
Delina tetap diam tak berbicara sepatah kata pun..sampai di depan rumahpun Ray menuntunnya dengan lembut tapi Delina hanya diam.
" Del, kamu yang sabar ya , setidaknya Raditya sudah lewat masa kritisnya.." ucap Ray sambil memeluk adiknya yang hancur...
Delina tetap menangis di dada Ray, air mata yang ingin dia tahan selalu mengalir deras tanpa aba aba...pundak Ray pun basah dengan air mata Delina..
setelah beberapa saat Delina terdiam , ternyata dia tertidur dalam pelukan abangnya..
Ray terdiam takut mengganggu tidur Delina..
setelah cukup lama Delina tertidur, Ray menggendong tubuh Delina dan membawanya ke kamar, dia baringkan tubuh adiknya, dengan lekat Ray mengusap sisa sisa air mata yang ada di pipi Delina...dengan sedih juga Ray membelai pucuk kepala Delina dan mencium keningnya dengan lembut...
Ray merapikan selimut Delina dan mematikan lampu kamarnya kemudian melangkah keluar dengan pelan pelan.
Ray pun berbaring di sofa ruang tamu, lalu tertidur pula karena kelelahan..
setelah beberapa saat Delina pun terbangun, dia menatap lekat suaminya yang duduk di sampingnya...sambil mengelus perutnya..
" sayang , aku akan menjadi seorang ayah..." ucap Raditya dengan senyum manisnya.
Delina tersenyum dan hanya mengangguk, lalu memeluk tubuh Raditya...
" kalau dia nanti laki laki pasti akan gagah dan tampan juga pintar seperti ayahnya ..." ucap Delina.
" iya pasti sayang...dan kalau perempuan dia akan cantik dan juga pinter seperti bundanya " ucap Delina manja, Raditya pun mengangguk dan mencubit hidung Delina, kemudian menghujaninya dengan kecupan kecupan hangat... kemudian mereka berdiri tapi Raditya pergi entah ke mana, Delina pun bingung ke mana suaminya...
" Raditya, Raditya..... Raditya....aaaa...." Delina berteriak dan terbangun dari mimpinya...
__ADS_1
Ray yang mendengar teriakkan Delina langsung berlari dan memeluk tubuh Delina...
" kau bermimpi sayang , hanya bermimpi... jangan takut abang di sini, Raditya tidak kenapa kenapa ...." ucap Ray yang menenangkan adiknya dengan menedekapnya...
" bang , sepertinya aku gak bisa di sini aky harus berada di sampin Raditya bang, dia membutuhkan aku....aku yakin anakku bisa memahami dia aka sekuat aku bang, ayo bang kita ke sana sekarang..." rengek Delina dengan berlinang air mata..
" baiklah kita berangkat sekarang..." ucap Ray.
mereka pun segera bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit...
angin dingin dan cuaca yang tidak menentu tidak membuat Delina berhenti di tengah jalan mereka tetap melajukan mobilnya menuju rumah sakit..
sesampainya mereka di sana mama dan papa terlihat duduk dan lemas di kursi.. mereka terlihat letih..
Delina dan Ray memasuki rumah sakit tepat jam 1 dini hari, suasana sepi dan gelap..
" mama, papa, kalian pulanglah biar aku dan abang yang jaga di sini.." ucap Delina.
awalnya mama dan papa mertua Delina menolak tapi Ray menyakinkan untuk menjaga Delina dan calon cucu mereka, akhirnya mereka setuju untuk pulang...
Delina berdiri di depan pintu kaca ruangan suaminya...hanya dari balik pintu saja Delina bisa menemani Raditya yang sedang berjuang melawan maut...
Delina menatapnya dengan linangan air mata, Ray menguatkan dengan memegangi pundak Delina dari belakang..
"Bang apa Raditya akan sembuh...apa anakku nanti bisa bermain dengan papanya...apa aku bisa melewati semua ini...." ucap Delina dengan tatapan kosong dan pikiran yang blank.
" hei.. kamu ngomong apa sih Del, lihatlah Raditya kondisinya sudah baik, hanya menunggu dia sadar, kamu , Raditya dan anakmu akan bersama , kalian akan bahagia .." ucap Ray dengan senyum menguatkan.
__ADS_1
" iya bang, aku sudah rela bang, aku gak bisa begini terus...aku ihklas apa pun yang terbaik untuk Raditya, cintaku yang tulus akan menemaninya untuk berjuang..." ucap Delina.
Dan dokter pun datang untuk mengecek konndisi Raditya...
setelah dokter keluar dokter pun mengatakan kepada mereka berdua, kalau saat ini pak Raditya koma semoga saja tidak lah lama...
deg....
hati Delina berdebar kencang dan bergemuruh mendengar berita itu...
"hikcs hikcs .... kuatkan aku ya Alloh ..." doa Delina kepada sang pemilik segala nya.
akhirnya mereka ketiduran di ruang tunggu dan beberapa suster yang hendak membersihkan tubuh Raditya pun datang membuat Delina terbangun..
" sus, biar kan aku saja ya yang membersihkan tubuh suamiku , setiap hari pagi dan sore aku akan membersihkan sendiri.." ucap Delina.
Delina Masuk ke dalam ruangan Raditya...dengan sekuat tenaga dia mencoba untuk tersenyum...
" sayang aku bersihin dulu badannya, kamu harus bersih dan wangi...kamu suami dan sebentar lagi kamu menjadi ayah..." demikianlah Delina setiap hari berada di sisi suaminya...untuk berbakti dan merawat suaminya..
sudah seminggu di Singapura, Ray melihat Delina sudah mulai membaik..
" Del, abang lihat kamu sudah lebih baik... Abang balik ke Indonesia ya , kasihan karyawan Abang mereka gak bisa memutuskan setiap kontrak.. kamu jaga diri baik baik ya..." ucap Ray.
" iya bang, Delina baik baik saja , calon anakku juga sehat bang...o iya abang jangan tunggu lama lama lagi buat nikahi Starla, jangan menunggu ku dan Raditya bang kasihan Starla, nikahi dia bang... kalian akan tetap lakukan upacara pernikahan walau tanpa aku dan Raditya.." ucap Delina kepada abangnya.
Dan akhirnya Ray pun terbang kembali ke Indonesia...
__ADS_1