
pagi yang indah, diiringi suara burung burung yang berkicauan...
sinar mentari yang setia menyelimuti dan kabut lembut yang menyapa dengan senyum yang berseri.
seorang gadis cantik berparas ayu tersenyum dengan manis.. rambut lurus yang terurai , mata sayu yang mendayu dan langkah kaki anggun bak seorang ratu.
Gadis manis yang hendak menjemput mimpi dan masa depan... seorang gadis yang mendambakan cinta seorang pangeran.
Delina pun melangkah dengan hati berdebar..
" Del, kalau sudah sampai di sana kabari kami ya.." ucap Sari sambil memeluk sahabatnya itu.
Delina hanya mrngangguk...dengan bulir bulir air mata yang tak bisa dibendung.
"hai del , jangan menangis dong, kamu di sana akan bertemu dengan mimpimu, seorang pangeran yang akan selalu mencintaimu dan menjadikan mu ratu nya.." ucap Anton sambil memegang kedua pundak Delina yang menunduk..
Dan tiba tiba Anton mencium kening Delina, membuat Sari dan Dio terbelalak kaget..
Tapi Delina tetap diam, dia menatap mata Anton, pemuda desa yang polos dan jujur serta tulus...
kemudian Delina tersenyum..
" Anton, terimakasih selama ini kau selalu ada untukku, tapi sayang takdir cinta kita tak mengijinkan kita bersama, semoga suatu saat nanti kau menemukan gadis yang lebih baik dan cantik dariku..." ucap Delina sambil menyeka air matanya.
Dan setelah berpamitan, Delina pun berjalan melangkah menuju pesawat yang akan membawanya ke Singapura.
Anton hanya terdiam melihat gadis yang dicintainya pergi menjemput hati nya, cinta sejati nya.
" Anton, kau pernah mengatakan kau ihklas ton , ihklaskan dia pergi menjemput kebahagiaan nya.. biarkan dia bahagia dengan cinta sejatinya..." ucap Dio.
" iya Dio, aku sudah mencobanya, tapi tetap gak bisa... sebenarnya ihklas itu bohong , gak ada yang namanya pergi dengan ihklas, enggak enggak ada, tapi yang ada adalah terpaksa melepaskan dan lama kelamaan akan terbiasa.." ucap Anton.
" ya udah yuk, langsung kita pulang dan mampir ke rumah pak jhon, kontraktor ternama..
mereka bertiga pun pulang dengan dua mobil.
*** sesampainya di Singapura, Delina tak langsung menemui Raditya, namunvdua telp Rama .
" hallo Ram, ini aku Delina..."
[ eh iya , lho kok , bener ini...kamu ada di Singapura ya Del..kok nomer kamu beda dari nomor sini.,,]
" iya Ram gue sekarang sudah ada Singapura"
[ O iyaa bagus dong, gue jemput atau dah dijemput pak bos...]
" eh, udah udah gak usah dijemput gue dah ada di taxi, lo share aja lokasi kantornya, dan jangan kasih tahu Raditya, gue mau kasih kejutan...ok ram, gue tunggu shere lok nya ya bye"
__ADS_1
beberapa saat kemudian sampailah Delina di depan sebuah gedung megah tinggi menjulang, dia mencoba mengamati dan berjalan menuju pintu utama, di sana terlihat wajah pria yang sudah tidak asing lagi yaitu Rama .
Rama pun tersenyum menatap gadis cantik calon istri pak bos nya ..
Delina pun tersenyum melihat Rama yang ternyata lebih ganteng dari yang selama ini. hanya di video call.
"wah ternyata si Rama ganteng banget, Apalagi pak bosnya " gumam Delina seraya tersenyum.
" hai Delina wellcome to Singapore " ucap Rama sambil menjabat lembut tangan Delina.
" yuk langsung saja ke ruangan pak bos, sekarang dia sedang rapat " ..ucap Rama.
" ok Ram..." jawab Delina dengan lembut dan anggun.
ya penampilan Delina saat ini sangat jauh berbeda dengan Delina yang dulu, yang dulu sangatlah tomboi, tapi sekarang dia lebih sering menampilkan sisi cewek manis nya..
kali ini dia datang ke Singapura dengan outfit yang berbeda...yaitu rok 7/8 warna maroon, sepatu kets warna putih dan atasan kaos yang dipadu dengan blezer dengan warna cream.
" wah cantik sekali gadis itu , apa pacarnya pak Rama atau pak Radit ya" ucap salah satu pergawai bagian personalia dalam bahasa Inggris.
" kayaknya lebih cocok sama pak Radit deh.." jawab temanya dengan bahasa inggris pula.
Dengan ramah Delina menyapa semua pegawi berpapasan.
setelah memasuki ruangan Raditya, Rama meminta nya untuk istirahat sambil menunggu Raditya selesai rapatnya.
