
Ray terduduk lemas di sofa setelah mendengar kabar tentang adiknya..
air mata pun mengalir deras memenuhi pipi dan hilanglah seketika wajah garang daru seorang Raymond sigit waluyo, CEO dingin yang kejam...
Ray hanya terdiam dengan kesedihan yang teramat dalam , tak sanggup rasanya membayangkan bagaimana perasaan adiknya..
kebahagiaan yang baru beberapa hari bahkan masih satu bulan dia nikmati sekarang cobaan yang berat..
" Delina, maafkan abang ..di saat kamu terpuruk abang tidak ada di sampingmu..." gumam Ray dengan lemas..
Ray mengambil ponselnya dan mencari nama Starla...
[ hallo abang...]
" iya sayang "
[ abang kenapa kok seperti nya abang tidak baik baik saja, kenapa bang]
" Raditya, Raditya kecelakaan di Singapura, keadaannya kritis....abang gak bisa bagaimana delina... sekarang juga abang ke sana dengan penerbangan hari ini..."
[ apaa....bang.... Starla ikut ya bang]
" enggak sayang kamu di rumah jaga ibu dan nenek, kamu bawa nenek ke rumah kamu atau bawa ibu ke rumahku... bilang ke mereka pelan pelan ya ..."
[ iya bang, abang hati hati ya...]
" Iya..."
Ray berdiri dan merapikan jasnya, segera dia minta sekertarisnya untuk memesankan tiket penerbangan hari ini ke Singapura..
" pak Ray, penerbangan tercepat hari ini jam 3 pak ..." ucap sekertarisnya Ray.
" ok... sekarang jam berapa, o masih jam12...masih ada waktu ...untuk beberapa hari ke depan saya tidak akan masuk kantor..
apa ada jadwal pertemuan atau kegiatan yang tidak bisa ditunda .." ucap Ray.
" iya pak ada satu pertemuan penting dengan pak Samuel dari pt.perkasa...3 hari ke depan..." ucap sekertarisnya.
" o itu...ok itu bisa aku tangani... nanti hubungi Samuel sendiri tidak masalah dia teman bsikku...trus yang lain kira kira bisa ditunda , coba kamu hubungi mereka, segera kabari aku..." ucap Ray dengan datar.
" baik pak " jawab sekertarisnya.
Dengan wajah serius dan bingung Ray mencoba untuk tenang ...
1 jam sudah berlalu semua pekerjaan sudah beres..dan Ray pun sudh menerima tiket online dari aplikasi, segera dia bersiap untuk ke bandara...
setelah semua beres...
Ray pun langsung terbang ke Singapura.
pertama Ray mengunjungi rumah sakit tempat Raditya dirawat...
Dengan panik dia mencari kamar perawatan Raditya dan menemukan Rama yang duduk lemas di sana dengan keadaan yang lusuh dan berantakan..
__ADS_1
" Rama...." Ray memanggil Rama dengan lembut
Rama pun menoleh kemudian berdiri dan menoleh ke kaca jendela yang nampak Raditya tidak berdaya dengan berbagai alat dipasang ditubuhnya.
Ray pun kaget dan mengusap rambutnya dengan kasar..
Tak terasa air mata pun berlinang..
Rama yang melihatnya hanya terdiam dan merasakan apa yang dirasakan oleh kakak ipar sahabatnya itu..
mereka saling diam dan tak ada pembicaraan sama sekali..
kemudian Ray kembali kaget ketika dari lobi terlihat seorang wanita cantik yang lusuh ,pucat dan berantakan sedang terhuyung dan dipapah oleh wanita paruh baya yang masih terlihat cantik..
wanita itu menatap Ray sendu dengan linangan air mata...
Ray pun hanya terdiam mendekati wanita itu dan memeluknya dengan erat..
" Abang, Raditya abang...hikcs hikcs..." Delina menangis tersedu sedu di pelukan Abang nya ..
" iya sayang, abang ngerti, Delina sabar ya , Delina pasti kuat... Delina adek abang yang berani..." ucap Ray menenangkan adeknya.
" bang, Delina takut bang.." tangisan Delina semakin pecah..
semua orang nampak terharu dan gak tega melihat Delina..
" sayang kita pulang ya, di sini ada Abang Ray dan Rama...yuk pulang sama mama " ucap mama dengan lembut.
" enggak ma, Delina mau menemani Radit, Delina gak mau pulang..." ucap Delina yang masih berada dalam pelukan Ray.
Delina menatap dengan penuh kesedihan...
air mata yang terus membanjiri wajah sendu nya..
Ray pun tak kuasa menahan kesedihannya, dia terus berada di samping adeknya dengan tetap memegangi pundak Delina..
Delina menatap Raditya hampa...
