Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Sulit memaafkan


__ADS_3

Seperti biasa rutinitas di pagi hari dalam keluarga besar waluyo.. mereka sama sibuk dengan kegiatan paginya.


Hanya ada satu yang berbeda dari biasanya, yaitu Starla yang sekarang memakai hijab warna cream, setelah cardigan warna senada dan wajah ayu luwes yang lebih lembut. semua orang memandang tak berkedip,melihat perubahan dalam diri seorang Starla, yang dulu terkenal sadis suka membuli, kejam , **** dan modis...


Terlebih Ray yang saat itu sedang meminum kopinya , saat Starla lewat di sebelahnya langsung dia tersedak .... Starla yang reflex langsung menolongnya memberikan air putih..


Semua orang panik, tapi untung Ray tidak apa apa, dia memegang jantung nya..


" untung jantung gue gak terlempar..." ucapnya dengan ngos ngosan karena barusaja tersedak dan hampir gak bisa bernafas.


" yaelah bang, kita udah penik setengah mati eh taunya ...dasar bucin lo bang..." Delina mendengus kesal.


Ray langsung menjitak kepala Delina..


" anak kecil gak usah ikut ikutan.."


tanpa bicara Delina pun langsung memukul perut abangnya itu...


Ray pun menyeret tangan adeknya ke taman belakang, dan mereka berkelahi di sana ..ya kalau Ray niatnya sama melatih pertahanan Delina tapi Delina beneran memukul abangnya..dan tanpa sengaja dia memukul terlalu keras sampai Ray meringis kesakitan..


"sialan lo del, dasar adek kurang ajar lo ya...." Ray mengejar Delina yang berlari.


Dan drama di pagi hari mulai lagi... mereka saling mengolok dan saling lempar apapun yang ada di sampingnya.


Starla yang melihatnya hanya diam...nenek ,bu Risma dan semua yang anda di rumah sudah terbiasa dengan semua itu.


kemudian nenek mengajak bu Risma dan Starla untuk sarapan lebih dulu..


"ayo kalian kita makan aja dulu.."


"tapi nek, mereka..." ucap Starla.


"udah biarkan mereka kalau capek nanti berhenti sendiri..." ucap nenek sambil menikmati sarapan di meja makan.


setelah selesai mereka sarapan, Starla beranjak berdiri..


"mau ke mana sayang..." tanya nenek.


" mau siapkan sarapan buat abang dan Delina nek, mereka suka nasi goreng, kalau sarapan roti gak berasa sarapan katanya..." jawab Starla.


" udah nak duduk saja, gak usah biarkan mereka makan seadanya..." pinta nenek.


Starla pun kembali duduk dan mendengarkan nenek yang bicara ..


" sayang kamu, sudah tidak memiliki papa, kakek atau paman, jadi sekarang yang kamu miliki adalah bibimu Risma dan ibumu yang berada di penjara... sebenarnya nenek mau melamar kamu untuk Ray, kamu mau kan sayang menikah dengan cucu nenek..." tanya nenek sambil menggenggam tangan Starla.

__ADS_1


Delina yang mendengarkannya, langsung berhenti berlari dan memanggil abangnya...


" bang..bang..."


" eh...apaan lo, jangan bohong lo, gue gak akan nyerah ayo kejar kalau lo masih kuat..." ucap Ray.


" eh..ini serius, sumpah gue gak bohong, sini cepetan..."


Delina mendekati Ray yang terdiam dan was was kalau hanya akal akalanya Delina yang mau menangkap dan memukulnya.


Delina menarik tangan Ray untuk mendekat ke balik pintu agar bisa jelas mendengar apa yang nenek, ibunya, dan Starla bicarakan..


Mereka pun kompak mengupingnya.


" iya nek Starla mau menjadi istrinya abang.." jawab Starla sambil tersenyum dan menunduk malu.


mendengar jawaban itu Ray reflek langsung berdiri hendak bersorak tapu Delina dengan cekatan langsung membungkam mulut Ray.


" bang ,jangan bersuara ...diam dulu..nanti ketahuan malu kita.." ucap Delina mendengus kesal dengan masih membungkam mulut abangnya itu dengan kedua tangannya.


Ray menurut saja..dia memberi isyarat kepada Delina untuk melepaskan bungkamannya.


" eh ..maaf bang.."


" duhh....mana tangan lo bau terasi.."


"trus pegang apa "


"pegang ikan asin .."


" ouee ....k.."


" sttt...diam.."


