Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Bertemu calon mertua


__ADS_3

tok tok ....


Aldo mengetuk pintu rumah pak Herman.


dan beberapa saat kemudian muncullah Radit dengan kaos oblong dan celana boxer.


ceklekkkk....


"eh elo do, ngapain lo ke sini...gak bisa nunggu besok lo..." ucap Raditya.


"dah sana pulang , dah malem juga..." imbuh Raditya.


" ceile...baru juga pukul 7 , masa sih sudah malam...gue cuma mau menyampaikan sesuatu nih dit.." ucap Aldo.


" kenapa emang" tanya radit penasaran.


"gini nih dit, gue sama herman tadi waktu pulang dari kampus mendengar percakapan Starla di telepon.." ucap aldo.


"trus apa hubungannya sama gue...aduh...do, gue capek tau ngurusin si Starla itu...genitnya minta ampun.." ucap Raditya.


" kok lo begitu tidak sukanya sih sama Starla, dah cantik kulitnya putih bersih, bentuk tubuhnya aduhai , pakaian nya selalu ****...masa sih lo sama sekali gak tergoda...normal gak sih lo...dit.."ucap aldo.


sontak Raditya menimpuk kepala Aldo.


"enak aja bilang gue gak normal..." ketus Raditya.


"aduhhhhh...sakit tau..." ucap Aldo sambil meringis kesakitan memegangi kepalanya yang barusan kena timpuk.


" bukannya gue gak tergoda sama Starla, tapi gue gak cinta sama dia, tergoda sama jatuh cinta itu gak sama do, enak aja, awas sekali lagi lo Katain gue gak normal habis lo..." ucap Raditya dengan nada mengancam.


" gini gini dit, dari apa yang gue denger tadi gue merasa Delina dalam bahaya, karena dia seperti merencanakan sesuatu terhadap Delina...lo harus terus awasin tuh tambatan hati lo..." ucap Aldo.


Raditya terbengong mendengar cerita aldo.


"nah lo tadi tahu rumah ini dari siapa.." ucap Raditya.


"Delina..."


" trus Delina kemana.."


" ya pulanglah..."


"duh.."


sontak Raditya mengambil jaket dan berlari mengejar Delina yang sepertinya sudah jauh tak kelihatan.


Raditya mulai panik dia terus menyusuri gang demi gang, dan sana sekali tak menemukan Delina.


"apa dia sudah sampai rumahnya ya.." ucap Raditya.


kemudian Raditya berlari menuju rumah Delina...


"eh dit dit...aduh......" ucap Aldo.

__ADS_1


Raditya terus berlari, dia menuju rumah Delina. sepertinya sangat lega dan plong ketika dia melihat Delina bersama ibunya dari balik jendela.


Dan ketika mau berbalik tak sengaja dia menabrak pot bunga yang ada di belakangnya..


bruak....


" aduh...." ucap Raditya sambil meringis.


sontak Delina dan ibunya pun menoleh..


" elo....ngapain lo di situ .." ucap Delina.


"siapa del..."


" oh...teman ku bu"


" ya udah suruh ke sini sekalian kita makan ..." ucap ibunya dengan tersenyum.


" ih...ngapain sih, udah bu biarin aja dia pulang,. syuh...syuh..." ucap Delina.


" eh ..gak baik seperti itu, gak sopan tau...udah biarin sini...yang namanya tamu harus dihargai...udah nak kamu ke sini ya masuk gi,. kita makan bareng kebetulan ibu masak banyak hari ini..." ucap ibunya dengan lembut dan ramah.


" iya bu..." ucap Raditya sambil mendekatkan mukanya ke muka Delina bermaksut mengejeknya.


Raditya pun masuk ke rumah Delina dan bertemu dengan ibunya yang ternyata sangat baik dan ramah , wajahnya sedikit keriput tapi masih kelihatan kalau waktu mudanya dia sungguh sangat cantik seperti Delina.


"udah ayo sini kita makan, Del...ayo sini nak..." ucap ibu nya..


"nama kamu siapa, kamu teman kampusnya Delina ya..." ucap ibunya Delina sambil mengambil secentong nasi dan menyendok sayur.


"iya tante, kami satu kampus, Delina di kedokteran saya di ekonomi... departemen kami jauh tante tapi aku sering nyamperin Delina..." ucap Raditya sambil menatap lekat wajah Delina yang sedang asik menikmati makan malamnya.


Delina melirik saja kekakuan Raditya, dan tak juga mengalihkan tatapannya... Delina pun tak sabar menginjak kaki Raditya..


"aduhhhh...!!!!!!"


