
pagi itu setelah kemarin dokter menyatakan Delina sembuh dan bisa kembali beraktifitas, dengan senyum dan semangat yang menyala dia berangkat ke kampus dengan diantar bang Ray menggunakan mobil sport mewahnya,dan menjadi perhatian seluruh mahasiswa.
"Del, Delina....kamu sudah sembuh del..." ucap Rea kegirangan dan langsung memeluk sahabatnya itu.
Delina membalas pelukan Rea dengan hangat.
Ray yang mengantar Delina sampai di depan kelasnya menjadi perhatian dan gunjingan semua mahasiswi.
" wao laki laki itu pacarnya Delina ya ganteng dan cool keren mana mobilnya mewah lagi... si Radit ma lewat...gue mau jadi selingkuhan nya..." ucap sekelompok mahasiswi yang berkerumun di dekat Delina dan Rea serta Ray berdiri.
Ray yang mendengarkannya hanya diam dan tetap dingin dengan memainkan ponselnya pura pura gak dengar.
"bang, Abang pulang gi, bukannya tadi katanya ada rapat dengan klien...udah sana Delina malu bang,tuh semua pada gibahin abang.." bisik Delina.
" ok..tapi nanti pulang u kabari abang ya...atau biar si Raditya aja yang antar kamu.." ucap bang Ray sambil mengusap kepala Delina.
"ih ogah sama Raditya, aku pulang sama Rea aja naik ojol.. " ucap Delina manja.
"enggak ,enggak boleh nanti biar bang ridho saja yang jemput sekalian antar Rea..titik..udah gak ada bantahan.." ucap bang Ray sembari melangkah menuju ke mobilnya.
"bang...g...g....aduh...bang Ray.." bantah Delina.
" udah Del, kamu nurut bang Ray aja, dia sangat menyayangi mu, dia gak mau sesuatu terjadi sama kamu..." ucap Rea.
" hai Del, gimana kabarnya.." tanya Raditya.
dengan senyum yang mengembang Delina menjawab..." baik dit..."
" berangkat sama siapa "
__ADS_1
" sama Abang "
" lhah ...di mana bang Ray "
" sudah pergi mau ada meeting dengan klien katanya "
" o...."
dan setelah mereka selesai ngobrol akhirnya merekapun masuk ke kelas masing-masing..
Setelah beberapa bulan , ini hari pertama bagi Delina kembali kuliah, dia banyak ketinggalan pelajaran tapi karena kecerdasannya hanya dalam beberapa hari dia sudah dapat mengejar ketinggalannya.
Delina merupakan mahasiswi yang aktif dalam setiap kegiatan kampus, termasuk dalam ekstra bela diri dan karate..
" Del, ayo maju kita latihan, kamu sudah vakum selama beberapa bulan akan ada banyak ketinggalan dalam gerakan.." ucap pelatih karate yang berdiri di tengah tengah mahasiswa lain yang duduk melingkar.
buks baks buks
Tendangan Delina tidak ada satupun yang meleset, sang pelatih pun kewalahan dan menyesal meremehkan nya walaupun sudah lama vakum.
" ayo selanjutnya Raditya.." ucap coach.
Delina pun kaget " hah sejak kapan Raditya ikut kelas ini ) ucapnya dalam batin.
dengan senyum yang mengembang Raditya pun menghampirinya ?
" hai cantik ayo pukul yo...." ucap Raditya sambil memasang kuda kuda.
mereka pun latihan dengan baik, dan Raditya semakin baik ..
__ADS_1
" sudah ..waktu kita sudah habis kita bertemu minggu depan , untuk berlatih setiap hari kdlian boleh ke mari dan latihan di sini " ucap coach sambil tersenyum dan pergi berlalu meninggalkan mereka yang duduk delosor di lantai dengan penuh peluh dan keringat.
" kak Radit ..kamu cape ya ...sini aku kasih minum dan aku lap keringat kamu..." ucap cindy adik kelas dari jurusan yang sama yaitu kedokteran.
Raditya pun tersenyum dan meraih botol pemberian dari cindy.. sesekali dia melirik ke arah Delina yang terlihat kesal.
" o iya cin kamu gak capek emangnya..." tanya radit.
" ya capeklah kak, tapi ya gak apa apa demi kakak.." ucap cindy merayu.
" ih...norak tau....'' gumam Delina sambil berdiri dan beranjak pergi..
Raditya yang melihatnya pergi pun hendak menyusul dan meninggalkan Cindy yang juga kesal.
" maaf ya cin, aku gak bisa terima semua kebaikan mu, sekali lagi maaf ya dari pada kau kecewa nantinya.." ucap Raditya sebelum berlari mengejar Delina yang ngambek.
Raditya berhasil mengejar Delina dan meraih tangan nya..
" Del, del...kamu kenapa sih, aku gak ada hubungan apa apa sama Cindy..." ucap Raditya.
" eh...ada hubungan juga gak apa apa kali, aku kan bukan siapa siapa nya kamu " jawab Delina kesal.
" O...begitu... beneran aku bukan siapa siapanya kamu, jadi kamu gak apa apa aku Deket sama cewek lain...nah terus itu tadi apa...ngambek dan berlari kemari.." ucap Raditya sambil tersenyum.
Delina dengan muka merah merona berusaha menutupi nya dan mengalihkan tatapan Raditya untuk kembali masuk ke ruang ganti ( toilet ).
ternyata di toilet ada Rea..
" hai del, kamu kenapa mukanya merah gitu, malu..." kemudian Rea mencoba mengecek ke luar, dan dia langsung paham karena terlihat Raditya yang berjalan meninggalkan tempat ini dan menuju toilet laki laki.
__ADS_1