
hari berganti waktu berlalu sudah hampir satu bulan Delina belum ditemukan..Ray dan Keluarganya pun sangat terpukul .
Raditya pun bermaksud mendatangi rumah Ray untuk minta maaf... sebelum berangkat ke singapura.
Di Singapura dia melanjutkan kuliah dan menjalankan perusahaan keluarganya..selain itu dia juga berharap bisa menyembuhkan luka hatinya karena kehilangan orang yang sangat dicintainya.
Tapi sesampainya di depan gerbang rumah mewah 3 lantai itu dia urungkan niatnya.. Raditya hanya memandanginya sendu..
" apakah aku sanggup meninggalkanmu Del, tapi aku gak mungkin bisa melupakan mu...di mana pun kamu berada semoga kelak kita bisa bertemu lagi... sampai kapan pun hatiku hanya milikmu.. Delina.." ucap Raditya dengan tertunduk dan deraian air mata yang tak terbendung...dia usap air mata di ke-dua matanya, dia terdiam sesaat...
kemudian Raditya berjalan menghampiri taxinya menuju bandara.
Ray yang melihat dari balik jendela lantai 2 rumahnya...hanya terdiam, dia pun bisa merasakan luka hati Raditya.
karena diapun merasakan hal yang sama , dia sangat menyayangi Delina lebih dari apapun juga , karena hanya Delina yang menjadi obat dari setiap luka hatinya, Delina gadis ceria yang selalu memberikan kasih sayangnya dengan tulus..
keluarga yang hancur berantakan membuatnya kehilangan kasih sayang , dan hanya bu Risma dan Delina yang bisa menggantikannya.
*flashback on*
Saat itu Ray yang masih Duduk di kelas 2 SMP, dia pulang dari sekolah dan hendak ke kamar mandi untuk membersihkan diri , tapi ayah tiri Delina memalaknya dan meminta sejumlah uang..
ya karena walaupun Ray saat itu tinggal bersama Bu Risma dan Delina namun ayahnya tau bahwa dia masih memiliki sejumlah tabungan dan beberapa perhiasan milik nenek nya sebelum neneknya berangkat ke Sidney.
Ayah ibunya sudah bercerai ..karena itu Ray menjadi tak punya siapa siapa dan hanya bu Risma yang mau menjaganya dan menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri.
Ray mencoba melawan, karena kalah kekar , Ray yang ketika itu masih kurus dan lemah, sekali dipukul langsung roboh, dia sering menerima siksaan dari kekejaman suami baru bu Risma..
Ray berteriak membuat Delina dan ibunya kaget dan berlari, namun tak sempat menghindar ayah tiri delina hendak melenyapkan Ray yang dianggapnya tidak mau menurut karena tidak mau menyerahkan tabungannya kepadanya ..diapun mengambil pisau yang ada di sebelahnya dan Delina mendorong Ray sehingga dirinya lah yang terkena sayatan pisau di bagian perut nya..
" bang Ray....." teriak Delina, dan ingatan teriakan dari Delina yang menyayat hati membuat Ray tersadar dan
__ADS_1
*flashbakc off*
Ray berteriak dan menutup telinga nya ..
dan sejak saat itu Ray berjanji akan menjadi kakak yang baik yang akan selalu melundungi Delina...
dia tersungkur dan menangis sendirian, seorang CEO dingin yang ditakuti di dunia bisnis, sangat berbeda jauh dengan keadaan sekarang ini, pria yang hancur remuk hatinya...yang kehilangan adik kesayangannya...
seakan tersambung dengan naluri di antara mereka...di saat itu juga Delina yang berada di desa entah desa apa namanya..sedang duduk bersandar di kursi bambu , dia teringat semua kenangan bersama kakak tercinta Ray yang selalu baik dam membelanya...
" bang, kamu lagi ngapain sekarang, Delina kangen dengan abang... Delina ingin kembali ke sana tapi gimana caranya bang..." gumam Delina lirih.
Delina juga teringat dengan Raditya yang selalu menggoda nya dan dengan tulus mencintai nya .
" dit , aku kangen denganmu dit, mungkin sekarang kamu sudah bersama Mama dan papamu di Singapura, kau akan sukses di sana dit....ya...mungkin ini cara Alloh untuk mu menjadi anak yang berbakti dengan orang tua , kalau aku tidak tersesat sampai di sini kau mungkin malah semakin berani melawan orang tuamu.. " ucap Delina dengan air mata berlinang.
saat Delina sedang duduk dan meratapi kesedihannya karena rindunya dengan keluarga di rumah ada tangan yang hangat memegangi pundaknya..
" Del, kamu menangis , aku tahu Del kamu pasti merindukan keluarga mu... tapi gimana lagi Del, aku tak bisa berbuat apa apa , kami tak memiki biaya untuk mengantarkan mu ke Jakarta, desa ini terlalu jauh dari kota Del..." ucap Sari yang kemudian duduk di samping Delina.
