
Dan tak lama kemudian Sampailah mereka di markas bang Ray.
Saat itu bang Ray yang sedang melukis pun dikejutkan oleh suara motor gede brem brem...
Bang Ray pun menyuruh temannya yang lebih muda untuk melihat siapa yang datang..
tenyata Raditya dan teman! temannya.
"hai kalian tumben jam segini main ke sini..." ucap bang Ray .
"bang maafin Radit ya bang, Radit gak bisa jagain Delina.." ucap Raditya sambil menunduk .
"apa maksut lo apa dit..." ucap bang Ray sambil melotot dan mencengkram krah jaket Raditya.
"Delina diculik bang saat dia sedang jualan es cincau di perempatan jalan pahlawan bang.."ucap Hendra sambil tetap menggenggam tangan Rea yang masih ketakutan.
"apa... Delina diculik..ada jejaknya atau tidak..."
"ada bang ini ada nomor platnya tadi sempat ditulis sama Rea" ucap Hendra sambil menyodorkan kertas itu ke bang Ray.
"ok ok...kita harus tenang...kita akan menemukan penculiknya.."
"ada yang bawa laptop gak.."
"ada bang..ini.." ucap Rea sambil menyodorkan laptopnya.
Bang Ray langsung membuka laptopnya dan mengotak atik beberapa aplikasi dan mulai mencari siapa pemilik mobil tersebut.
Dan bang Ray pun bersandar sambil tersenyum..
" ok gue sudah mendapatkan alamat prmiliknya, dan untungnya belum pernah dimutasi atau balik nama.." ucap bang Ray sambil melangkah dan mengajak semua teman temannya ikut.
Dan merekapun pergi bersama sama mencari informasi.
** di tempat Delina diculik**
Delina yang diikat tangannya, matanya di tutup dan mulut nya disumpal sapu tangan..
"breng***k nih orang orang" gumamnya dalam hati.
" elo gak akan kayak gini kalau mau nurut apa kata gue cantik, o...tapi sebentar lagi ...percuma kau cantik kalau sudah ....." ucap suara wanita yang seperti tidak asing bagi Delina.
"cih..." ucao wanita itu sambil melepas tutup mata Delina.
kemudian dia juga melepaskan sumpal mulutnya.
Delina yang membuka mata seakan tak percaya .
"lo......" ucap Delina terkejut.
"hemmm...iya gue" ucap wanita itu.
"sialan lo Starla... lepasin ikatan gue , gue hajar lo semua.." ucap Delina.
Starla dan beberapa preman pun tertawa..
__ADS_1
"Hei kalian , kalian semua mau kan sama gadis ini...dia gadis binal yang gak tau diri, beraninya merebut Raditya ku ..." ucap Starla sama para preman tersebut.
" brengsek kalian..." umpat Delina.
"he.... hentikan ucapanmu atau lo gue habisi sekarang .."gertak Starla.
"lo pikir gue takut..." ucap Delina.
bruks bruks....
Dengan emisi Starla memukuli Delina dengan tangannya.
Dan tak sampai disitu dia melihat seorang preman itu mengenakan ikat pinggang, Starla meminta nya dan mencambuk Delina.
Darah segar mengalir dari mulut dan hidungnya, memar di seluruh muka dan tubuhnya.
"ingat ini Delina, ini akan lebih kejam lagi...gue gak akan terima lo rebut Radit dari gue...."teriak starla seperti orang gila.
Delina yang sudah lemah pun hanya bisa menunduk..
"sudah gue bilang ,gue gak pernah rebut Radit dari lo, gue gak suka sama dia..."
" bohooooong.."
"gue lihat lo sering jalan sama dia " imbuh Starla.
"gue udah muak sama gadis ini, bawa dia pergi buang saja dia atau habisin saja..." ucap Starla frustasi.
para preman itu kemudian melepaskan ikatan tangan Delina karena mereka yakin dia sudah tidak bisa lagi melawan.
"tunggu...kalian mau bawa dia ke mana.." tanya Starla.
"jangan nanti mayatnya bisa ditemukan polisi kita bisa kena masalah..gue punya ide yang akan lebih membuatnya menderita..."ucap Starla dengan senyum jahatnya.
"apa bos.."