" sayang ayo pulang nak, kasihan bayi dalam kandunganmu, pikirkan dia sayang , dia butuh istirahat, sudah seharian kamu keluar dari rumah...ayo nak.." ajak mama sambil mengelus rambut menantu kesayangan nya..
Ray yang mendengar kehamilan Delina sangatlah senang tapi juga terpukul melihat kondisinya saat ini.. Ray memeluk Delina dengan erat..dan Delina semakin menangis..
"ayo sayang kamu pulang sama mertua kamu ya... kasihan anakmu keponakanku...dia pasti capek..." ucap Ray sambil mengelus rambut Delina.
tak berapa lama ...papa mertua Delina pun tiba , tak kalah sedih papa juga menangis melihat kondisi anak semata wayangnya begitu memperihatinkan...
mereka sangatlah terpukul melihat Raditya yang seperti itu..
" enggak bang, Delina mau di sini, di rumah pun Delina gak akan bisa tenang..." ucap Delina yang begitu menyedihkan.
Ray pun tak kuasa dan terduduk dengan lemas di kursi sambil menunduk dan menangis berlinang air mata..
Rama yang menyaksikan pun tak tega, dia duduk di samping Ray dan menepuk bahu Ray untuk menguatkannya..
__ADS_1
" bang, kita doakan saja yang terbaik untuk Raditya...semoga dia segera melewati mada kritisnya.." ucap Rama dengan lembut.
dan tak berapa lama dokter pun datang untuk memeriksa kondisi Raditya..
Delina memohon kepada dokter dengan deraian air mata untuk bisa menyelamatkan suaminya..
" Dok,tolong selamatkan suamiku dok aku mohon..." ucap Delina dengan lemas dan sedih.
" iya nyonya kita akan lakukan yang terbaik tapi segala sesuatu milik tuhan, mintalah kesembuhan hanya kepada tuhanmu nyonya, dan kami akan berusaha yang terbaik.." ucap sang dokter dengan bahasa Inggris.
Delina terdiam dan tersungkur lemas..
" Ya Alloh maafkan aku, sudah melupakan Mu,kau lah pemilik segala kesembuhan dan kebesaran , tolong sembuhkanlah suamiku...aku mohon ya Robb..." ucap Delina..
"dok apa aku tidak boleh menemui suamiku .." pinta Delina..
" boleh yonya, tapi hanya satu orang..." ucap dokter.
Delina pun segera memakai masker dan baju steril rumah sakit, dia berjalan dengan gontai dan sambil berpegangan dengan pintu ,tembom lalu ke dipannya Raditya..
Delina memandangi tubuh suaminya yang memperihatinkan dengan banyak alat yang tertempel di tubuhnya..
Delina menyeka air matanya dan mengusap pipi Raditya.
"sayang, kau akan menjadi ayah... bangun lah sayang ...kau sudah berjanji akan selalu menemaniku dan takkan pernah membiarkan sedikitpun air mata keluar dari mataku selain air mata kebahagiaan..kau harus tepati janjimu sayang...." Delina semakin menangis .
tiba tiba jantung Raditya berjalan cepat dan jemarinya mulai bergerak...
Delina pun histeris membuat semua orang ikut panik dan memanggil dokter..
sang dokter pun memeriksanya..
Delina diminta keluar..
dan setelah hampir 30 menit Raditya diperiksa, akhirnya dokter pun keluar dengan tersenyum...
Delina pun segera mendekatinya..
" pak, bu... Raditya sudah melewati masa kritis, tinggal menunggu dia sadar..." ucap dokter.
" Alhamdulillah ya Alloh , engkau kabulkan doaku " gumam Delina sambil memegangi perutnya.
" tapi satu lagi yang masih perlu dikhawatirkan... dia masih memiliki kemungkinan koma..karena benturan yang begitu keras...semoga ini tidak terjadi.." ucap dokter yang membuat semua orang kembali lemas..
" tapi dok bagaimana kalau koma " tanya Rama.
" ya kalaupun koma kemungkinan bisa sampai berhari hari ataupun berbulan bulan, namun kita tak perlu khawatir setidaknya masa kritis sudah lewat ..." ucap dokter dengan menepuk pundak Rama..
" sebenarnya ini adalah mukjizat dan keajaiban, pasien dengan kondisi seperti ini sangat jarang kita temui bisa melewati masa kritis... karena kondisinya sudah begitu parah..dan kalau saya lihat memang pasien memiliki keinginan untuk tetap hidup dengan kuat..." tambah sang dokter.
Delina hanya memegangi perutnya dengan terus menangis.
" sudah sayang, kamu pulang ya sama abang dan Rama, di sini mama sama papa yang akan menunggui Raditya.." ucap mama.
__ADS_1
dan kali ini Delina menurut ,dengan dipapah Ray Delina melangkah dengan gontai menyusuri pintu keluar rumah sakit ..