
pagi itu Delina berdiri di balkon rumah Raditya, dia memandang sinar mentari yang hangat ,yang mulai menampakkan diri.
Dari belakang Raditya muncul dengan membawa segelas susu untuk kekasihnya.
"hai , sedang apa kamu di sini " tanya Raditya dengan senyum hangatnya.
dan menyodorkan segelas susu untuk Delina.
" aku sedang merasakan hangatnya sinar mentari dit...entah sudah berapa lama sejak papa ku pergi meninggalkan aku dan mama tak pernah lagi aku bisa merasakan hangatnya sinar mentari... dan yang ada hanyalah kedinginan dan kebekuan..." ucap Delina dengan buliran air mata yang mulai berjatuhan.
" sayang lihat mataku, carilah di sana kebenarannya, dan temukan kebohongan di sana..enggak del ngggak sama sekali gak ada kebimbangan di sana..cintaku akan membuka lembaran baru dalam hidupmu ,kau akan menemukan kembali kehangatan mentari seperti yang kau rindukan..aku janji del, takkan membuatmu bersedih walau sesaat.";ucap Raditya sambil memeluk hangat tubuh Delina.
Delina hanya bisa menangis , entah bahagia atau takut kecewa.
" tapi aku takut dit, aku takut tiba tiba kau meninggalkanku,trus bagaimana hidupku tanpamu dit...aku takut aku sungguh takut.
Raditya pun mempererat dekapannya, dia dapat merasakan detak jantung Delina yang berdetak tak beraturan.
" kau tak perlu takut sayang , aku tak akan pernah meninggalkanmu, hilangkanlah rasa trauma mu tidak semua pria seperti papamu, aku berjanji padamu akan selalu berada di sampingmu..." ucap Raditya.
" tapi dit, aku tak ingin sejengkal pun jauh darimu , sekarang aku sudah tak perduli dengan impianku, tujuanku adalah kamu, masa depanku ada padamu..." ucap Delina seraya menatap mata Raditya dengan linangan air mata.
" aku akan berada di sisimu selamanya, dan kau masih bisa tetap menjadi dokter sesuai dengan mimpimu selama ini asal tak jauh dari sini.." ucap Raditya mengelus rambut Delina.
dan delina memegang wajah Raditya kemudian menciumi ke-dua pipi putih Raditya itu berulang kali .. Raditya pun tersenyum bahagia..
" sudah sayang kita simpan untuk besok, besok setelah halal kau bisa menghabiskan semuanya.." bisik Raditya yang membuat Delina pun tersenyum.
" yuk kita turun mama dan papa sudah menunggu untuk sarapan setelah itu kita lakukan persiapan lainnya... karena acara besok dadakan kita lakukan sederhana saja, gak apa apa kan sayang ..." ucap Raditya yang hanya dijawab anggukan oleh Delina.
mereka pun saling bergenggaman tangan dan segera menuju ruang makan yang sudah ditunggu oleh mama dan papanya...
**
waktu berlalu begitu cepat, hari yang dinanti pun tiba...
Delina yang bersiap di kamarnya tampak anggun dengan baju pengantinnya ...dia melihat di cermin..
__ADS_1
" Delina, hari ini adalah sejarah dalam hidupmu, kau akan melangkah untuk mendampingi seseorang yang akan mengarungi bahtera rumah tangga, kau akan menjadi istri ,ibu dan menantu ...statusmu yang baru itu adalah awal dari perjalanan hidupmu yang baru..." ucap Delina pada dirinya sendiri di cermin.
dan tiba tiba pintu kamar diketuk dan dibuka oleh seseorang yang cantik dan lembut namun sungguh keibuan, dia adalah Bu Rara, ibu mertua Delina dan ibu kandungnya Raditya.
" sayang kau sudah siap, ayo kita turun nak, penghulu sudah siap di bawah tinggal menunggu kamu sayang...ayo sini mama bantu ya.." ucap Bu Rara dengan sangat ramah dan begitu menyayangi menantunya itu .
" iya ma..." jawab Delina sambil tersenyum dan melangkah di samping dan dipapah oleh mertuanya tersebut.
saat menuruni anak tangga semua mata memandangi Delina dengan tak berkedip termasuk Raditya..
" cantiknya istriku...." gumam Raditya.
dan mereka pun sudah duduk bedampingan.
saat Raditya mengucapkan ijab qobul nya , Ray yang berada di sisi Delina tak kuasa menahan air matanya, sesekali Tampak mengusap air matanya termasuk ibu Risma dan Starla, mereka semua terharu dengan perjalanan cinta mereka..dan akhirnya mereka berakhir menjadi sah di pelaminan.
setelah Selasai beberapa prosesi perkawinan, Ray menatap Delina dengan mata berkaca-kaca.. Delina pun dapat merasakan perasaan haru dan bahagia yang dirasakan kakaknya.
Dia mendekat dan memeluk Ray dengan deraian air mata..
" bang, maafkan Delina, selama ini menjadi adek yang kurang baik untuk abang, maafkan Delina bang... Delina sungguh sangat menyayangi Abang, Delina sayang bang, maafkan....hikcs hikcs..." tangis Delina akhirnya pecah tak terbendung.
