
Anton adalah pria desa yang lugu dan polos, wajahnya gak terlalu jelek untuk ukuran warga desa ya termasuk lumayan sih manis dan humoris.
Delina semakin nyaman ketika berbincang bincang dengan Anton, dia merasa Anton adalah teman yang baik dan bisa menghiburnya.
"hore ..dah selesai bu , warungnya..nanti Dika bantu ibu jualan ya .." ucap Dika dengan senyum manisnya.
" Dika ...sebentar lagi Dika akan sekolah kan.." ucap Delina.
" tapi kak, Dika malu kalau harus mengulangi di kelas 4 sedangkan teman teman Dika sudah mau masuk smp" ucap Dika dengan polosnya.
" semua ada solusinya kok Dika, yang tidak bersekolah pun sekarang bisa sekolah lagi,tanpa malu dengan teman temannya.." ucap Delina sambil benerin barang barang di warung barunya Sari.
"yang benar Del, aku juga mau dong sekolah lagi ke SMA biar bisa kerja di kota, di kantoran gitu ..." ucap Anton.
" bisa..besok kita cariin informasi di internet tentang kejar paket di daerah sini..o iya besok siang anterin aku lagi ya ton ke kecamatan, abangku dari Jakarta mau ke sini..." ucap Delina.
Anton mengangguk seraya tersenyum dan segera pamit pulang karena sudah sore.
" o iya .. berarti kamu sudah mau pergi dong Del, kamu sudah bisa menghubungi keluarga mu, kamu pasti akan melupakan ku dan semua yang ada di desa ini..." ucap Sari.
" ehm...tidak begitu, aku masih punya suatu tujuan yang belum tercapai aku akan tetap di sini ..abangku ke sini hanya ingin tahu keadaanku saja..aku juga ingin mewujudkan cita cita Dika dan dia harus bisa sekolah.." ucap Delina.
" aku juga akan mempertemukan mu dengan Dio Sar, kamu tunggu saja, kamu akan mendapatkan hak mu sebagai istri " gumam Delina.
di saat mereka bercanda dan bersenda gurau tiba tiba muncullah sebuah mobil berhenti di depan rumah mereka..
pak Broto keluar dari mobil tersebut..
dia berjalan mengucapkan salam dan segera duduk sambil celingak celinguk mencari keberadaan Delina.
Namun Sari meminta Delina untuk tidak keluar dan akan dia katakan kamu kecapaian jadi tertidur..
" maaf pak Broto anda mencari siapa..." ucap Sari.
" saya mencari saudaramu yang datang dari Jakarta kemarin.." ucap pak Broto.
deg....
__ADS_1
" tu kan bener , dia sudah tahu tentang keberadaan Delina, kalau begitu lebih baik Delina pulang saja ke Jakarta bersama abangnya nanti..." ucapnya dalam hati.
tapi Delina bukan lah gadis penakut, untuk melumpuhkan pak Broto bukanlah perkara berat, tapi dia gak mau rencana untuk mempertemukan Sari dengan suaminya gagal.
" o....kalau begitu aku tunggu saja di sini " ucap pak Broto sambil duduk di dekat warungnya Sari.
" duh kalau begini mana ada yang mau beli , pasti mereka semua takut sama monster itu .." gumam Delina di balik tirai rumah Sari.
" ok lebih baik gue keluar, apa sih maunya pria tua itu.." ucap Delina.
Delina pun muncul dari dalam rumah Sari dengan memakai daster milik Sari yang longgar dan kedondoran dan karena Delina sendiri risih harus memakai daster dia tetap pakai jaz kuliahnya ..
" sepertinya anda mencari saya, ada urusan apa ya " tanya Delina yang tiba tiba muncul dari dalam rumah.
pak Broto pun berbinar dan tersenyum menoleh ke arah Delina.
"ok...bisa anda masuk saja ke dalam rumah .." ucap Delina.
Sari menjadi bingung dan ketakutan.
pak Broto pun menurut dan masuk ke dalam rumah Sari bersama Delina.
" duh cantik sekali gadis ini, pokoknya dengan cara apapun aku harus bisa memilikinya...harus bisa, walaupun aku harus menceraikan ke 4 istriku aku bisa pokoknya dia mau jadi istriku.." ucap pak Broto dalam hatinya.
