
Sekitar 2 jam perjalanan, sampailah Raditya dan Ray ke salon salsa .
Ray meminta Delina untuk membawa starla ke salon salsa karena pemilik salon salsa adalah teman SMA nya dulu...
" hai salsa...tambah cantik aja lo.." sapa Ray.
" hai ..tuan Raymon sigit waluyo , CEO waluyo group...apa kabarnya , ih...kamu juga tambah keren aja Ray..coba aku belum nikah pasti aku nikahin kamu...hahaha..." mereka pun bercanda .
" o iya , kenalin ini Raditya.." ucap Ray.
salsa dan Raditya saling berjabat tangan untuk berkenalan.
" oya ...ngomong ngomong ngapain kamu ke sini, mau perawatan.." ucap salsa.
" ye...ya enggaklah sa...ini gue mau nyariin adek gue , si Delina, lo ingat kan, dulu waktu gue ajak dia main ke rumah lo masih kecil umur 12 tahunan kalau gak salah..." ucap Ray.
" o iya iya aku ingat Ray.." jawab salsa.
" tadi itu emang ada 2 gadis muda nengendarai mobil sport warna merah..perawatan komplit satu paket, kalau gak salah sekarang lagi di spa atau entahlah tadi diapain aja...udah kalian duduk dulu gi di dalam.. bentar lagi juga kelar ...o iya barusan pegawai ku bilang masih perawatan kuku di ruang sebelah ,udah kalian duduk aja..." ucap salsa.
" hah...." ucap ray dan Raditya saling tatap bersamaan.
" bang emang diapain aja...dari kuku sampai kepala...jangan jangan..." bisik Raditya.
" hus heh diam aja lo kita tunggu aja di sini ntar juga kelar...." gertak Ray.
" ih..punya abang galak amat sih..." gunam Raditya.
" lho mau berhenti ngejar adik gua...ok..." ancam Ray.
" ih... enggaklah bang, ok ok gue diem..." dengus Raditya.
" emosian amat..." gumamnya.
" dittt....."
" i i i...iya abang" jawab Raditya kemudian menyambar sebuah majalah.
sudah sekitar 3 jam Raditya dan Ray menunggunya.
Raditya yang mulai capek dia bangkit dan berjalan melihat lihat sekeliling, tapi ada mbak mbak yang menegur untuk tidak melihat lihat ke dalam ruangan .
" mas, tolong ya kalau mas mau lihat lihat jangan masuk ke dalam ruangan atau mas mau perawatan juga tapi nunggu nomor antrian, silahkan ditunggu di ruang tunggu..." ucap pegawai nya.
" iya mbak .." jawab Raditya.
sedangkan Ray yang menyaksikannya hanya tersenyum dan menahan tertawa.
"aduhhh bang , berapa lama lagi sih , Radit capek tau bang..." Radit mendengus kesal.
__ADS_1
" ya gak tau dit , udah lo makan dulu di cafe depan atau ngapin aja terserah asal lo gak bosen lagi..gue di sini aja, sekalian lo bungkusin buat gue..." ucap Ray.
" ok deh bang..." jawab Raditya sambil melangkah ke luar salon dan munuju kafe di depannya...
Saat Ray sedang asyik memainkan ponselnya, tiba tiba sesosok pria bertubuh tinggi putih menghampiri,dia mengenakan sepatu fantovel , berpakaian rapi dan bersih, berkaca mata ...Ray yang melihatnya dari bawah ke atas pun terkejut.
" hei...lo Al..." ucap Ray.
Aldi hanya tersenyum dan menyambut pelukan persahabatan dari Ray.
" tuan Raymond CEO waluyo group kenapa ada di sini.." tanya Aldi.
"iya temenin Delina sama Starla lagi perawatan.." gumamnya .
"padahal mereka gak tau kalau gua tungguin sudah hampir 4jam di sini " imbuhnya dalam hati.
" lo sendiri Al ngapain ke sini..."
" ini gua mau konsultasi sama salsa soal baju dan make up yang mau dipakai mamaku dalam acara wedding sepupu, sekalian minta salsa yang jadi make up wedding ntar...salsanya bisa nggak.." jawab Aldi.
setelah beberapa menit, perawatan selesai..
akhirnya salsa, Delina,dan Starla pun keluar dari sebuah ruangan spa...
