Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Menemukan Harapan


__ADS_3

Delina sudah letih, dia sandarkan tubuhnya di sebuah pohon ... namun dia tak putus asa kala melihat sawah yang berjejer jejer di sana... harapan baru pun muncul..


Delina tersenyum sambil meneguk air meneral yang dia ambil dari tas rangselnya.


"haduh kok bisa ya gue nyasar sejauh ini, mana hari sudah mulai gelap lagi...gue harus segera sampai di rumah warga... semangat..aduh mana gak ada sinyal" gumamnya.


karena sangat lelah Delina pun tertidur.


karena banyak nyamuk sesekali dia terjaga kemudian tertidur lagi..


malam semakin larut, burung hantu mulai bersahutan..suasana hening sunyi dan hanya suara suara dahan pohon dan ranting yang bergoyang..


Delina pun terjaga , dia kaget melihat sekeliling gelap ,sama sekali tak ada penerangan.


" aduhhhh....mati gue ...gelap...aduhhh...au...suara apa itu..." ucap Delina dengan keringat dingin mengucur karena takut.


" bang, ibu, radit, tolongin aku, aku takut...." ucapnya lirih sambil meringkuk dan bersandar pada sebuah pohon besar.


Di rumah, Ray mulai cemas dia kepikiran Delina terus sampai gak bisa tidur...


" aduh...kenapa dih gue kepikiran bocah itu terus, dia kan lagi senang senang sama teman temannya..." gumam Ray yang mulai resah.


bruak pyarrrr......


tak sengaja tangan Ray menyenggol gelas minumannya dan jatuh pecah berserakan di lantai...


nenek pun terbangun dan mendatangi kanar Ray.


" Ray kamu gak apa apa , ada apa sih Ray..."


ceklekkkk...


Ray keluar dengan diam dan masih bingung..


" kamu kenapa" tanya nenek


" hah kok bisa sih gelasnya jatuh ,lain kali hati hati dong...


kemudian nenek meminta salah satu penjaga di rumah yang belum tidur untuk membantu membersihkannya.


" entah lah nek, Ray gak bisa tidur, Ray kepikiran Delina terus... Ray takut terjadi sesuatu dengannya nek..." ucap Ray cemas.


" coba kamu hubungi teman temannya "

__ADS_1


" sudah nek tak ada satupun dari mereka yang bisa dihubungi.."


"aduhhh...mudah mudahan tidak terjadi sesuatu dengan cucu nenek itu..." gumam nenek.


crying....


ponsel Ray berdering, tertulis nama Starla di sana..


" hallo sayang, kenapa kamu belum tidur.."


[ bang, Starla mau ngomong, tapi abang tenang ya jangan panik..]


" emang kenapa Starla, jawab apa yang terjadi, dari tadi abang bingung kepikiran terus sama Delina kamu jangan nambah pusing ..jawab Starla...jawab" ucap Ray.


[ Bang, abang , Delina hilang di hutan semuanya mencari sampai pihak kepolisian tapi tidak berhasil bang, Raditya, Rea, Hendra dan Aldo sekarang mencarinya masuk ke dalam hutan...]


" apa.......!!!!! "


ponsel Ray pun terjatuh ke lantai dan dia langsung lemas tersungkur di sampingnya..


" Delina, hilang nek...." ucap Ray sambil terduduk lemas.


"apa..."


Ray pun meraih ponselnya.." jangan sayang sekarang sudah larut malam, kamu istirahat saja , aku akan mengurus semua dengan anak buahku...aku pasti bisa menemukan Delina kembali.."


[ baiklah lah bang, oiya bang tadi Raditya sempat menelpon aku katanya ada sebuah petunjuk, yaitu hilangnya Delina seperti ada yang merencanakan karena dari tanda panah ,untuk info lengkapnya Raditya minta kita temui mita dan Rico,..tapi kemudian suaranya hilang karena tidak ada jaringan .]


[ oiya bang besok aku temani abang ke kampus, kita harus menemukan orang yang jahat sama Delina bang...]


Kemudian Ray mengumpulkan semua anak buahnya..


"hari ini juga kita pergi ke hutan, tapi sebelum itu, kita temui dulu Starla, mita dan rico.."


" baik bang.."


sementara di sisi hutan ..tampak delina yang masih ketakutan.. wajahnya pucat dan lusuh .


buliran air matanya pun lolos tak terbendung..


" abang....tolongin Delina bang" Delina berteriak karena frustasi.


" dit dit, lo denger sesuatu tidak.." ucap Aldo sambil terus memgangi lengan Raditya.

__ADS_1


" apaan sih lo do, penakut lo...di tengah hutan gini masak ada suara , apaan sih..." ucap Raditya.


" eh lihat di sebelah sana kelihatan ada rumah penduduk, berarti kita sudah di pinggir hutan...tapi kita belum menemukan delina.." ucap Rea yang tak pernah melepaskan genggaman hangat Hendra.


"abanggg......"


" eh ...lo semua denger gak..." ucap Raditya.


" iya kita semua denger.."


" Delina..aaaa...!!! " mereka semua berteriak memanggil Delina.


" hah ...suara apa itu, apa mungkin hantu, tapi itu seperti..... Radit...ttt" Delina membalasnya.


akhirnya merekapun senang dan segera mencari suara itu, karena gelap jadi susah menemukan nya ..


Delina yang tadinya menemukan Harapan tiba tiba putus asa dan menyerah, Raditya tak kunjung menemukan nya ..


" hikcs hikcs.... Radit...tolong aku dit..." Delina menangis.


" Delina, aku merasa dia tidak jauh dari sini... sebentar, ada suara orang menangis...apa kalian juga mendengarnya.." ucap Raditya.


semua pun mengangguk..


ayo ke sini kita cari suara itu...


mereka pun berjalan mengendap ngendap..


dan Delina merasa seperti ada yang mendekatinya, dia panik dan merangkak menjauh dan menjerit sekeras-kerasnya...


" Del, Delina..."Raditya segera meraih tangannya dan memeluknya dengan haru.


tapi Delina seperti nya pingsan karena ketakutan.


" Del, del..bangun del .." ucap Rea.


Delina pun membuka mata dan betapa terkejutnya dia langsung berteriak..


" del ini , rea , Raditya,aldo dan Hendra" ucap Rea.


"ka ka kalian..." Rea pun memeluk Delina.


"sayang, syukur lah kamu tidak apa apa..." ucap Raditya sambil mengusap rambut lembut Delina yang sudah menjadi kusut.

__ADS_1


" aku takut dit , aku takut sendirian, aku takut..."


__ADS_2