Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Pergi ke kecamatan.


__ADS_3

pagi yang cerah Delina membantu keluarga sari mencari rumput untuk makanan ternak mereka..


" kak Delina dan Dika yang mencari rumput ya bu, nanti ibu dan nenek yang membuat sarapan " ucap Dika yang polos.


mereka berjalan menyusuri parit parit sawah milik tetangga untuk mencapai pinggiran hutan yang masih banyak rumput segar.


"Dika, kamu pingin sekolah tidak..." tanya Delina.


" ya pingin lah kak, kalau gak sekolah bagaimana Dika bisa menjadi dokter seperti kakak..." ucap Dika.


" bagus Dika...mau gak Dika nanti Kakak ajarin ..nanti kalau kakak ke kecamatan kakak belikan Dika banyak buku ya...." ucap Delina.


" wah iya iya kak , Dika mau...ye ye ye...nanti Dika bakalan sukses ya kak..." ucap Dika dengan penuh tawa.


mereka pun sampai di pinggir hutan dan segera mencari rumput sekaligus ranting kayu untuk bahan bakar.


"kak, kayaknya udah cukup deh kak...ayo buruan pulang , matahari sudah tinggi Dika sudah lapar pasti ibu sudah matang masaknya..." ucap Dika...dan Delina pun tersenyum lalu beranjak untuk pulang.


sesampainya di rumah ternyata Sari dan ibu benar-benar sudah matang masaknya..


Mereka pun sarapan dengan lahap, walaupun cuma singkong rebus, alhamdulillah masih bisa sarapan...dan lagi lagi membuat Delina terharu dan menambah rasa syukurnya.


tak lama kemudian datang Anton dengan motor bututnya...


"assalamualaikum Sar..."


", waalaikumsalam, iya mas Anton,tunggu sebentar ya Sari panggilkan Delina dulu, dia lagi bersiap siap..." ucap Sari.


dan tak lama kemudian muncul Delina dengan pakaian yang sangat sederhana, kaos oblong milik sari yang agak kekecilan untung Jaz kuliah nya kebawa, jadi dia pakai untuk menutupi tubuhnya yang kelihatan lekukannya..serta celana jeans yang terlihat mahal,sepatu dan sebuah rangsel warna navy..


Anton menatap Delina tak berkedip...


"wah, cantik sekali Sar, temanmu... kulit nya putih bersih seperti artis di tipi..." ucap Anton membuat Delina risih.


"ehm...ayo mas kita bisa berangkat sekarang atau nunggu magrib baru berangkat..." ucap Delina.


" eh...iya dek...mari sekarang saja.." ucap Anton sambil tersenyum cengingisan.


mereka pun segera berangkat menuju kecamatan yang berjarak kira kira sekitar


5 km...


"mas Anton ya namanya..." tanya Delina.


" iya dek..." jawab Anton.


" ih .. jangan panggil dek dong, panggil Delina saja...abang gue aja gak pernah panggil dek...ehhh...?!!" gumam Delina.


" iya Delina, tapi kamu boleh kok panggil aku mas Anton biar lebih mesra saja..." ucap Anton cengingisan.


" eh ..enak aja , gue panggil anton saja kalau gitu .." jawab Delina sambil tertawa.


" iya iya terserah saja deh pokoknya..."


" Anton, lo dah lama tinggal di desa ini..."


" wah keren nih lo gue ..hahaha..." ucap Anton.


"ih apaan sih lo..."

__ADS_1


" iya iya aku di sini sejak lahir, aku asli desa sini..."


" kalau gitu ceritain dong tentang desa ini termasuk tentang Dio, suami Sari.."ucap Delina.


deg....


jantung anton berdetak kencang mendengar Delina menyebut nama Dio.


" kenapa harus Dio, bukan yang lain aja, tentang aku atau keluarga ku gitu..." ucap Anton.


sontak gamparan melesat di kepala Anton..


"enak aja, gue serius Anton.." ucap Delina.


"aduh...nih cewek suka main gampar seenaknya..." ucap Anton sambil meringis.


trus setelah itu lo juga cerita in masalah sk Broto.


" aduhhh kenapa kedua orang itu yang kamu tanyakan....serius kamu mau tahu..." ucap Anton.


" ehem....aku harus membantu Sari karena dia sudah banyak membantu ku..." jawab Delina.


" ok.. dengerin ya..."


" udah buruan, ribet amat sih..."


" Dio adalah sahabatku kami selalu bersama ke mana pun, tapi saat dia bertemu Sari dia jatuh cinta dan memberanikan diri menyatakan cintanya, ternyata di sambut hangat oleh Sari yang juga menaruh hati... akhirnya mereka pacaran, sedangkan pak Broto adalah ayah dari dio, laki laki paling kaya di desa dan dan mata keranjang...dia tak pernah lepaskan setiap ada gadis cantik di sini, termasuk Sari yang sudah menjadi targetnya..dan kemungkinan juga kalau dia melihat mu juga akan menjadi target barunya..mangkanya aku bawa kamu sembunyi sembunyi tak suruh pakai masker ,helm dan segala macem..." ucap Anton.


"memangnya aku cantik....pacarku saja meninggalkanku , dia pergi ke Singapura...ehm....memang rumit , lain kali gue gak mau lagi cinta cintaan, pacaran, lebih baik langsung nikah...." ucap Delina.