Delina yang mengenakan kaos oblong dan celana 7/8 dengan rambut tergerai lurus dan lembut ,serta kulit putih yang mulus dan bersinar..bak putri raja .
Sedangkan Starla dengan baju seadanya rok panjang , atasan lusuh...tapi tak mengurangi kecantikannya..rambut di bawah bahu dengan cat merah maron di bagian bawah, lembut dengan model Curly membuat nya semakin luwes..kulit yang tak lagi kusam, putih bersinar...
" wao ...cantik banget sih lo Starla..." gumam Ray.
" Ray, cewek satunya itu cewek lo ya..." bisik Aldi.
" bukan cewek gue tapi calon istri gue Al..." jawab Ray sambil tersenyum.
" gila kamu dah mau nikah aja Ray" ucap Aldi sambil menepuk bahu Ray.
" nah lo kapan mau merrid.." tanya Ray.
" belum ada jodohnya Ray.." jawab Aldi.
" adek lo boleh gak gue nikahin.."
" lo jangan gila Al, gak cocok adek gua sama lo, lo dokter adek gue jago berkelahi, ntar yang ada lo di kdrt terus..." jawab Aldi.
" kan aku dokter bisa obatin sendiri, lagi pula adek lo kan juga dokter, dah sama sama dokter kan..." jawab Aldi gak mau kalah.
" o iya ya....tapi siapa juga yang mau punya adek ipar kayak lo, mata lo 4..." jawab Ray terkekeh.
" sialan lo Ray..." merekapun tertawa.
__ADS_1
Delina dan Starla pun nyamperin mereka.
" lho bang Ray kok di sini, kak Aldi juga.." ucap Delina.
" ini del , tadi abang gak sengaja mampir ini kan salon punya teman abang ,iya kan Al.." ucap Ray sambil menyodok perut Aldi.
" i i iya betul..." jawab Aldi.
Salsa pun muncul dari belakang sambil membawa majalah hendak ditumpuk di nakas ..
"gak sengaja mampir kok 3 jam eh lebih lah 4 jam..." ucap salsa sambil cekikikan.
" lo ngomong apa sa..." tanya Ray dengan sorot mata tajam
" eh ..enggak Ray...eh lo juga di sini Al, kapan lo kembali ke Indonesia, denger denger lo kuliah kedokteran di luar negri..." ucap salsa mengalihkan pembicaraan.
" iya baru beberapa minggu ,dan rencana sih mau di sini terus ..." jawab dokter Aldi.
"bagus lah.."
"o iya , sa aku mau konsultasi masalah make up dan baju wedding sepupu denger denger lo juga jadi IO dan make up wedding.." ucap Aldi.
"iya Al, tapi tunggu benta ya ,gue beresin dulu ruang kerja gue , biasa anak gue nyusul gue ke sini sebelum dia tidur pasti semua berantakan..." ucap salsa .
" ok.."
akhirnya mereka pun ngobrol berempat .
dan saat Raditya kembali dari kafe tak sengaja dia ketemu Cindy hendak perawatan ke salon juga, mereka pun jalan bersamaan..
Dan seperti biasa Cindy yang centil selalu bergelayut di tangan Raditya...
Saat Raditya membuka pintu masuk..
jedar...
seperti petir yang menyambar , kedua pasang mata saling menatap dengan penuh rasa cemburu dan hancur ..
Raditya menatap Delina duduk berdua dan bercanda dengan Aldi, sedangkan Delina juga menatap cindy yang menggandeng tangan Raditya. Raditya yang sadar menggenggam tangan cindy pun segera melepaskannya.
Seperti belati yang mengiris begitulah kira kira yang dirasakan keduanya.. Delina berdiri mendekat ke arah Raditya dan cindy..
sejenak penuh amarah dan muka yang merah padam.. Delina hanya diam dan terus menatap kedua nya bergantian..kemudian berlari dan pergi mencari mobil sport merahnya..
Raditya berusaha mengejarnya...
"Del, Delina tunggu del..." tapi Delina tidak menggubrisnya dia tetap berlari dan masuk ke mobilnya kemudian melajukan dengan kecepatan tinggi.
pikiran Raditya semakin kacau takut terjadi sesuatu dengan Delina.
__ADS_1
Raditya pun mengejar dengan mobilnya tapi tetap tidak bisa hingga dia kehilangan jejak.