
Delina terlihat Sangat lah letih...dia hanya terdiam dan sesekali memejamkan matanya sepanjang perjalanan..
Anton yang mengemudikan mobil hanya sesekali melirik ke arah Delina.
Sedangkan Dio dan Sari tengah asik dengan dunianya sendiri.
" Del " tanya Anton membuka perbincangan.
"hem..." Delina hanya menjawab dengan deheman.
" kok kamu kelihatan lemas, sakit ya..." tanya Anton.
Delina hanya menggeleng
" aku cuma lemas dan ngantuk ton"
jawab Delina.
" semalam emang kamu ngapain, gak tidur.." tanya Anton.
" o...semalam selesai kan skripsi, kemudian telp sama Radit sampai larut..." jawab Delina.
" Radit, siapa pacar atau teman.." tanya Anton penasaran.
" ehm...dia kekasih ku ton, dia sangat baik, tapi sekarang dia berada di Singapura mengurus perusahaan keluarga nya.." jawab Delina.
deg...
jantung Anton seperti berhenti berdetak..
" ternyata Delina sudah memiliki pacar, ihhh bodohnya ton ton ya siapa yang gak mau coba gadis secantik itu, tajir, dokter lagi.." gumam Anton dalam hati.
"ada apa Anton , kok kamu jadi diam sih..." tanya Delina heran.
Anton hanya menggeleng.
Dio dan Sari yang berada di belakang mereka pun saling pandang dan menatap ke Anton iba.
" kasihan Anton ya" bisik Dio
Sari hanya mengangguk.
crying...ponsel Delina berdering..
ternyata vi call dari Raditya.
"Del, ponsel mu berdering..." ucap Anton.
Delina pun segera mengeluarkan laptopnya , karena kalau Radit yang vi call selalu minta disambung ke laptop agar bisa lebih jelas melihat wajah cantik Delina.
setelah membuka laptop panggilan pun di terima..
__ADS_1
[ hallo sayang, kamu lagi ngapain..]
" aku sedang berada di mobil dari desa menuju rumah, di sana sudah ada Abang, Starla,nenek dan ibu.."
[ wah seru dong.. oiya kalau kamu di mobil yang nyetir siapa..]
" ada kok ini teman temanku , mereka semua baik dan selalu menolongku , nih mereka"
Delina memperkenalkan teman temannya satu satu.
"waduh...kalah keren Lo ton, udah ganteng, pakai jaz , bos lagi jauh kalau gini ...sabar ya ton sabar nanti ada jodoh yang tepat buat kamu" bisik Dio .
[ hai Anton, Dio dan Sari, terimakasih ya selama ini sudah bantu Delina...salam kenal dari Singapura..]
dan mereka semua tersenyum seraya melambai tangan nya.
[ o iya sayang , minggu depan kalau gak ada penundaan jadwal aku akan balik ke Indonesia untuk memantau proyek Mega country... ya paling selama satu bulan..]
" o iya asik dong, tapi pasti proyeknya di kota jauh dari sini.."
[ jangan manyun dong jelek tau.. ]
" ish..."
[ o iya sayang nanti aku boleh dong di ajak jalan jalan di desa kalian, anton dio dan sari..]
" iya tentu saja pak Radit" jawab Dio
" iya mas Radit"
,[ ish jadi aneh , udah kalian panggil nama saja, Radit atau Raditya..]
dan mereka semua tersenyum.
[ sayang nanti aku akan membangu klinik atau rumah sakit di desa itu, semua proposal sudah masuk tinggal aku tanda tangani dan dananya langsung aku transfer ke rekening kamu ya sayang , minta teman teman kamu mengelolanya jangan turun sendiri nanti kamu capek , aku gak mau kalau kamu kecapekan.]
" anton, Dio dan Sari kalian urus pembangunanan ya, sesuai pesan Raditya mumpung kalian ada di sini pokoknya aku dan Raditya menyerahkan semuanya ke kalian, iya kan dit..." dan mereka semua saling memandang bahagia.
