya menangis.


" hei ..CEO 2 perusahaan besar masa sih cengeng, malu dong Ray..." ucap bu Risma sambil menepuk punggung Ray.


"sudah lagian Delina tetap tinggal di sini kok bisa buat teman berantem.." ucap bu Risma.


" heleh..kamu Ray..bentar lagi Starla juga akan menjadi istrimu...jangan lebay ah.." ucap nenek.


semua menatap nenek dan tertawa bersama.


" Ray antar kalian ke rumah ya .."


" ok "


Sementara di tempat camping, semua mahasiswa yang ikut camping adalah mereka yang sudah semester 7 dan menjadi salah satu tugas campus yang wajib diikuti.


kali ini adalah saatnya penelusuran situs yang berada di sekitar hutan tersebut, menurut penduduk setempat ada beberapa situs peninggalan sejarah yang tidak terawat dan nyaris hilang..


menurut pak Tejo salah seorang penduduk desa setempat yang memandu perjalanan kami , di tempat ini sering dijadikan tempat camping dan study oleh kampus kampus yang lain juga.. jadi pasti aman , serta hutan yang tidak terlalu lebat karena hanya hutan buatan milik pemerintah tapi yang sulit di sana itu kalau sampai tidak punya kendaraan karena tidak ada angkot atau bis.


kelima sahabat itu berjalan beriringan, tapi ada sepasang mata yang selalu menatap ke arah mereka...yaitu adalah cindy yang sangat terobsesi dengan Raditya, tidak dipungkiri kalsu Raditya adalah pemuda tampan yang paling berpengaruh di kampus..


Dia selalu menatap ke arah Raditya melakukan kegiatan apapun.


" guys obat obatan dan alat alat gue ketinggalan di tenda..untung belum jauh...gue ambil dulu ya ..." ucap Delina.


" ok, aku temanin ya..." ucap Raditya.


" enggak usah dit gak apa apa...kamu bilang aja ama panitia untuk menungguku kembali..."


" baiklah.."


Delina pun berlari menuju tenda.


"wah kesempatan nih buat deketin Radit.." ucap cindy..


"eh tapi tunggu..." imbuhnya.


kemudian cindy diam diam keluar dari kelompoknya untuk kembali juga ke tenda ada barangnya yang ketinggalan..


dan niat jahat cindy ternyata memang mulus dia menemukan Delina yang tengah sibuk memasukkan semua obat obatan, peralatan medis dan beberapa makanan ke dalam rangselnya ..

__ADS_1


Cindi urung untuk mendekat dia berlari balik ke kelompoknya tapi sebelum sampai di kelompoknya di rubah arah jalan supaya Delina tersesat dan tak pulang lagi, arah jalan yang seharusnya ke timur dia rubah ke barat..


Delina pun dengan polosnya terus berjalan, tapi dia heran kenapa jalannya berbeda dan banyak jurang jurang kecil serta sungai ..


"aneh...kok jadi gini ya , perasaan tadi tidak terlalu jauh gue balik dari tadi gue jalan kok gak nyampek nyampek sih, memangnya mereka sudah pergi ninggalin gue sendiri ya.."


Delina terus berjalan semakin jauh dari rombongan dan semakin masuk ke dalam hutan.


sesekali dia terjatuh karena kepleset banyak batu dan ranting..


perasaan Raditya semakin tidak tenang..


"Delina kok lama banget ya..." gumamnya dengan sangat cemas.


cindy yang melihatnya pun jadi sangat puas, dia berjalan dan mendekati Raditya.


" hai dit, kamu kok seperti bingung kenapa, nih kopi aku buatkan kamu kopi lo .." ucap cindy sambil menyodorkan segelas kopi kepada Raditya.


" sorry cin, gue gak minum kopi.." ucap Raditya ketus.


" ok..kamu mau aku temenin, mumpung sepi nih, gue siap nyerahi apa pun buat lo dit, gue sangat menginginkan Lo dit.." ucap cindy seraya mendekat dan membuka satu kancing bajunya untuk menggoda Raditya.


tapi Raditya melotot dan malah mundur.." gila nih cewek.." gumamnya lirih.


" maaf cin, gue bukan cowok maniak yang suka mengumbar nafsu, ingat dosa cin, sorry gue pergi dulu mau nyariin cewek gue..." ucap Raditya sambil memiringkan senyum nya kemudian berlari ke arah 3 sahabatnya.


" kenapa lo dit..." tanya Hendra.


" sialan tu cewek "


" siapa "


" cindy , dia mancing mancing gue..."


" trus lo mau " ucap Aldo.


" enak aja , ogah lah...dosa tau .. brengsek lo do.." jawab Raditya.


" trus Delina mana " ucap Rea yang khawatir sejak tadi belum juga muncul.


" ya itu dia Re, sejak tadi gue nyari dia.." jawab Raditya.

__ADS_1


" duh.. gimana ya, jangan jangan dia tersesat.."


" ets ..jangan ngacao kamu Re " ucap Hendra.


__ADS_2