" ih...apaan sih del, lo selalu main kekerasa, sakit tau....." ucap Raditya sambil meringis kesakitan.


ibunya cuma tersenyum dan gelengkan kepalanya.


" udah udah...cepat habiskan makanannya, setelah itu kita ngobrol lagi di depan ya..." ucap ibunya .


"iya Tante..."


mereka pun melanjutkan makan malam sederhana, walaupun cuma sayur kangkung ikan tempe dan sambel bajak, tapi sangatlah enak dan sampai habis Raditya pun merasa kenyang...


"elo lapar apa emang doyan .." ucap Delina kepada Raditya.


"ehm...enak banget , ini lo yang masak apa ibu lo ...gak yakin deh kalau lo yang masak, pasti gak seenak ini.." ucap Raditya menyelesaikan suapan terakhirnya dan tersenyum puas.


bruak...


"awas lo ya..."

__ADS_1


"Del......yang sopan sama tamu.." ucap ibunya yang sudah selesai lebih dulu dan duduk di teras sambil njahit baju Delina yang robek.


"i iya bu...awas lo.." ucap Delina sambil mengancam Raditya.


Raditya tak menjawab dan hanya mencibir Delina sambil berjalan menuju teras.


"sini Radit, duduk sebelah tante kita ngobrol lagi ..." ucap ibunya Delina.


Raditya pun duduk dan mereka mulai mengobrol panjang lebar .


sedangkan Delina sibuk bersihkan meja makan dan cuci piring di dapurnya.


sampai akhirnya tiba tiba Raditya teringat sudah lama di sini kok tidak melihat ada ayahnya Delina yang jahat itu.


"o iya tan, dari tadi Radit kok tidak melihat ayahnya Delina.."tanya Raditya.


"o.. sebenarnya ayahnya Delina...dia tidak pernah pulang kalau malam, tiap hari pulangnya pagi..." ucap ibunya Delina.


" o...maaf ya tante, emang kerjanya apa.." tanya Raditya.


" dia..dia...tante gak tau kerjanya apa, tiap pagi saat kami buka pintu,dia sudah berada di sini atau di sana depan pintu, tertidur dan bau alkohol.." ucap ibunya Delina dengan tertunduk dan mata sembab, seperti ada beban yang begitu berat dan tidak mampu lagi menanggungnya.


Raditya pun menggenggam hangat tangan ibunya Delina.


ibunya Delina tersenyum menatap Raditya.


"tante sang sabar ya, biar bagaimanapun dia ayah Delina..." ucap Raditya.


" bukan.."


" hah..maksut tante.."


" dia ayah sambung Delina, tante menikahinya waktu Delina berumur 10 tahun...sedangkan ayah kandung Delina telah pergi bersama selingkuhannya,dengan tega dia menghianati tante bersama sahabat dan teman dekat tante.." ucap ibunya Delina denga derai air mata yang tak bisa dibendung lagi.


Raditya semakin erat menggengam tangan ibunya Delina, seperti ibunya sendiri..


"maaf kan Radit ya tan..." ucap Raditya menyesal .


"enggak apa apa Radit...semua memang sudah tau itu..karena itu tante sangat menyayangi Delina, dia satu satunya harta tante...ya dia memang punya rasa trauma yang dalam dengan sosok laki laki... bagaimana tidak sejak kecil dia sudah melihat laki laki yang terus menyakiti ibunya...ayah kandungnya sendiri sering kdrt,selingkuh di depan mata.. dan ternyata ayah sambung yang aku kira akan mengobati luka hati Delina terhadap sosok ayahnya ternyata tak jauh beda malah semakin parah.." ucap ibunya dengan lemah dan tertunduk.


Raditya tetap menyimak apa yang di ceritakan ibunya Delina panjang lebar..


Dan dari sini dia bisa menyimpulkan apa yang terjadi dengan Delina..rasa trauma, dan dendam denga sosok laki laki.


"tante... ijinkan Raditya menjaga dan melindungi Delina..."ucap Raditya spontan dan membuat ibunya Delina terdiam fan menatap netra mata Raditya,menyelidiki kejujuran Raditya.


Delina yang sejak tadi mendengar obrolannya dari balik pintu pun langsung kaget dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


ibunya Delina kemudian tersenyum dan mengangguk..


"kamu jaga dia baik baik Radit, kamu hilangkan rasa trauma dan keras kepalanya.. dampingi dia mengejar mimpi dan cita-cita nya, tante percaya sama kamu...ucap ibunya sambil tersenyum.


" iya tante... Radit akan jagain Delina.." ucap Raditya dengan tersenyum manis.

__ADS_1


__ADS_2