
jam sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi mata Delina masih belum bisa terpejam.
" ach....kenapa sih gak bisa tidur gini.." desag Delina sambil sesekali menatap layar ponselnya.
" Raditya kok gak telp lagi ya...apa dia benar benar marah, tapi ah....lagi pula Raditya gak pernah menyatakan cintanya ke gue, jangan jangan gue yang terlalu baper...tapi kalau dia gak cinta ke gue, trus selama ini perlakuan nya ke gue apa coba...aduhhhh....pusing..." Delina pun merebahkan kepalanya ke bantal dan menarik selimutnya .
" apa gue telp aja ya, aduh tapi ....ah... gimana ya..." ucapnya yang masih terus mikirin Radit yang gak telp sejak siang tadi.
tut tut tut....." tuh kan ponselnya dipake telp...pasti sama cewek sialan itu...si cindy "
* tak beda jauh dengan apa yang dirasakan Radit, diapun bingung gak bisa tidur... pikirannya pun sama..
" duhhh... Del del, sampai kapan sih lo bikin gue gila...mana ditelp lo lagi telponan juga... sama siapa sih pasti sama dokter culun itu..." gumam Raditya kesal..
" kenapa sih gak peka , gue cemburu del saat lo jalan sama dosen lo yang dokter itu...masak sih gue yang seganteng ini bisa gila karena lo...ach......heran gue cinta memang rumit, serumit rumus matematika ..." ucap Raditya yang frustasi dan merebahkan tubuhnya ke kasur.
sesaat di dalam kamar yang berbeda mereka dengan kegalauan dan pikiran masing masing..tak ada lagi kegelisahan dan gerutuan, karena mereka sama sama sudah sampai di alam mimpi...
* dalam mimpi Delina *
"dit dit...kamu di mana dit..."
" di sini del..kamu .."
" jangan tinggalkan aku dit, aku sayang sama kamu , kamu jangan jadiaan sama cewek itu si cindy..."
" nah kamu sendiri kenapa jalan sama dokter itu...maaf del semua sudah terlambat , aku dan cindy sudah jadian..dan kita mau liburan ke luar negri...nih aku sudah pegang tiketnya..."
" kamu kok tega sih dit tinggalin aku, dari dulu kan kamu kejar kejar aku...trus apa coba.."
" ya itu kan dulu del, kamu yang tega, aku sudah tulus cinta sama kamu menemanimu saat saat sulit dalam hidupmu , sama sama kita menyembuhkan rasa traumamu..tapi sekarang kau tega jalan sama dokter itu.."
" tapi dit, maaf kan aku dit aku gak.... bermaksud,itu dosenku dit...dit ...dit...plis dit...tolong ..kembali lah dit...jangan pergi..
__ADS_1
aku akan berubah dit, aku gak akan menerima mu dengan seluruh cibtaku dit...ku mohon dit plis plis dit.... Radit.......t"
" aduhh...del... hentikan, sakit tau del.." ucap Ray yang dicengkram tangannya sama Delina.
". radit......t.." Delina pun terbangun dan kaget ternyata yang dicengkram dengan erat ternyata tangannya Ray ...
" hah... rupanya hanya mimpi.."
" bang , ngapain abang ke mari.." ketus Delina.
" ye ... harusnya abang yang tanya kenapa dari tadi teriak tetiak, kebetulan abang mau ambil air minum dan dengar dari kamar kamu suara teriak teriak ,ya abang panik lah takutnya kamu kenapa kenapa.." ucap Ray sembari duduk di samping Delina.
" bang, Delina malu cerita sama abang..." ucap Delina sambil nunduk.
" hei ..malu kenapa adikku sayang, hah..
ayo cerita sama abang..." ucap Ray seraya mendongakkan dagu Delina dengan 1 jarinya.
" eh... Raditya itu sayang banget sama kamu del, masak sih dia jalan sama tu cewek..makanya kamu jadi cewek yang peka dong..abang udah lihat sendiri gimana cintanya Radit ke kamu..
udah kamu tenang aja sekarang udah malam, kamu tidur lagi...besok kan kamu harus temani Starla ke salon..." ucap Ray sambil beranjak ke luar kamar Delina.
Delina hanya terdiam dan merebahkan kembali tubuhnya di kasur untuk kembali tidur..dan tak lama kemudian terdengar dengkuran halus ,yang menandakan Delina sudah lelap dalam tidurnya.
begitu juga dengan Radit yang memang tidak bisa tidur..
Sudah jam setengah 2 dini hari , Raditya menoleh ke arah jam dinding di kamarnya..
dia lihat ponselnya, gak ada panggilan masuk..
" apa gue telp Delina aja ya...ah enggak ah mungkin dia juga lagi tidur..." ucapnya sambil mendengus.
" Del, Del jadi cewe yang peka dikit napa, gue sayang ama lo del dari sejak gue lihat lo di medsos saat lo ngelawan Starla...gue kagum Ama keberanian lo...sampai lo disiksa dan lo sakit fisik dan mental lo ,gue gak pernah berhenti mencintai lo Del ...sampai saat ini pun sama malah semakin besar ...tapi kenapa lo kelihatan nya bahagia banget sama tu dokter, apa karena dia pinter, tampan..
__ADS_1
enggak ah masih tampanan gue lah... hadeh....'' gumam Raditya sambil menatap foto Delina dalam ponselnya..
" ah gue coba lihat Instagram nya barang kali dia unggah sesuatu..." ucap Raditya sambil bersandar di dinding kamarnya.
deg dug deg.....
{ Mencari kesempatan ke dua , masih kah Kau berikan Tuhan...}
2 jam yang lalu.
" hah ini masih tadi jan 11 an, masak sih jam segitu belum tidur.."
"coba lihat komentarnya..." gumam Raditya semakin penasaran.
{ cie ile , del..hari gini mencari kesempatan ke dua, kesempatan jadi pacar gue ada ...wkwkwk...} dari Aldo.
{ sialan lo do } jawaban dari Delina.
semakin ke bawah Raditya semakin penasaran.
{ aduh kok mencari kesempatan ke dua sih, padahal kesempatan pertama aja masih terbuka lebar...tenang , tidak ada kata terlambat selama kita mau berusaha..} komen tar dari dokter Aldi.
{ pak dokter bisa aja....} jawaban dari Delina.
dan inilah yang membuat Raditya semakin panas, jadi terjaga semalaman.
kemudi Raditya pun tak lupa komen di Instagram nya Delina ..
{ sepertinya ada yang mencari kesempatan ke dua nih, boleh dong ikutan ....}dengan caption emoji tertawa...
tapi tak ada balasan...
Raditya semakin galau, ini benar benar malam yang panjang sampai subuh mata masih terjaga..
__ADS_1