
untuk menjalankan rencana Delina mulai dengan mendekati para istri pak Broto, mereka terpaksa atau memang mencintai laki laki bajingan itu..
'' ok Del, lo harus tenang ,lo pasti bisa..." ucap Delina seraya mengambil nafas panjang kemudian bercermin dan berdandan dengan sedikit polesan dengan make up sederhana milik Sari..
tin tin.... suara klason motor butut milik Anton yang sudah berada di depan rumah Sari.
" sekarang mungkin abang sudah hampir sampai di sana, aku harus segera ke sana ,kali ini Broto tidak boleh mengetahuinya, aku harus sedikit menyamar seperti warga desa di sini..." ucap Delina.
Delina keluar dari rumah kecil milik Sari dan ibunya.
Sejenak Anton tertegun dengan penampilan Delina yang memakai baju lusuh dan usang milik ibunya Sari, serta rambut yang digelung menyerupai ibu ibu tani di sana yang lagi bekerja di sawah, serta tak lupa dia bawa keranjang, selendang untuk menggendong serta caping bambu yang sudah rusak.
" kamu , kok dandan kayak gini... tapi tetap cantik sih..." ucap Anton bercanda sambil tertawa.
Delina mencubit lengan Anton..
" ets...udah diam, jangan sampai si Broto jelek itu tahu kita ke sana, jangan sampai dia melihat abangku di sana .." ucap Delina.
Sari yang melihatnya hanya terdiam.."mudah mudahan kalian jodoh .." teriak Sari.
" eh...apa lo bilang Sar, ehm...jangan deh kasihan Anton dan keluarga nya ntar..." ucap Delina namun mendengar jawaban itu Sari langsung murung dan menunduk .
" hh...kamu sih Del , pake ngomong sembarangan..." ucap Anton.
" Sar, Sar...aku minta maaf ya bukannya...maksut aku..." ucap Delina yang kemudian dipotong oleh Sari.
" udah..gak apa apa Del, memang seharusnya kalian tidak lah berjodoh atau nasib Anton akan seperti Dio.." ucap Sari sambil menyeka air matanya.
" Sar, kamu jangan lagi bersedih sebentar lagi aku akan mempertemukan mu dengan Dio, kamu akan memperoleh hakmu sebagai istri sahnya Dio..." gumam Delina.
" udah ayo Del...buruan.." ucap Anton seraya menyalakan motornya.
" ayo..oiya Sar nanti kalau si Broto kemari mencari aku bilang saja aku ke hutan mencari kayu bakar.. sendirian...kalau dia menyusul biarkan saja biar hilang sekalian di sana.." ucap Delina yang kemudian ditarik tangannya sama Anton.
" lama amat..."
" eits...."
__ADS_1
kemudian mereka segera melajukan motornya dan memilih jalan pintas yang sepi agar tidak ketahuan anak buah pak Broto.
perjalanan selama kurang lebih satu jam, akhirnya mereka sampai juga di sana.
Delina dan Anton bersembuyi di bawah pohon rindang dan tidak kelihatan dari jalan raya .
"aduhhh...abang mana sih , sudah dari tadi juga, kemarin aku minta berangkat pagi malah jam segini belum nyampek..." ucap Delina gelisah...
tak berapa lama kemudian muncullah sebuah mobil pajero hitam dengan plat nomor B tampak berhenti tepat di depan gerbang kecamatan.
"wah...bagus sekali mobilnya, pasti mahal , pasti orang kaya yang memilikinya.... waduhh..waduhh..." ucap Anton dengan polosnya.
" heh...apa pajero hitam...itu pasti abang.." ucap Delina sambil mengintip dari celah dedaunan.
" iya bener, ayo ton kamu ikut aku, itu abangku.." ucap Delina sambil menyeret tangannya Anton yang masih terkejut kalau mobil mewah itu milik abangnya Delina.
"Abang...." ucap Delina seraya mengahambur ke pelukan abangnya itu.
" Delina.., ini benar kamu..." ucap Ray yang menyambut pelukan hangat adik kesayangannya itu.
" sekarang kita pulang ya ,nenek dan ibumu sudah sangat merindukanmu.." ucap Ray sambil memegangi kedua pipi adiknya itu.
" iya, Del... Raditya sudah pergi ke Singapura, dia harus ke sana karena orang tuanya yang memintanya untuk menjalankan bisnis keluarga..kamu yang sabar ya, seiring waktu kamu akan bisa melupakannya..." ucap Ray.
"atau kamu selesaikan dulu kuliahmu dan kamu menyusulnya ke Singapura.." imbuh Ray sambil tersenyum.
" tapi bang, aku masih ingin bekerja dan membangun rumah sakit untuk warga yang kurang mampu..." ucap Delina.
" ahhh itu bisa diatur, dan keduanya akan kamu dapatkan..." ucap Ray.
" beneran bang, nanti abang mau bantu Delina..."
Ray mengangguk.
" aku sayang abang..." ucap Delina seraya mempererat pelukannya.
" ehm...ini siapa...jangan bilang dia yang akan menggantikan Raditya.." bisik Ray.
__ADS_1
" enak aja... sampai kapanpun gak ada yang bisa gantiin dia di hati Delina.." ucap Delina sambil mencubit pinggang Ray.
"oh iya bang , kenalkan dia Anton, dia pemuda desa sini bang, dia banyak membantuku.." ucap Delina yang memperkenalkan temannya itu.
Ray pun membuka kaca mata hitamnya dan tersenyum menatap Anton. kemudian mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Anton.
Anton pun menyambutnya dengan senang hati.
kemudian Ray mengajak Anton dan Delina ke tempat teduh untuk berbicara, Delina pun mengatakan semua rencananya untuk mendekati pak Broto, Anton dan Ray mendengarkan dengan seksama.
" orang seperti itu apa tidak abang hancurkan saja , dari mulai bisnisnya , aset aset nya kalau perlu orangnya sekalian.." ucap Ray.
"ihhh...abang, bukan begitu...kita akan bermain licik seperti yang dilakukannya untuk menipu sawah milik warga...pokoknya semua yang dirampas dari warga harus kembali kepada pemiliknya... dan Dio harus kembali kepada Sari..." ucap Delina.
" ok ... terserah, terus abang harus gimana ..." ucap Ray.
" abang beri saja Delina uang untuk membeli laptop, wifi dan sewa rumah di sini..juga motor...." ucap Delina yang langsung diiyakan sama abangnya itu.
" ya mungkin memang lebih baik kalau kita memiliki rumah di sini karena aku bisa menjagamu, atau anak buahku bisa membantumu.." ucap Ray sambil mengusap kepala adik kesayangannya itu.
Anton semakin terkejut dan heran dengan kelakuan kakak beradik itu, uangnya banyak orangnya ganteng...
" keren..keren..." ucap Anton.
" hah opo lo bilang..." ucap Delina.
" bang sini ..." Delina membisiki sesuatu kepada Ray, Ray pun tersenyum dan mengeluarkan segepok uang , sejumlah 10 juta.
Delina tersenyum mengambil uang itu dan memberikan kepada Anton.
'' ini buat mu ton..."
"apa...uang sebanyak ini del...enggak ah ..enggak, aku gak bisa Del..." ucap Anton.
" eh ..ini gak seberapa Anton, kamu sudah baik selama ini sama aku , sembunyi sembunyi membantu aku ..ini ucapan terimakasih dari Abang ku..iya kan bang .." ucap Delina.
Ray hanya tersenyum...
__ADS_1
" Anton terima saja , bisa membantu keluarga mu .." ucap Ray.
"babbaik lah kalau begitu .."