" sudah Del, sudah hari ini hari yang bahagia untukmu , harusnya yang ada air mata krbahagiaan...kau baik baik ya di sini , jaga dirimu dan keluarga barumu..kalau ada waktu sesekali kau mengunjungi aku dan ibumu di Indonesia...aku juga sangat menyayangimu adekku...kau satu satunya alasanku menjadi kuat, selama ini...kau adalah lentera yang menyinari masa masa gelapku... sekarang kau sudah dewasa kau harus menjadi lentera bagi keluargamu..." ucap Ray sambil mengusap air mata yang menetes di pipi adeknya itu dan mengecup keningnya dengan lembut.
Delina hanya terdiam dan menatap abangnya.
" bang, Delina juga titip ibu, nenek dan Starla, jaga mereka bang, mereka adalah separuh jiwaku ...bahagiakan Starla.." ucap Delina.
" pasti itu pasti... setelah semua urusan Abang dengan proyek baru selasai Abang akan nikahi Starla..." jawab Ray dengan senyum yang mengembang .
Raditya pun datang menghampiri mereka dan memeluk Ray dengan erat.
" bang, maafin Raditya ya bang..." ucap Raditya dengan mata berkaca kaca..
"iya Radit, abang titip Delina ya..sayangi dia, jaga dia, bawa dia dalan kebahagiaan..ingat Radit bahagia itu bukan hanya di dunia tapi hingga ke jannah, bawa keluarga mu menuju ridho Alloh dan bimbing mereka nantinya sampai ke surganya Alloh.." ucap Ray sambil menepuk punggung Raditya.
" iya bang, insya Alloh ..." jawab Raditya sambil menggenggam tangan Delina yang sudah sah menjadi istrinya..
__ADS_1
" o iya satu lagi..." Ray mengambil ponsel di balik jasnya ..dia buka panggilan dan video call ke nomor Sari...
[ iya hallo pak Ray]
" iya Sar, kamu ada di mana, Anton dan Dio apa juga ada di Sana...]
[ iya pak,ini mereka] kamera diarahkan ke Anton dan Dio yang lagi berbincang bincang..
" hai kalian , aku ada berita bagus untuk kalian..ini.." Ray mengarahkan kameranya ke Delina dan Raditya yang saling bergandengan tangan dengan baju pengantin yang begitu serasi..
[ hai, Delina, Raditya... selamat ya untuk kalian berdu, maaf kami tidak bisa menghadiri pernikahan kalian.. seandainya acaranya diadakan di Jakarta mungki kami bisa hadir..] ucap Sari.
"iya sar makasih, gak apa apa, hanyalah doa restu kalian yang sangat penting dan kami harapkan..."
[ iya del, semoga langgeng dan abadi hingga ke jannah... aamiin]
dan panggilan pun berakhir.
Delina sangatlah bahagia , dan bersyukur dalam hidupnya..dia merasa sangatlah beruntung miliki suami yang baik seperti Raditya, mertua yang menyayangi,kakak yang baik,ibu ,nenek , Starla dan teman teman yang sangatlah baik baik .
hanya saja Delina masig merasa sedih apabila mengingat sosok seorang ayah...sosok yang sangat dia benci sedari kecil karena perlakuan nya terhadap ibunya, namun tidak dipungkiri Delina sangat merindukan sosok itu di saat saat yang bersejarah dalam hidupnya ..
" pa, seandainya saat ini ngkau ada di sini, saat ini aku akan melupakan semua perlakuanmu, aku akan memelukmu , karena seharusnya tanganmu sendiri lah yang menyerahkan putrimu ini kepada laki-laki yang sekarang menjadi suamiku.." gumam Delina dengan tetesan air mata yang terus membanjiri pipi mulusnya.
tiba tiba tangan yang kekar dan kokoh memekuknya dari belakang.
tapi Delina tidak kaget ataupun heran, karena dia sudah tau kalau itu pasti Raditya,dicium dari aroma parfumnnya yang maskulin.
"sayang kok menangis lagi sih..." ucap Raditya yang mengunci tubuh istrinya dari belakangan dengan dada bidang dan tangannya yang kokoh ..
"Dit, aku teringat papaku, seandainya saat ini dia berada di sini , dengan tangannya sendiri dia pasti yang akan menyerahkanku kepadamu ..tapi kenyataannya dia pergi entah di mana " ucao Delina.
" eh...udah kamu di sini tidak akan kekurangan kasih sayang aku janji..sudah sekarang sudah larut malam , kita tidur ya..." ucap Raditya sambil tersenyum ..
delina pun tersenyum saat Raditya menggendongnya masuk ke dalam kamar pengantinnya...dan .
**sensor.....( tutt.......... ðŸ¤ðŸ˜‚)
__ADS_1
Maaf ya sahabat pembaca untuk selanjutnya aku sensor ya...tapi pikiran jangan ke mana mana, mereka hanya tidur doang karena kecapekan.....
lanjut part selanjutnya..