Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Bertemu keluarga yang baik.


__ADS_3

" Radit.....t...!!!!." Delina tersentak dari tidurnya dan tampak seorang anak laki laki bersama seorang wanita tepat dihadapan Delina.


dan membuat Delina semakin kaget..


Dia melihat ke sekeliling dan mencari keberadaan Raditya dan teman temannya yang lain, rea, Hendra dan Aldo.


" hah..ke mana mereka..."


" apa apa cuma mimpi aku ketemu mereka.."


" ibu... ternyata sudah sudah bangun bu..." ucap anak laki-laki itu yang berusia sekitar 10 tahun.


Delina memandangi kedua orang itu , bingung..


" nona cantik , kenapa kamu tertidur di sini kamu tersesat ya, teman teman mu mana..." ucap wanita itu.


Delina tak menjawab, dia meringsek mundur karena ketakutan...


" ini benar manusia atau hantu ya..." ucap Delina dalam hatinya, namun dia merasa lega ketika ada sinar matahari yang menerpa dan tampak bayangan ke dua orang tersebut.


" jangan takut non, kami penduduk di desa dekat sini, kebetulan kami sedang mencari kayu bakar dan melihatmu tertidur di sini lalu kami membangunkanmu..." ucap wanita itu lembut.


" oh ...iya...maaf ya...mbak, saya saya kemarin tersesat sampai ke sini dan karena kelelahan saya tertidur semalaman di sini..." ucap Delina.


" non mau ke mana apa tujuannya ke hutan ini sampai-sampai tersesat di sini..." ucap wanita itu.


"aku ada kegiatan dari kampus camping di daerah sini tapi entah kenapa aku bisa nyasar ke sini..." jawab Delina.


" O...begitu ya , jadi non...ya udah kalau begitu untuk sementara non tinggal bersama kami saja, kami hanya tinggal bertiga..aku ,anakku dan ibuku yang sedang sakit di rumah..." ucap wanita itu.


"ayo bu, Dika udah lapar..." ucap anak laki-laki itu..


" iya iya....ayo non..." ajak wanita itu.


" i i iya mbak..." Delina bangkit dan melangkah mengikuti wanita itu.


"non...kami tinggal di desa itu non di balik bukit itu, ya lumayan jauh sih...habisnya..di sini masih banyak ranting non, ya maklumlah kami memakai kayu bakar untuk masak setiap hari, jadi butuh banyak ranting, dan sekalian kami mencari tanaman obat non buat ibu saya...ini ..." ucap wanita itu.


" ehm...jangan panggil non dong namaku Delina.."


" aku sari ,dan ini anakku Dika "


" O...iya ibu mu sakit apa sar, kenapa gak dibawa ke dokter atau puskesmas gitu..." tanya Delina sambil berjalan dan membantu membawakan sekantong daun obat untuk ibunya Sari.


" ehm...pusing mbak, kalau dipakai berjalan suka mutar mutar katanya terus kakinya suka linu linu..." jawab Sari.

__ADS_1


" kami tak punya biaya kak, buat makan saja kadang cuma lauk garam , mana bisa buat berobat nenek.." jawab Dika dengan polosnya.


" em... Dika, kamu ngomong apaan sih nak, gak enak tau sama kak Delina.." ucap Sari.


Delina tersenyum.


" gak apa apa Sar, namanya juga anak anak..."


mereka menyusuri jalan setapak dan parit parit sawah milik warga.


karena hari masih pagi jadi banyak warga yang melakukan aktifitasnya di sawah .


" Sar , masih pagi kok banyak petani yang sudah berada di sawah ya..."


" iya Del, mumpung hari masih pagi, kalau siang panas..." jawab Sari.


dan setelah kurang lebih setengah jam mereka berjalan.. sampailah mereka di sebuah rumah reot berdinding bambu yang sudah lapuk...


Rumah itu berukuran kurang lebih 5 meter kali 7 meter, tak ada sekat di dalamnya, kecuali kamar tidur yang disekat menggunakan kelambu biru yang sudah tak lagi berwarna biru tapi lusuh dan berjamur.


Deg....


Delina kaget dan tertegun menyaksikan keadaan ini, hatinya begitu pedih...