Delina menatap Sari kemudian dia tersenyum..
" enggak Sar, justru seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu dan ibu karena telah menolongku dan mengijinkanku tinggal bersama kalian.." ucap Delina.
"o iya Sar, aku mau bertanya tapi sebelum nya minta maaf ya kamu jangan marah.."
" ehem..."
"sudah hampir sebulan aku tinggal di sini tapi gak pernah lihat suamimu Sar, memangnya dia ke mana kerja merantau atau ke mana sih sar.." ucap Delina sambil menatap sari lekat.
Sari tertunduk dan menangis...
__ADS_1
" eh ..kok kamu menangis sar, aku minta maaf ya , kalau kamu gak mau aku bertanya masalah itu ya udah aku gak akan bertanya lagi.... maafkan aku sar.." ucap Delina sambil memeluk Sari yang menangis tersedu sedu.
" aku tak tahu Del, dia di bawa paksa dengan tidak manusiawi oleh pak Broto orang jahat itu, dia membawa dan menyiksanya.. sampai sekarang mas dio gak pernah kembali...hikcs hikcs...aku gak tau sekarang dia di mana..." ucap sari sambil menangis tersedu-sedu.
" apa...maafkan aku ya Sar..." ucap Delina.
Delina terus berpikir ..." pak Broto, siapa dia...kok ada orang sejahat itu..." gumamnya.
" tapi kenapa tidak dilaporkan polisi sar, kita harus mendapatkan hak yang sama ini Indonesia negara hukum ..."
" ehm...iya Del, bagi mereka yang pintar dan berduit mungkin iya, tapi untuk kami yang bodoh dan miskin bisa apa ...kami hanya menjadi boneka bagi mereka yang kaya dan berkuasa.." ucap Sari sambil menunduk.
Delina terdiam dia menatap Sari dengan iba..
" kamu gak boleh nyerah Sar, aku sudah berada di sini aku akan membantumu semampuku..." gumamnya.
" dulu aku dan mas dio sama sama duduk di bangku SMP, kami bersekolah dengan harapan bisa mengentaskan desa ini dari kemiskinan dan menjadikannya desa yang maju...tapi takdir berkata lain.." ucap Sari sambil menatap ke arah depan dengan pandangan yan kosong dan hampa.
Delima hanya menyimak dengan seksama.
" terus siapa pak broto ??"
" pak Broto adalah ayah dari mas dio...dia mengetahui kalau gadis yang dicintai anaknya adalah aku yang selama ini diincar oleh nya untuk dijadikan istri barunya ..dengan sekuat tenaga dan penuh perjuangan aku berusaha mempertahankan cintaku... sampai sampai ayahku terkena struk karena kaget mengetahui aku dan mas dio saling mencintai...semua orang di desa ini tidak ada yang berani berbuat apa apa, pak broto adalah orang paling kaya di desa ini, sampai sampai semua aparat desa dan kepoloisian berada dalam kendalinya ..." ucap Sari sambil sesekali mengusap air matanya.
Delina menggenggam hangat tangan Sari untuk memnguatkannya..
" dulu ayahku adalah salah satu perangkat desa yang jujur , tapi karena kejadian itu dia syok dan terkejut dia terkena darah tinggi semua harta kami habis untuk berobat, sampai sampai aku tak mampu melanjutkan ke SMA...dan diam diam aku dan mas dio menikah .. awalnya aku menolak karena aku takut pak Broto akan menyakiti keluarga ku tapi aku luluh juga , mas dio orang yang baik, dia berjanji akan melindungi ku dan keluarga ku ... sudah hampir 3 bulan kami menikah diam diam tidak diketahui oleh pak broto hanya keluarga ku saja yang tahu...sampai pada saat itu...aku hamil 2 bulan dan beritanya menyebar sampai ke pak broto, dia geram dan mendatangi ku yang kebetulan mas dio saat itu sedang berada di rumah..dia di seret, dipukuli dan disiksa di depanku, aku hanya menangis dan memohon untuk berhenti menyiksanya, entah hidup atau mati sekarang mas dio aku gak tau dan saat itu juga ayahku meninggal , dia terjungkal dari kursinya dengan mulut,hidung dan telinga penuh darah ....hikcs hikcs...." Sari menangis tersedu sedu.
Delina memeluknya hangat untuk menenangkannya..
" kejam sekali mereka, aku gak bisa diam melihat kejejaman ini sar.." ucap Delina.
__ADS_1
" kamu mau apa Del, dia bukan orang sembarangan dia punya banyak anak buah, lebih baik kamu diam saja di sini sampai keadaan aman dan aku mengumpulkan uang untuk kamu bisa kembali ke kota dengan aman Del.." ucap Sari.
" trimakasih Sar, kamu sungguh baik ...aku janji akan mencari dio dan membuat perhitungan dengan bajingan itu..." ucapnya dalam hati.