Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Reuni kecil-kecilan


__ADS_3

sebuah mobil sedan warna hitam sedang mencari tempat parkiran dan posisi yang ada tepat di samping mobil sport warna merah.


" sini aja kak, tuh mobil abang masih ada berarti bang Ray belum pulang..." ucao Delina.


" ok del"


Delina yang tampil sederhana seperti biasanya dia berpenampilan dengan kaos oblong warna merah + celana jeans sobek lutut dan sepatu serta kaca mata hitam dan tas ransel di pundaknya.


" hai Delina... mau ketemu abangnya ya... sekarang lagi ada di ruangannya..." ucap salah satu pegawai Ray.


" ok kak.., terimakasih" jawab Delina.


tok tok tok....


" masuk" jawab Ray dari balik kursi kebesarannya..


" hai bang Ray...."


Delina masuk dengan senyum dan langsung mencium tangan abangnya..


Ray pun menyambut kedatangan adiknya dengan senyum berbinar dan menggosok rambut Delina.


" hai Ray...." sapa Aldi.


" ehm...Al..Aldi ya..." ucap Ray.


Aldi pun mengangguk...


langsung mereka berpelukan dan saling melepas tinjuan kecil di pundak masing-masing.


" hebat Lo Ray ,sudah menjadi CEO muda yang sukses sekarang.." ucap Aldi.


" lo jadi apa Al...lo tu dulu paling pinter di kelas ...pasti , tunggu tunggu biar gue tebak..." ucap Ray sambil berpikir dan memperhatikan penampilan Aldi dengan seksama, sejenak dia menoleh ke arah Delina..


" ehm...gue tau karena lo kemari sama nih bocah, jadi kalau gak jadi dosen ya jadi Dokter..." ucap Ray.


"wah...dari dulu lo emang jenius Ray..benar semua .." jawab Aldi.


"maksut lo apa" tanya Ray.

__ADS_1


" iya bang, kak Aldi jadi dosen Delina sekaligus senior di kedokteran ,dia sudah spesialis bedah bang.." ucap Delina.


" wao....hebat lo Al.." ucap Ray sambil tersenyum.


mereka pun ngobrol panjang lebar dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4:30..sebagian pegawai sudah ada yang selesai dengan pekerjaannya.


" eh tak terasa Al, sudah sore ternyata, yuk kita pulang ...ayo Del kasihan ibu sudah menunggu di rumah.." ucap Ray.


mereka pun segera melangkah ke luar untuk pulang..


Delina pun segera menaiki mobil abangnya dia terlihat murung, tak banyak bicara..


Ray pun menyadari ada yang aneh dengan Delina..


"ada apa sih Del, cerita dong sama abang.."tanya Ray.


Delina pun membuka kaca matanya dan terlihat matanya sembab..


"eh...kenapa kamu habis nangis ya, emang diapain sama Aldi.." ucap Ray kaget.


"ih...abang ih... diapain coba ya enggak lah enak aja..." jawab Delina.


"atau jangan jangan Radit yang bikin kamu nangis, lihat aja entar gue hajar tuh anak...tapi kayaknya gak mungkin deh , abang bisa lihat sebesar apa cintanya ke kamu Del, besar banget..." ucap Ray dengan mata masih fokus lihat ke arah depan.


" masak sih bang" tanya Delina dengan senyum mengembang..


"ehm... berarti benar Raditya yang bikin kamu nangis.."


Delina mengangguk kemudian dia cerita semua..


Ray sesekali menahan tawa karena geli mendengarnya...


"jadi ceritanya sama sama cemburu..." ucap Ray.


Delina pun mangangguk...


",habis gimana bang masak aku haruskah cuekin kak Aldi, secara dia kan dosenku juga dokter seniorku.." ucap Delina.


"Raditya aja yang kayak bocil, masih saja cemburunya besar.." ucap Ray.

__ADS_1


" o iya Del, besok kan hari minggu kamu bawa Starla ke salon ya, untuk perawatan..." ucap Ray.


Delina terkejut dan hanya melongo...


" maksut Abang !!???" Delina semakin penasaran.


" ehm...iya kamu bawa dia ke salon , masak abang sih yang bawa dia, nanti kamu bawa mobil abang ..., soalnya malamnya ada acara perusahaan di kantor cabang..kamu juga bisa datang bersama Raditya.." ucap Ray.


" terus kenapa Starla, bukan kak Rani, kak sinta atau siapa gitu... bukannya abang benci ya ama Starla..." ucap Delina.


" i ..i..i ya .. kenapa ya...ya cuma Starla yang abang mau..." ucap Ray sambil meringis keceplosan.


"o...gitu... sekarang Delina tau deh..."


"tau apa gak usah sok tau deh..."


" ya emang benci dan cinta itu perbedaan nya cuma tipis...dan itu juga yang pernah Delina rasain.." ucap Delina sambil tersenyum.


" ih..udah pinter ya adek abang.." ucap Ray sambil mengusap rambut Delina.


Delina hanya memonyingkan bibirnya...


" ih ...bilang aja kalau dah jatuh cinta sama Starla...ribet amat..." gumam Delina.


"eh... kamu sendiri gak mau ngaku kalau cinta sama Raditya, ribet amat..." ledek Ray sambil tersenyum.


" tau ah..." gumam Delina sambil melengos membuang muka ke arah jendela.


" huh...cewek semua ribet, apa lagi masalah hati, bisa gak sih gak usah ada cinta , bikin pusing tau gak..." gumam Ray.


" heh...abang udah gak waras ya...atau salah minum obat..heran aku, bisa bisanya abang ngomong kayak gitu...ehm...emang sejauh mana sih bang perasaan nya sama Starla..cinta banget ya...!??? tanya Delina sambil tertawa meledek.


Ray tidak menjawab malah menjitak kepala Delina.


" aduhhh ...abang , ih...sakit tau...kalau mau berantem turun kita berantem di sini...aduh sukanya njitak, kalau Delina jadi bodoh siapa yang mau nikahin Delina.." ucap Delina sambil meringis memegangi kepalanya.


" eh...nih anak sudah konslet beneran kayaknya, memangnya kalau bukan Raditya siapa lagi yang mau sama kamu dodol..." ledek Ray sambil tertawa.


Delina hanya mendengus kesal...

__ADS_1


Dan tanpa terasa mereka pun sudah sampai di halaman rumah keluarga besar Sigit waluyo.


__ADS_2