" jadi wanita secantik kamu jomblo dong, wah ada kesempatan nih ..." ucap Anton.


"ihhh...apaan sih...lo juga sama mata keranjang berarti ..hahaha...." jawab Delina.


kemudian Anton kembali menceritakan tentang pak Broto dan keluarga Sari sama persis dengan yang Sari ceritakan kemarin...


Delina mendengarkan dengan seksama.


"berarti sampai saat ini Dio masih hidup dong..." ucap Delina.


" iya betul sekali... Dio masih hidup tapi diasingkan oleh bapaknya itu, dia dinikahkan oleh perempuan kaya raya di desa sebelah tanpa sepengetahuan Sari dan keluarganya..


"berarti Dio juga tidak tahu tentang Dika putranya.." jawab Delina.


" ehem...karena menurut Dio ....aku pernah sekali bertemu dengannya, pernikahan barunya tidak bahagia, istrinya bukan wanita baik baik dan tidak mau melahirkan anaknya...dan satu lagi ...dia tidak lagi mau bertemu Sari karena diancam sama bapaknya kalau masih menemui Sari akan dia habisi semua keluarga Sari.. karena itulah Dio selama 10 tahun terakhir tak pernah mengunjungi Sari bahkan tidak tahu perihal putra semata wayangnya.." ucap Anton.


Delina hanya mengangguk, dia merasa iba dengan kisah cinta Sari dan Dio..


" gue janji akan satukan lagi Sari dan Dio..."gumam Delina.


dan tak lama kemudian mereka pun sampai di kecamatan dan langsung menuju tokk obat...


" sepertinya uangku masih cukup untuk membeli semuanya, untung gua bawa atm ... eh... Anton di sini mesin ATM di mana ya..." ucap Delina.


"ada nanti aku anterin di sebelah toko emas dan toko hp..." jawab Anton.


" ok "


Delina memborong banyak obat yang seting dibutuhkan warga,yaitu obat batuk pilek panas, darah tinggi, dan lain lain...

__ADS_1


setelah dari toko obat dia ke ATM, dia tarik uang banyak untuk membeli, sembako, dan peralatan untuk berjualan wedang jahe kopi dan warung kecil-kecilan untuk Sari dan keluarganya...


setelah semua beres, mereka pun tak tahu bagaimana membawanya, mereka mendengus kelelahan...


" capek sekali ya Anton, panas... oiya Anton ini uang untuk mu membeli bensin makasih ya sudah mengantarkanku ke sini " ucap Delina sambil menyodorkan uang 10 lembar seratus ribuan.


Anton pun terbelalak..


" Del, ini uang semua ,kok banyak amat sih, enggak enggak ,aku iklas kok mengantarkanmu..."


"bener nih gak mau, gua masukin tas lo"


"aduhhh gimana ya ...." ucap Anton sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Delina tersenyum dan langsung memasukkan uang tersebut ke dalam saku jaketnya.


"wah kayaknya di sini ada sinyal...gue coba telp abang saja..."


Delina mengeluarkan ponselnya , dan benar sekali sinyalnya internet pun ada banyak..


Langsung Delina video call dengan abang nya ...


" hai abang.."


[ hai gadis nakal, aduh untung kamu tidak apa apa... sekarang posisi di mana abang akan jemput kamu..jangan ke mana mana ... kamu tunggu, abang langsung ke sana ya...tak usah serlok abang sudah lacaj hp kamu...]


" ih...abang kok segitunya sih.. Delina jauh ini bang, mungki butuh waktu seharian baru sampai di sini.. Delina berada di desa terpencil di pinggiran hutan , jalan masuk ke desa saja susah..."


[ gak apa apa abang sudah menemukan posisi kamu sekarang juga abang dan anak buah abang ke sana ..]


" iya bang kebetulan Delina butuh bantuan abang, desa tempat ku tinggal adalah desa yang muskin bang, ada seorang manusia jahat yang menindasnya, nanti abang bisa menghajarnya...trus kalau ke sini abang bisa menyumbangkan sebagian harta abang , kita akan ajukan ke pemerintah setempat untuk membangun jembatan yang layak... pokoknya banyak yang pengen Delina ceritain di sini..."


[ ok ]


" terus, kalau abang sudah nyampek di sini untuk mencapai ke tempat ku masih butuh 2 jam dan di sana tidak ada sinyal tidak ada internet "


[ trus]


" besok sore saja aku kembali ke sini Delina tunggu abang di sini lagi .."


[ ok, kamu jaga dirimu baik baik...]


" o iya satu lagi...bang..."


[ apa sayang ]


"Raditya bang "


[ dia sudah pergi ke Singapura]


" ehm...ok bang , Delina matiin ya video callnya"


dan sambungan terputus.


"dari pembicaraan nya di telp kamu sangat menyayangi pacarmu yang ke Singapura ya ...". tanya Anton.


" ehem...tapi sudah lah.." jawab Delina.


"abangmu juga keren ya...ganteng ..." ucap Anton.

__ADS_1


Delina hanya tersenyum..


dan setelah cukup beristirahat mereka pun segera bersiap untuk pulang.


__ADS_2