" ada apa ya pak... sepertinya aku tidak punya banyak waktu aku harus segera membantu Dika membersihkan kandang kambing dan memasak.." ucap Delina.
"begini ya dik, langsung saja...mau kah kamu menjadi istriku...aku rela melakukan apapun asal kamu bersedia menikah denganku.."
" apa kah anda sudah memiliki istri "
" ya istriku 4 dan akan aku ceraikan mereka semua asal kamu bersedia..."
" ist...gila nih orang " ucap Delina dari dalam hatinya.
" ehm..apakah anda sudah memiliki anak.." tanya Delina.
" anakku cuma satu dan sekarang dia sudah menikah dengan janda kaya raya di desa sebelah .." jawab pak Broto.
__ADS_1
" trus anda sudah mempunyai cucu dong.."
" ehm..." pak Broto menggeleng.
"trus anak bapak yang sudah menikah itu tidak memiliki anak .."
" tidak, entah lah apa mereka sengaja menunda atau apa ntah lah, mungkin mereka tidak mau diganggu kebahagiaan nya dengan hadirnya anak.. sebenarnya aku sudah ingin mempunyai cucu... mangkanya aku memilik banyak istri agar mereka bisa memberiku anak banyak, tapi dari ke 4 istriku hanya satu dari mereka yang memiliki anak, yaitu istri pertama ku ..." ucap pak Broto.
" o...begitu...rupanya.. maaf pak aku belum bisa memberikan jawabannya sekarang.." ucap Delina.
" o..gak apa apa dik, kapanpun saya bisa menunggu..dan perlu kamu ingat dik, kamu bisa meminta apapun dariku ya...apapun akan aku berikan,. sawahku banyak, hartaku melimpah , rumahku besar , emas perhiasan..." ucap pak Broto.
" o...mungkin hanya beberapa yang akan ku minta darimu.." ucap Delina.
"apa itu..dik " ucap pak Broto antusias.
" aku minta kembalikan semua sawah milik warga yang sudah kamu ambil dengan alasan hutang yang kau naikkan bunganya...itu tidak baik dosa besar...trus anda katanya punya banyak harta kenapa anda tidak membangun sekolah untuk warga sekitar agar mereka tidak jauh jauh ke kecamatan untuk bersekolah..dan satu lagi anda bisa mendirikan sebuah klinik kesehatan di desa ini...atau paling tidak Puskesmas pembantu di desa ini harus kembali aktif..kasihan para warga yang sakit dan tidak memiliki cukup uang untuk pergi ke puskesmas yang ada di kecamatan...mungkin itu sudah cukup.. permintaan ku.." ucap Delina.
Sejenak pak Broto diam dan mengangguk pertanda dia mengerti apa yang harus dilakukan..
" ok kalau sudah cukup anda boleh pergi dari sini dan aku mau bekerja membantu keluarga Sari..." ucap Delina.
"baiklah dik, kalau begitu saya pergi dulu..." ucap pak Broto dengan senyuman nya.
Sari berlari mendekati Delina,
"Del apa kamu serius, jangan main main dengan dia, sudah lebih baik kamu sekarang bersiap siap dan pergi ke Jakarta, kalau tidak dia tidak akan melepaskan mu .." ucap Sari.
" kamu tenang saja sar, dia tidak akan bisa menyentuhku..dia selalu menggunakan akal liciknya untuk menjebak kalian semua, aku pun akan menggunakan akal licikku untuk menjebaknya...lihat saja.." ucap Delina.
" Del, kamu belum tahu siapa dia...dia itu jahat kejam dan licik " ucap Sari.
" ok , aku memang belum tahu siapa dia , karena itu aku harus mendekati nya agar aku bisa tahu kelemahan nya...dan cara tepat melumpuhkan nya.." gumam Delina.
" tapi Del..."
" tapi dia juga belum tahu siapa aku, Delina Risma Atmaja...." ucap Delina dengan senyum menakutkan.
__ADS_1
Sari hanya terdiam, dia merasa Delina memang gadis biasa , mungkin ini jawaban dari semua doa doanya selama ini , Alloh mengirimnya untuk membantu kehidupannya dan warga desa ini dari kekejaman pak Broto.
" Ya Alloh tolong lah Delina ridhoilah semua rencana nya untuk menolong kami, bantu dia ,atas ijinMu ya Rabb.." ucap Sari sambil memeluk Delina dan tak terasa air mata pun menetes membasahi pipi keduanya.