
hari berganti waktu berlalu...sudah Satu bulan pernikahan mereka.
hari hari penuh kebahagiaan, canda, tawa dan drama..
Delina bangun lebih cepat dari biasanya, dia merasa mual, dan pusing...
Raditya yang melihat istrinya muntah muntah pun segera bangun dan menolong memijit bahu Delina..
" kamu kenapa sayang, perasaan dari kamarin kamu sering muntah muntah setiap pagi..." tanya Raditya.
" entahlah dit, badanku gak enak lemes pengennya tidur terus..." ucap Delina.
" eh...kamu kan dokter pasti bisa dong periksa dirimu sendiri..." ucap Raditya
" ish ..ya belum tentu dong, sepertinya ini bukan masalah deh tapi aku merasa ini kabar baik...."
" maksudnya "
" apa mungkin aku hamil ya "
" beneran sayang "
" ya ..nanti aku akan cek ke rumah sakit untuk mengetahui kebenarannya..." jawab Delina dengan senyum manisnya
" ok...aku antar ya.." ucap Raditya sembari memeluk mesra istri tercinta.
Delina hanya mengangguk dan tersenyum.
tapi tak berapa lama, ada panggilan masuk dari Rama.. katanya ada sedikit masalah di kantornya...
" duh sayang ini Rama telp katanya ada sedikit masalah , kamu gak apa apa kan pergi sendiri, bawa sopir ya..." ucap Raditya.
" iya gak apa apa aku pergi sendiri saja....udah kamu mandi dulu gi aku mau rebahan dulu..." ucap Delina.
__ADS_1
Raditya tersenyum dan mencium hangat kening istrinya.
setelah selesai bersiap siap mereka akhirnya keluar dari kamar dan disambut senyuman hangat oleh mama dan papanya..
" sayang ayo sini kita sarapan, hari ini mama sama papa mau ke Indonesia, saudara kita di sana ada yang mau hajatan..." ucap mama .
" ehm.. kayaknya kita gak ikut deh ma, Delina gak enak badan, dia mual terus tiap pagi, wajahnya saja tu kelihatan pucat...makan gak selera katanya...." ucap Raditya sambil mengelus punggung istrinya yang sudah mual dari tadi .
" o...itu... kayak nya sebentar lagi kita mau punya cucu ya pa...sayang mama antar ke dokter ya.." ucap mama dengan senyum bagagia.
" lha katanya mama mau ke Jakarta hari ini .." tanya Raditya heran.
" enggak jadi , papa sendiri aja yang ke sana...ya..kan itu saudaranya papa..." jawab mama sambil tertawa.
" eh..ma..itu saudara kita....ya udah sangking senangnya mama nih mau dapat cucu..." ucap papa...
dan mereka pun menyelesaikan sarapan dengan hati berbinar dan bahagia.
" sayang aku berangkat dulu ya, kamu sama mama hati hati ya nanti kalau sudah tahu hasilnya langsung kamu kabari aku..." ucap Raditya sambil mencium kening Delina.
mereka pun segera melakukan kegiatan masing masing...mama sangat bahagia begitu mengetahui bahwa Delina benar benar hamil 2 minggu ...
dan ponsel Delina berdering...
jedar...
bagai petir yang menyambar seketika... tubuh Delina lemas ketika mendengar kabar bahwa Raditya kecelakaan tunggal di jalan tol...
mama pun seketika panik..
" sayang sayang , Delina bangun nak ada apa ....sayang..." mama yang panik kemudian menyambar ponsel yang masih berada di tangan Delina..
ternyata panggilan dari Rama..
__ADS_1
" iya Ram, ada apa ini..."
mama pun tak kalah kaget ...
mama mendekap tubuh Delina yang lemah tak bertenaga..
"sus tolong tolong anakku sus..." ucap mama dalam bahasa Inggris.
Delina pun di bawa ke ruang perawatan untuk menjalani perawatan karena ternyata Delina pingsan..
sedangkan di rumah sakit tempat Raditya di tangani, Rama tampak panik...
" dit, bangun lah dit...ayo dit buka matamu..." ucap Rama.
" pak, silahkan bapak tunggu di luar biarkan kami dari tim dokter yang menanganinya..." ucap salah satu dokter dalam bahasa Inggris.
" ok dok " jawab Rama sambil mengusap mukanya dengan kasar.
" ya Tuhan tolong Raditya, selamat kan dia..." pinta Rama dalam doa.
Rama hanya bisa melihat Raditya yang tergolek lemas dengan mata tertutup di ruang IGD.
Rama pun merasa sangat sedih dengan keadaan saudara nya seperti itu, tak terasa bulit bulit air matanya pun turun mengalir di pipinya..
dan telp berdering..
[ Rama gimana Raditya Ram..]
" sekarang masih ditangani dokter tante.."
[ kamu jaga Raditya ya Ram, tante jaga Delina di sini pingsan dan sampai sekarang belum sadar...,]
" iya tan, apa aku telp abangya Delina ya tan"
__ADS_1
[ terserah kamu Ram, tapi Raditya baik baik saja kan Ram..]
"iya Tante Raditya tidak akan kenapa napa" jawab Rama sambil tersungkur dan menunduk karena sedihnya.