Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Kamu cemburu...?


__ADS_3

Raditya dan Cindy tengah menikmati makan siangnya di kantin.


Saat itu juga Delina dan Dokter Aldi berjalan ke arah yang sama.


"o ya kamu belum makan siang kan Del, ayuk kita ke kantin , aku yang traktir deh..." ajak Dokter Aldi dengan senyum manisnya.


"ok deh dok..." jawab Delina.


"kalau di luar RS atau di luar kampus gak usah panggil dok lah, kak aja, atau abang juga boleh.." ucap Aldi.


" ih... panggilan abang itu hanya untuk bang Ray saja ,yang sangat menyayangiku seperti adik kandung nya sendiri tau...kak aja ya.." ucap Delina manja.


" ok " jawab Aldi.


Mereka pun bercanda..


Dan saat Delina menoleh ke belakang ..


Deg....


Kedua mata saling menatap, membisu ...dan saling minta penjelasan yang tak bisa dikatakan dengan kata kata.


Raditya terus menatap tajam begitu juga dengan Delina, namun Delina yang tak sanggup dia menunduk...


"kenapa sih aku seperti ini, aku dulu gak pernah menangis kok tiba tiba sekarang aku


ingin menangis...payah ...payah...payah..hikcs hikcs...."


Delina tak bisa menahan air matanya membuat dokter Aldi panik..


"hei..hei.. Del kamu kenapa..hei jawab Del.."


Ucap Dokter Aldi sambil menggenngam tangan Delina dengan lembut.


Raditya yang menyaksikan dari belakang hanya terdiam dengan sorot mata penuh kemarahan.


Tidak tahan dengan perlakuan dokter Aldi kepada Delina, Raditya pun memutuskan untuk pergi dan meninggalkan meja makan.


cindy yang tengah asik menikmati nasi goreng nya pun dibuat terkejut.


" hei dit dit.... dit tunggu ...tunggu dong.." cindy yang panik kemudian menghentikan makannya dan berlari mengejar Raditya.


Raditya pun berhenti tepat di samping Delina.


Sedangkan cindy membayar makanannya.

__ADS_1


"hai Radit, kamu juga makan di sini..." ucap Aldi.


Raditya belum menjawabnya tiba tiba cindy datang dan meraih tangan Raditya dan bergelayut di pundaknya.


" oh...pak dokter, iya kami baru aja makan di sini, ayo dit kita pulang, kamu jadi anterin aku kan..." ucap cindy manja.


Delina neg mendengarnya, dia palingkan muka tak berani menoleh ke Radit karena matanya yang sembab.


Raditya tersenyum getir. .." aku jalan dulu del"


dokter Aldi yang paham dengan situasi ini langsung mengangguk ..


" ok dit, nanti Delina aku yang antar.." ucap Dokter Aldi.


"ok...bye... Del...." ucap Raditya sambil melangkah ke pintu keluar dengan cindy yang masih bergelayut di lengan nya.


" kamu baik baik saja kan del..." tanya Dokter Aldi.


" iya kak , aku gak mau pulang ke rumah..." ucap Delina sesenggukan.


" lha terus kalau gak pulang ke ruma mau kemana..." tanya Aldi heran.


" ke kantornya bang Ray..." jawab Delina.


Raditya yang masih berada di halaman kampus melepaskan pegangan tangan cindy..


"lepaskan cin...aku mohon pliss.."ucap Raditya.


" eh...kenapa emangnya dit, aku suka begini, emangnya ada apa sih .." tanya cindy penasaran.


"ya emangnya kenapa, lo gak tau gue tuh gak mau kasih harapan ke elo, gue gak bisa mencintai gadis lain selain...." ucap Raditya menghentikan kata katanya..dan membuat Cindy semakin penasaran.


"siapa dit, siapa katakan..." ucap cindy .


" ya pokoknya ada...plis tolonglah cin lo ngertiin gue...ok.." ucap Raditya kemudian pergi ke parkiran dan menaiki motor gedenya dan malaju untuk pulang .


sesaat kemudian tampak mobil sedan hitam juga keluar dari parkiran.


"eh eh dra ,bukannya itu si Delina ya..."


" mana sih sayang..."


"itu...ih itu..."


" iya yang mana sih.."

__ADS_1


" itu yang naik mobil sedang hitam itu kayaknya itu sama dokter Aldi deh ..." ucap Rea.


" eh iya beneran...yah patah hati deh si Radit, duh kasihan lo dit, nasip lo ternyata gak jauh beda ama gue..." ucap Aldo yang nerocos saja.


Sontak Hendra menimpuk pundak Aldo..


"enak aja sama ama elo, bocah umur 3 tahun aja tau lo gak lebih ganteng dari Raditya..udah tampang pas pasan, otak pas pasan..apa sih kelebihan lo.." ucap Hendra meledek Aldo.


"sialan lo ndra...kok tega amat sih lo bilang gitu ke gue.." ucap Aldo memelas.


Cindy yang dari tadi berada di dekat mereka bertiga pun dengan jelas mendengar semua perkataan mereka..kemudian dia menoleh dan mendekati mereka.


" eh elo cin...", ucap Rea.


Cindy tersenyum..


"iya nih..gue ditinggalin Radit, padahal gue udah cinta banget sama dia...emang bener ya dia dan Delina punya hubungan, pacaran gitu.." tanya cindy.


"aduh gimana jawabnya ya...gue jadi bingung nih..." jawab Rea sambil nggaruk nggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Dari dulu Raditya sangat mencintai Delina, begitu pun sebaliknya..tapi mereka masih belum berani mengutarakannya.." ucap Hendra.


"aduhhh.." Hendra meringis kesakitan karena disodok perutnya sama Rea.


"udah jangan bilang bilang..." bisik Rea.


" kan bener.. sayang..." jawab Hendra sambil berbisik pada kekasihnya itu.


"udah udah kok pada ngebahas Raditya ama Delina sih... masih gantengan gue kan cin, udah ama gue aja...gak rugi lo..daripada lo mencintai seseorang yang tidak mencintai lo, sakit tau, sakitnya tuh di sini.." ucap Aldo.


"halah sok tau lo do.." ucap Rea.


cindy hanya mengeryit dan pergi meninggalkan mereka bertiga.


"jangan nyerah do, biasanya cewek patah hati kayak gini mudah di masuki.." bisik hendra kepada Aldo.


Rea yang masih mendengarkan langsung menimpuk pundak Hendra..


" apa sih maksutnya sayang, masuki apa jangan aneh aneh kamu, ntar dosa kalau sampai Aldo bener bener ...udah otak dia dari dulu kotor eh...malah dikasih tau macam macam.." ucap Rea kepada kekasihnya itu.


" ih...apaan sih Re, kamu tu yang pikirannya jorok.. enak aja...maksut ku mudah untuk dimasuki hatinya,mudah direbut perasaannya maksutnya.." ucap Hendra sambil mencubit hidung Rea yang sudah memerah karena malu.


"kalian ngomong apaan sih..." ucap Aldo.


"yah....payah lo do..." ucap keduanya bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2