[iya sayang, nanti kalau biayanya masih ada kekurangan aku transfer lagi ya ]
" tenang saja dit, nanti aku juga minta sama abang, dia sudah bilang kemarin ke aku katanya mau bangun rumah sakit di desa "
[ ehem.... terserah asal kamu bahagia..]
"apaan sih kamu, kamu gak ada kerjaan,kok bisa sesantai ini"
[ ada Rama yang urus , biarin semua dia yang hendel, aku rasa agak capek dan letih...tapi sekarang setelah lihat wajah cantik kamu, capekku hilang...]
" ih...gombal amat sih bos satu ini , ehm...ingat lo jaga hati, jaga mata, jaga pandangan dan satu lagi jaga cintaku sayang.."
[ tersenyum...*** puas...]
__ADS_1
" ish ish .....kalian ini ya , gak tau ya ada jomblo di sebelah nya Delina..." ucap Dio yang langsung di sodok sama Sari.
[ eh...siapa, Anton ya...maaf ya Anton...mau emangnya aku bawakan cewek dari Singapura...hahahaa...]
Anton yang tadinya tegang dikabar cemburu pun langsung tertawa, dan mereka ber 4 pun bercanda saling lempar ejekan..
[ oiya sayang, tiap hari kok kamu tambah cantik sih]
" dit jangan ngegombal ih malu tahu ada mereka di sini"
" udah deh dit gak apa apa anggap aja kami nyamuk " hahahah
dan mereka semua tertawa.
terlihat gambar Rama yang cemberut dan menekuk mukanya di belakang Raditya, Raditya pun menoleh dan tertawa...
[ Del , jadi gini kelakuan CEO kalau di luar pengawasanku... kamu tahu Del, dari tadi alasan terus, diminta temui klien gak mau katanya kamu aja deh Ram, aku gak enak badan...trus diminta rapat , kamu aja deh Ram yang hendel...ish ish benar benar bos gila dia Del...makanya kamu buruan ke sini, kalau bukan kamu yang kendalikan dia bisa bahaya Del..." plokkk...satu timpukan mendarat di bahu Rama.." apaan sih bos, bener kan... gak perlu jujur jujur kali]
" eh ngomong apa barusan coba ulangi, enak aja gak usah jujur jujur amat...jujur itu penting tau...awas lo kalian kalau gak jujur sama aku.."
[ ya udah sayang gak usah di dengerin si Rama, biasa efek diputusin ceweknya itu , udah dulu ya, aku ada rapat penting, bye ..i love you]
" bye i love you to"
seperti baru terisi baterai setelah di telp sama Raditya Delina menjadi bertenaga. benar benar bucin deh.
setelah sekitar satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Delina, rumah kecil dengan halaman luas bersih dan asri banyak bunga..
mobil pun berhenti dan masuk ke halaman .
mereka semua turun.. sedangkan Delina langsung berlari dan berhambur memeluk Ray yang sudah berdiri di depan pintu .
" bang, sudah lama ya menunggu Delina" ucap Delina.
" setahun .." jawab Ray tertawa.
" mana Starla,nenek dan ibu.." tanya Delina.
" mereka di dapur lagi masak"
" masak...ish... masak apa"
Ray mengangkat bahunya tanda tidak tahu.
ayo Sari, Anton dan Dio kalian masuk...
Ray pun menyalami ke tiga teman Delina dan bercerita...Ray yang tidak sombong ,walaupn orang kaya , dia bisa menempatkan diri bicara dengan siapa .. membuat mereka semua sudah terlihat akrab.
Sari menyusul Delina ke dapur dan ikut membantu masak.
nenek dan ibu pun senang dengan Sari, gadis yang lugu dan manis begitu juga dengan Starla...ke 4 perempuan itu tengah rame memasak di dapur kecil milik Delina.
__ADS_1