"kalian perko** saja gadis itu ramai ramai lalu gue rekam dan kita sebarin di dunia maya dengan akun bodong..dengan begitu dia tidak akan lupa seumur hidupnya telah berurusan dengan Starla..ha haha ha...." ucap Starla sambil tertawa penuh kemenangan.
Delina yang sudah lemah hanya menggeleng
"jangan aku mohon..Tuhan tolong aku.." ucap Delina yang sudah tak punya tenaga bahkan untuk berdiri saja sudah gak kuat.
Sedangkan para preman itu semakin bernafsu dan berusaha memegangi tubuh Delina yang sudah lemah.
Starla yang merekam kejadian itu hanya tersenyum getir penuh kemenangan.
"aku mohon jangan sentuh aku" rengek Delina sambil beringsut mundur .tapi para preman itu tidak menghiraukannya malah semakin mendekat dan meraba kaki serta bagian sensitif Delina.
Delina pun memejamkan matanya, saat salah satu preman itu mencoba merobek baju Delina.
Dan bruaks....semua kaget dan menoleh..
ketika seorang laki laki tampan ,gagah bertubuh tinggi tegap diikuti para pemuda yang tak kalah tampan mendobrak pintu gudang tersebut.
"hajar mereka..."perintah laki laki itu .
__ADS_1
laki laki itu adalah bang Ray.
seketika terjadilah perkelahian, dan para preman itu akhirnya bisa dilumpuhkan oleh teman teman bang Ray.
Bang Ray sendiri pun mencekal Starla..
sedangkan Raditya panik dengan keadaan Delina.
Delina yang sudah tak sadarkan diri dengan keadaan yang begitu memprihatinkan..baju yang sudah sobek dan hampir saja memperlihatkan bagian tubuhnya, luka lebam dan darah segar di sudut bibir dan hidungnya.
Hendra dan Rea pun segera menghampirinya .
" ayo dit cepetan kita bawa Delina ke rumah sakit.." ucap Rea yang sudah paham dengan keadaan Delina dia butuh infus untuk menambah cairan tubuhnya , karena dia juga calon dokter.
mereka segera membawa Delina ke luar dengan dibopong oleh Raditya.
"lo bawa Delina ke rumah sakit ,gue dan teman teman gue di sini dulu nungguin polisi datang.." ucap bang Ray
"baik bang.." ucap hendra,aldo Rea dan Raditya.
sedangkan Starla yang sudah putus asa hanya bisa pasrah.
"elo gadis yang menyuruh mereka buat siksa adek gue .."tanya bang Ray.
Starla hanya tersenyum tak menjawab..
"kalian sudah terlambat, gadis itu sudah tidak lagi suci mereka sudah memakannya...akulah pemenangnya...hahaha....." ucap Starla.
plaks...
satu tamparan mendarat dipipi Starla.
"bajingan lo, lo akan membayar semuanya.." ucap bang Ray.
"berapa lama lagi polisi sampai di sini.." tanya bang Ray.
"kira kira 30 menit lagi bos.." ucap salah satu teman bang Ray.
"o...lama juga ya...30 menit cukuplah untuk bersenang-senang dulu, iya gak..."
"yo i bang"
bang Ray tersenyum licik.
"hah kalian mau apa..." ucap Starla ketakutan.
"o takut ..kita mau melakukan seperti apa yang kalian lakukan pada adikku..." ucap bang Ray seraya mengunci Starla dengan kedua lengan kekarnya.
" tidak aku mohon...aku cuma berbohong, mereka belum ngapa ngapain Delina, tolong ...jangan ...jangan..." rengek Starla.
"O....belum ya, bagus lah ...tapi sayangnya sekarang gue yang mau sama lo.." ucap bang Ray.
"tidak bang gue mohon bang...."
"sekarang lo lepasin baju lo atau gue yang paksa..." ucap bang ray.
__ADS_1
Starla semakin pucat, dia hanya diam membisu.
"ehm...lo pikir gue akan benar benar lakuin itu ke elo, cih ..najis gua sentuh lo...lagi pula gua dan teman teman gue bukanlah bajingan seperti kalian..." ucap bang Ray sambil mencengkram kedua pipi Starla yang masih ketakutan.