Delina merasa letih , dia taroh sekotak makan siang kesukaan Raditya di atas meja makan di sisi kanan ruangan itu.
setelah beberapa saat rapat pun selesai.
Raditya bergegas masuk ke ruang kerjanya...
ceklekkkk
Raditya membuka pintu dan mencium bau makanan kesukaanya..dia lihat sekeliling, matanya tertuju di sofa panjang di sudut ruangan, di samping meja makan..
Raditya melangkah dengan pelan pelan dan hati hati...
betapa terkejutnya dia setelah melihat gadis yang tertidur di sofa itu..
Raditya mendekat, dan mengusap lembut pucuk kepala nya..dia terdiam memandangi wajah cantik dan polos yang tertidur itu..
Dia usap lembut pipinya kemudian bibir merah mudan nya yang sangat menggoda, namun Raditya tidak berani untuk menciumnya..dia pemuda yang sangat menghormati wanita.
Raditya duduk dan memangku kepala Delina yang tertidur sangat pulas sehingga kepala nya dinpindah di pangkuan Raditya pun dia tidak terbangun.
Raditya masih terus memandangi wajah cantik kekasihnya itu, mengenggam lembut tangannya..dan mengusap lembut keningnya..
__ADS_1
Raditya hanya tersenyum bahagia
" sayang , kau memang payah niat mau kasih kejutan ke aku malah kamu sendiri yang nantinya bakalan terkejut, saat kau bangun sudah berada di atas pangkuanku.." gumam Raditya sambil terus membelai pucuk rambut Delina.
kira kira sekitar setengah jam Delina tertidur di atas pangkuan Raditya...
dan Rama pun datang tanpa mengetuk pintu karena sudah kebiasaan dia kalau masuk ke ruangan bosnya itu tak pernah kasih aba aba..
" bos...sorry sorry bos, aku balik , maaf lupa.." ucap Rama yang melihat bosnya sedang membelai rambut kekasihnya dalam pangkuannya...
" hei ...ke sini ram aku mau ngomong..." ucap Raditya sambil tersenyum dan memberi kode ke Rama untuk mendekat kepadanya.
" itu di atas meja ada berkas rapat tadi aku sudah tandatangani, tinggal kamu pelajari dan buat proposal untuk perincian biayanya.." ucap raditya dengan tersenyum.
" ok pak pos..eh bu bos kenapa itu..." tanya Rama.
" enggak ,dia kelelahan saja ketiduran, memang gadis payah..." ucap Raditya sambil mencubit lembut hidung mancung Delina.
Rama pun tersenyum melihat kelakuan bucin bosnya .
" o iya Rama, untuk hari ini dan besok urusan kantor kamu yang hendel ya..kamu tahu kan.." imbuh Raditya.
" siap pak bos .. cepetan nikahin aja bos, biar gak garing dan hanya pegangi kepala doang.." ejek rama sambil berlari mengambil berkas di atas meja kemudian ke luar sambil tertawa lebar..
"sialan kamu" ucap Raditya.
dan kegaduhan itu membuat Delina terbangun dan membuka mata perlahan lahan.
betapa terkejutnya Delina membuka mata di depannya sudah ada pemuda tampan yang tersenyum..diapun segera bangun dan duduk sambil terus menatap dengan mengumpulkan kesadarannya.
Raditya yang tampan tersenyum dan membelai lembut pipinya serta mengecup keningnya.
Delina yang sudah tersadar sepenuhnya pun tersenyum dan mengahambur memeluk kekasihnya itu.
"Dit, apa ini benar benar kamu, aku gak percaya bisa memelukmu dit.." ucap Delina sambil menangis tersedu sedu.
"iya sayang ini aku, aku tak akan pernah meninggalkanmu lagi , kita akan bersama selamanya... setelah hampir 3 tahun kita berpisah hari ini kau milikku..." ucap Raditya sambil terus menciumi kekasihnya itu.
setelah beberapa saat kerinduan mereka melebur..
Raditya yang duduk di samping Delina pun mengusap lembut rambut kekasihnya itu..
Delina hanya tersenyum...
" sayang kita menikah ya..." ucap Raditya.
sontak Delina terkejut dan menatap lembut mata Raditya.
__ADS_1
Delina pun mengangguk sambil memeluk Raditya.
"kita menikah di sini dan kau tetap di sini selamanya dan masalah dokumen biar aku yang urus, toh di sana kamu sudah tidak ada wali nikah ..jadi kita bisa melakukan acara yang sakral itu di sini, biar dosa kita berkurang... kamu tahu aku menciummu dari tadi sudah menggugurkan amal Sholeh ku selama ini.." ucap Raditya membuat Delina tersenyum dan mengangguk .