" sialan "


Ray mendengus kesal, gak pernah dia menang kalau bertengkar dengan Delina.


mereka pun fokus mengupingnya..


" nek , kalau nanti Starla sudah menikah sama abang...apa abang mau maafin mama Starla..mama sudah jahat dan membuat semua kekacauan, bahkan gara gara mama pak prabu dan bu mara menjadi berpisah..dan gara gara mama juga abang disia siakan oleh mereka dan terpaksa hidup di jalanan .." ucap Starla sambil menangis dan menundukkan kepala .


nenek mengelus kepala Starla yang sudah tertutup hijab ..


" kita serahkan semua pada yang di atas nak, semua pasti sudah diaturnya dan tidak seharusnya kamu yang sudah menjadi lebih baik menanggung semua dosa dan kesalahan mereka..kamu berhak bahagia Starla.." ucap nenek .

__ADS_1


"Starla, semuanya sudah mendapatkan pembalasannya masing masing bahkan mama kamu juga sudah membayarnya dengan hukuman penjara selama 20 tahun " ucap Bu Risma.


Ray dan Delina yang menguping di balik pintu hanya terdiam, Delina menepuk pundak abangnya..


Ray pun menatap Delina..


" abang harus bisa.."


" abang ga tau Del.." ucap Ray seraya menjatuhkan dirinya bersandar di bawah pintu.


" abang, Tuhan saja yang maha besar bisa memaafkan umatnya yang berdosa tapi mau bertaubat walaupun sebanyak buih di lautan...apa lagi kita bang yang hanya mahkluk kecil yang tak memiliki apa apa..kita bukan apa apa bang" ucap Delina dengan menatap mata Ray.


Ray menunduk.." tapi abang bukan Tuhan Del.."


" astaghfirullah.... bener bener ya abang nih...kalau lo ngaku tuhan, fir aun lo...hihhhh..." gumam Delina geram.


" gue masih belum bisa menerima kenyataan del.." ucap Ray yang membuat Delina menoleh dan menatapnya heran.


" maksut nya"


" gue manusia biasa , gue ingin memiliki keluarga utuh,papa mama yang menyayangi.. sejak kecil Del, Lo tau kan di rumah ini yang ada hanya ribut cacian makian , kebohongan dan penghianatan..sejak gue ikut ibu Risma dan lo tinggal di jalanan malah dari situ gue menemukan kebahagian yang sesungguhnya bersama teman teman preman dan anak jalanan.." ucap ray sambil tertunduk menahan air mata nya .


Delina terdiam dan hanya menyimak.


" gue gak tau lagi harus mulai dari mana lagi..sudah terlalu banyak mereka menyakiti gue ...dan itu semua gara gara sandra..bahkan saat itu gue lihat dengan mata kepala gue sendiri Sandra dan papa selingkuh di depan mama yang sedang sakit, kejam kan.." ucap Ray dengan lemah dan sedih.


" bang latar belakang masa kecil kita tidaklah berbeda jauh , kita sama sama korban broken home, kita melihat dengan mata kepala kita sendiri momen momen pahit yang seharusnya bukanlah tontonan anak anak di usia kita saat itu..kita sama bang...tapi cobalah berdiri dan membuang semua kenangan pahit itu ..kita isi dengan hari hari cerah kita bang.. Delina akan ada di samping abang, menuntun abang ,dan menjadi saksi kebahagiaan abang, begitu juga dengan abang harus menjadi saksi kebahagiaan Delina..kita harus bisa bang..kita tidak boleh terjebak dengan dendam dan masa lalu ..kan abang sendiri yang ngomong waktu itu ke Delina.." ucap Delina dengan senyum manisnya dan genggaman hangat untuk abang tercintanya.


dan ketika mereka menoleh untuk melihat bu Risma,nenek dan Starla..ternyat mereka sudah tidak ada di sana .


" hhaahhh...kemana mereka..." ucap Ray sambil menjitak kepala Delina.


" aduh ...sakit bang..."


" lo sih del yang banyak omongnya..."


" hh...dasar abang juga sih..."


tiba tiba Raditya sudah ada di belakang mereka...


"ckckck....memang benar ya cinta membuat orang menjadi bodoh...masa CEO yang cerdas,dingin dan menakutkan...bisa bisanya menguping di balik pintu dan lihat penampilan nya aduh....gimana ya kalau ini firal..." ucap Raditya yang mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya.


" heh awas lo dit....sialan lo ..."


Raditya terkekeh..

__ADS_1


Ray pun beranjak dan berdiri menuju kamarnya untuk bersiap siap ke kantor.


__ADS_2