" dulu aku dan ibuku pernah menderita tapi tak seperti ini , Ya Alloh ...begitu mirisnya keadaannya..maafkan aku yang tidak pernah bersyukur atas segala nikmatmu ya Rabb..." gumam Delina, tak terasa buliran air matanya terjatuh dengan sendirinya, dan Delina segera menyekanya agar tak terlihat oleh Sari dan Dika.


" gak apa apa Sar..o iya ibu mu mana, boleh aku melihatnya..." ucap Delina.


Sari mengangguk dan mengantarkan Delina ke kamarnya, di sana tampak wanita tua sedang terbaring dengan keadaan yang memprihatinkan..


" bu ini teman Sari namanya Delina..untuk sementara dia akan tinggal di sini ya bu... kasihan dia sendirian tersesat di hutan bu, kebetulan aku dan Dika tadi menemukannya dan mengajaknya ke mari, gak apa apa kan bu .." ucap Sari.


ibunya sari hanya tersenyum dan mengangguk..


" nak, maaf tapi keadaan kami seperti ini.." ucapnya lirih karena menahan sakit kepalanya.


" iya bu gak apa apa, seharusnya Delina berterimakasih kepada Sari dan Dika sudah mau mengajakku tinggal di sini..." ucap Delina.


" bu , ibu kenapa , sakit kepalanya ya..."


" iya nak, udah biasa seperti ini gak apa apa.." ucap bu ijah sambil menahan sakit di kepalanya.


" ibu....tahan ya bu ini Sari masih rebus daunnya..." ucap Sari.


" bu...tenangkan pikiran ibu, sekarang ibu berbaring biar Delina periksa tekanan darah ibu.." ucap Delina seraya mengeluarkan peralatan medis nya beserta sekotak obat obatan.

__ADS_1


sontak Sari dan Dika kaget.


" bu, ternyata kak Delina seorang Dokter...kak Delina hebat ..." ucap Dika sambil mengacungkan jempolnya ke arah Delina..


dan Delina mbalasnya dengan kedipan mata dan senyum indah mengembang.


Delina memeriksa bu Ijah dengan seksama ..


" Sar, obat daun apa yang kau berikan kepada ibu..."


" ini untuk menurunkan darah Del, soalnya ibu darahnya tinggi .."


Delina menggeleng ..." kapan terakhir ibu periksa.."


" ya kira kira 2 tahun yang lalu .."


Delina tersenyum..." Sar, ibu bukannya darah tinggi , tapi darah rendah, makanya ramuan obat yang kau berikan bukannya menyembuhkan,malah membuat ibu semakin ngedrop..."


" hah...kok gitu..."


kemudian Delina menjelaskan kepada Sari panjang lebar apa yang boleh dan tidak boleh..


dan setelah Delina memberikan obat , berangsur angsur pusingnya hilang, ibu pun senang..


" untung Delina selalu bawa obat obatan..." gumam Delina lirih.


mereka pun senang dengan kedatangan Delina di rumah nya.


sedangkan Raditya, Rea, Hendra dan Aldo masih berputar putar di tengah hutan..


" dit, gue nyerah...kita kembali aja yuk..." ucap Aldo dengan lusuh dan lemas karena kelelahan.


" iya dit, kita serahkan saja sama tim SAR.." ucap Hendra.


" lagi pula kita juga memikirkan keselamatan kita guys...sudah 2 hari kita di sini perbekalan kita juga sudah mulai habis..lebih baik kita serahkan saja sama tim SAR...dan kita berdoa semoga Delina baik baik saja" ucap Rea.


kemudian Hendra melepaskan asap yang menjadi tanda keberadaan mereka dan sedang membutuhkan bantuan .


" dasar gila lo ndra , kita belum menemukan Delina..enggak, gue gak akan pulang.." ucap Raditya emosi


" elo yang gila dit.... sekarang kita harus berpikir realistis dit, kita akan tetap mencarinya tapi kita akan mencari di desa sekitar hutan ini .." ucap Aldo.


Raditya hanya terdiam, pikirannya kacau tak tahu harus bagaimana...


"ok kalau begitu..."ucap Hendra dan Rea.

__ADS_1


Dengan langkah gontai,lusuh dan terpuruk, hati yang remuk , hancur, karena menemukan kenyataan bahwa gadis yang sangat dia cintai hilang bagai di telan bumi.


__ADS_2