Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Pembalasan yang menyakitkan 2


__ADS_3

Memang pembalasan itu lebih pedih dan menyakitkan...Itulah yang ada di pikiran Starla saat ini..dengan penuh penyesalan dia berharap ada uluran tangan yang mau menolongnya.


mengingat kejadian yang menimpa mamanya, kejadian yang dia lakukan terhadap Delina..


" oh...sungguh jahat, kenapa aku begitu jahat, hanya karena cinta seorang Raditya aku bisa sekejam itu..." rintihnya dengan lemah dan lusuh di balik jeruji besi.


sedangkan mamanya Starla yang mengalami beberapa kali pelecehan juga terlihat syok, dia menangis sepanjang hari...


"hiks hiks.. kenapa aku bisa di seperti ini.." rintih Sandra.


" ma, udah lah ma...malu tau didengar orang... semua sudah terjadi, harusnya mama jadikan pelajaran, kalau pakai baju itu yang sopan jsngan terlalu ****, jadi mengundang orang jahat berbuat yang tidak baik kan.." ucap pak handoko ,papa tirinya Starla.


" aduh...kalau sampai si Sandra kenapa napa bisa jatuh miskin lagi nih gua.." ucap pak Handoko dengan liciknya.


memang Sandra adalah istri konglomerat Bayu Surya Atmaja saingan bisnis dari waluyo group tapi dengan liciknya Handoko dan Sandra bekerja sama menyingkirkan pak Bayu, suami sandra ,ayah kandung Starla.


Dan setelah Bayu disingkirkan, handoko menikahi Sandra .. perusahaan dan aset yang seharusnya menjadi hak Starla, dengan licik dan segala tipu daya dibaliknama menjadi Sandra.


hhh...itulah sedikit informasi tentang keluarga Starla yang tak memiliki sisi baik, bahkan hanya kelicikan dan saling membohongi antara sesama keluarga.


Starla yang termenung, lusuh ,tersungkur hanya beralaskan ubin dan tikar yang tipis..mencoba menyusuri semua kejahatan yang pernah dia lakukan.


ya penyesalan, hanya penyesalan yang ada.


tok tok tok....


Terdengar suara kaki mendekat.


Starla hanya melirik enggan untuk menoleh apalagi berdiri..


" ehm... bagaimana cantik, sudah tau rasanya menderita...." ucap Ray sambil tersenyum miring.


" itu masih belum seberapa dibanding apa yang kau dan mamamu yang kotor itu lakukan terhadap Delina dan ibunya.. ngerti kamu..."

__ADS_1


"dan iya satu lagi, siapa itu ayah kebanggaanmu , taukah kamu siapa dia, dialah yang merampas kebahagiaan mu yang sesungguhnya, dia yang licik yang menanamkan benih kebencian dan kejahatan dalam dirimu...dua juga yang telah melenyapkan pak bayu, sahabat kakekku dan ayah kandung mu..." ucap Ray sambil melangkah pergi.


Starla tersentak..dia bangun dan berdiri


" tunggu tunggu ..bang kamu belum selesai, aku ..apa maksudmu..ayah kandungku...tunggu...tunggu ..tolong beritau aku..." ucap Starla seraya menangis dan tersungkur di bawah pintu besi yang kokoh.


Namun Ray tak memperdulikannya, dia hanya berhenti dan melirik sebentar lalu memasuki mobil sport mewah miliknya.


**di kediaman Sigit Waluyo*


"Radit, kamu gak kuliah nak..." ucap bu Risma lembut.


" iya bu setelah ini Radit berangkat, Radit masih mau temani Delina makan.." ucap Raditya dengan menyuapi Delina.


saat ini Delina sudah mulai merespon , dia mau menyahut saat dipanggil dan diajak berbincang mulai mendengar kam dan tersenyum.


Tapi masih belum mau bercerita apa pun.


ting tong...


"permisi bu, saya dokter psikiater untuk nona Delina.." ucap dokter muda yang cantik itu.


" o iya mbak, mari masuk...." jawab bi inah dengan sopan.


" silahkan duduk dulu dokter, saya akan panggilkan Bu Risma..." ucap bi inah.


Dokter cantik itu hanya tersenyum dan mengangguk.


" bu Risma, di luar ada bu dokter untuk mbk Delina.." ucap bi inah.


" iya bi, suruh saja dia langsung naik ke sini.." jawab bu Risma dengan tersenyum.


kemudian dokter cantil itupun naik dan menumui Delina.

__ADS_1


Dokter mulai mengajaknya berinteraksi, bercerita dan mengingat hal hal yang indah selama hidupnya.


"bu Risma, Radit berangkat kuliah dulu ya.." pamit Radit kepada bu risma.


"Del, aku pergi dulu ya kamu jaga dirimu dan tetap semangat..." Radit pun memberanikan diri mencium kening Delina.


Tak disangka perubahan besar terjadi, Delina merespon ...


"Dit , jangan tinggalkan aku dit aku mohon dit tetap lah di sini...." Delina menggenggam tangan Raditya dan menatap nya sendu.


Raditya pun tak tega meninggalkannya dia berbalik dan duduk jongkok di depan Delina yang duduk di kursi.


" baiklah sayang aku gak akan ke mana mana.." ucap Raditya sambil tersenyum dan mengelus rambut Delina.


" baiklah mbak Delina, sekarang aku mau bercerita lagi ya mbak....." bu dokter mulai mengajaknya bercerita dan sesekali memintanya mengulangi cerita nya..


sambil menggenggam tangan Raditya Delina menunjukkan perubahan besar.


Dan ternyata apa yang terjadi barusan di rekam oleh anak buah Ray menggunakan ponselnya.


"ini bos , non Delina mengalami besar, dia sudah mulai bisa diajak berinteraksi...tapi mas Raditya tak bisa masuk kuliah karena non Delina terus menggenggam tangan nya tak mau ditinggal..." ucap anak buah Ray melalui telp.


[ ok , biarkan Raditya tetap di sana, aku akan urus masalah kuliahnya , yang penting adikku bisa segera sembuh ]


" ok bos "


"mas Raditya, bos Ray bilang mas Radit jangan ke mana mana, bos minta mas Radit tetap di sini temani non Delina...masalah kuliahnya, bos akan mengurusnya.." bisik anak buah Ray yang bertugas menjaga Delina dan ibunya.


Raditya pun sempat bingung, tapi ya udahlah, emang bos satu itu sangat protektif sama keluarganya..


" ok " jawab Raditya sambil mengangguk.


" Sekarang mbak Delina sudah banyak mengalami perubahan , kemungkinan sebentar lagi bisa pulih seperti sedia kala.., o iya bu, mbak Delina bisa diajak jalan jalan kok, ke taman ,mall ,atau bisa juga berlatih bela diri untuk memupuk rasa percaya dirinya.." ucap dokter.

__ADS_1


"dok, Delina sebelum nya juga punya bela diri, kakaknya yang ajarin, dia sering berantem sama para preman di kampung kami.." ucap bu Risma.


" O..bagus itu , mulai besok bisa diulangi lagi dan berlatih fisik agar semakin segar dan cepat pulih.." ucap dokter seraya tersenyum.


__ADS_2