
Raditya, Aldo dan hendra tampak bercengkerama bahagia ngobrol dengan bang Ray dan yang lainnya.
Dalam benak mereka bertiga pun sama , ternyata preman juga manusia..ci ile ya iyalah sahabat pembaca ,sama sama makan nasi..
Ternyata mereka punya sisi baik dan hangat,rasa kekeluargaan dan saling menghargai..
Bang Ray yang paling berwibawa diantara yang lain, dia berbadan tinggi tegap proporsional,gagah wajah bersih dengan rahang tegas...gak cocok sih kalau disebut preman , lebih cocoknya sih seorang mafia.
Tapi bang Ray bukanlah mafia kejam dia berhati baik dan mendidik para anak buahnya yang rata-rata seusia anak SMA.
"Bang ,udah lama abang turun di sini..." tanya Raditya.
" ehem...sekitar 5 tahunan lebih lah..." jawab bang Ray.
" dah lama juga ternyata...emang rumah abang sebenarnya di mana.. sepertinya abang bukan asli orang sini ,dilihat dari penampilan Abang sebenarnya abang bukan orang susah..abang pasti anak orang berada.." ucap Raditya.
"iya gue memang bukan asli sini ,gue dari kota sebelah, gue ke sini karena ikut bibi gue..dan saat itu gue memilih gabung dengan mereka karena gak mau jadi beban bibi gue yang baik tapi hidupnya kekurangan belum lagi suaminya tak mau gue ada di sana..dan gue juga prihatin dengan keadaan para pemuda di sini yang kebanyakan putus sekolah, gue mendidik mereka semampu gue, gue ajarkan mereka tegar menjalani kehidupan dan berani menatap masa depan..dan latar belakang merek rata rata sama dengan gue.."
__ADS_1
"iya papaku dulu seorang pebisnis sukses, dia selalu berambisi dalam hidupnya, hanya kerja kerja dan kerja, bahkan mamaku sendiri tak pernah disentuhnya..saat itu usiaku baru 17 tahunan lah aku baru menyadari keretakan dalam keluargaku...ibuku kabur dengan laki laki lain, sedangkan ayahku memilih menikah lagi dengan wanita selingkuhannya..aku sendirian hanya bibiku yaitu ibunya Delina yang menjagaku selama ini ..." ucap bang Ray.
" o jadi abang dan Delina saudaraan.." ucap Raditya.
Ray hanya tersenyum..
"ehm... sebenarnya ibunya Delina dulunya kerja di tempatku dan hanya dia yang menyayangiku, saat itu aku memilih ikut bu Risma pulang ke rumahnya...waktu itu Delina masih berusia 12 tahunan..dan suami bu risma sepertinya tidak menginginkan kehadiranku ,makanya aku pergi dan lebih memilih gabung sama orang orang di sini.." ucap Ray.
Raditya yang tersenyum sendirian membuat Ray menatapnya penuh selidik.
" oya bang, berarti abang dan Delina gak ada hubungan darah..." ucap Raditya mengejutkan Ray yang tengah menatap dirinya.
"ya iyalah ...tapi tenang aja dit , gue udah anggap Delina adik kandung sendiri gue gak mungkin jatuh cinta sama adik gue sendiri..gue tau lo suka kan sama dia.." ucap Ray.
"e..iya bang, tapi Delina seperti tak mau menghiraukan aku bang..dia seperti mempunyai luka sendiri yang tak membolehkan orang lain tau, dan merasa semua laki laki pasti jahat dan akan menyakiti nya..." ucap Raditya lemas dan bersandar di kursi usang.
" iya memang itulah kenyataannya dit, terlalu pahit perjalanan hidupnya, dari kecil dia sudah melihat kelakuan ayahnya yang kdrt terhadap ibunya, belum lagi perselingkuhan ayahnya dengan sahabat baik ibunya yang terjadi di depan mata seorang gadis kecil berusia 10thn..." ucap Ray sambil mendengus .
__ADS_1
" iya bang kasihan Delina..."
"dan kemarin ya beberapa hari yang lalu aku melihatnya sendiri dia menghajar ayahnya yang hendak melecehkannya saat di rumah sendirin..." ucap Raditya.
"teruss...." Ray kaget .
" ya Delina menghajar ayahnya itu hingga tersungkur..." jawab Raditya.
"kurang ajar menang itu baji**n..Rinto, dia adalah ayah sambung Delina, dulunya dia sopir di keluargaku, dan diam diam menyukai bu Risma..hingga suatu saat Rinto berhasil memper*****a bu risma ,memukul dan menendang, itupun terjadi di depan mata Delina, serta mengancam akan melukai Delina kecil kalau bu Risma gak mau diajak nikah..." ucap ray geram.
" Tuhan, begitu terlukanya Delina, pantas saja dia menjadi trauma..." gumam Raditya sambil mengusap kasar wajah tampannya.
" iya dit, dan gue percaya sama elo...lo bisa jaga dan sembuhin rasa trauma Delina, bawalah warna warni dunianya, buat dia kembali berani menatap dunia, isi hatinya dengan cinta dan kebahagiaan..gue percaya sama lo, dan jangan sia siain kepercayaan gue.." ucap Ray sambil menepuk punggung Raditya.
Raditya pun mengangguk.
dan saat mereka menoleh ke arah teman temannya, ternyata mereka sudah terlelap ke alam mimpi ..
__ADS_1
Ray dan Raditya pun menyusul untuk bisa tertidur dan lelap ke alam mimpi.