
Delina dan Anton belanja di pasar yang ada di dekat kantor kecamatan.
Mulai dari sembako, buku buku untuk Dika, peralatan berjualan untuk Sari...
" Del ..kamu emangnya bawa uang berapa kok banyak sekali belanjanya.." tanya Anton.
" ehm...kenapa emang..." jawab Delina.
" orang tuamu kerja apa... kelihatannya kamu orang kaya..." ucap Anton sambil mengemudikan motornya.
Delina menarik nafas panjang..
" udah deh jangan bahas itu lagi...capek gue..." jawab Delina.
" ya aku heran saja Del, kamu ngasih aku satu juta seperti itu uang kecil padahal bagi kami warga desa yang hanya bertani uang sejuta itu besar..."
" ayah gue orang yang gak tau diri dan jahat, dia tinggalin ibu gue padahal ibuku rela meninggalkam keluarga demi dia tapi sungguh dasar pria brengsek tetap saja brengsek...gue sekolah hingga kuliah kedokteran itu karena beasiswa... mangkanya sebenarnya harta itu bukan segalanya, walaupun kita hidup di desa dan tidak memilik banyak harta asal kita pintar dan rajin belajar negara akan menjamin dengan beasiswa..." ucap Delina.
" o ...gitu ya ...dulu aku dan Sari sekolah sampai SMP....kalau Dio aku dengar sih sampai kuliah ..." ucap Anton.
" O iya ngomong ngomong masalah Dio, kapan kapan kamu antar aku ketemu dia ya....aku ingin bicara sama dia...dan juga ingin tahu seperti apa sih dia itu yang sudah mencampakkan Sari gadis secantik itu..." ucap Delina.
" heh ..bukan mencampakkan, sampai sekarang pun aku yakin Dio masih mencintainya tapi karena terpaksa dia meninggalkannya untuk menjaga keselamatan keluarga Sari..enak aja... mencampakkan aku sebagai sahabatnya gak terima..." ketus Anton.
__ADS_1
" iya iya sorry..." jawab Delina sambil tersenyum.
Di saat mereka tengah asik ngobrol di atas motor butut milik Anton...tiba tiba sebuah mobil berhenti di depannya...
Dari dalam mobil keluarlah seorang pria paruh baya brewokan ya sedikit keren sih wajah putih bersih dan berpakaian rapi ..
sambil melepas kacamata hitamnya pria itu tertegun melihat wajah cantik alami Delina,yang kebetulan tidak memakai masker karena lupa... apalagi badan sedikit berisi , tangan dan kaki yang putih terlihat seperti seorang artis televisi ..
" wau cantik sekali ....sungguh luar biasa...aku harus bisa mendapatkan nya...bahkan dia lebih cantik dari Sari..." ucap pria itu yang tak lain adalah pak Broto.
Anton dan Delina pun segera turun dari motornya...
"ada apa ya pak Broto menghalangi jalan kami, maaf pak ini sudah hampir magrib kami harus segera sampai di rumah.." jawab Anton.
" siapa gadis cantik ini..." tanya pak Broto.
" tuh kan bener, pasti si hidung belang itu mengincar Delina..." ucap Anton dalam batinnya.
" dia dia ...."
" aku saudara Sari dari Jakarta, aku sudah lama tidak mengunjunginya..." jawab Delina tenang..
" o ..jadi ini yang namanya pak Broto, orang paling kaya di desa ini yang bisa membeli apapun termasuk hukum dan pemerintahan.." gumamnya dalam hati .
__ADS_1
"bos , apa kita tangkap saja mereka dan jadikan dia istri bos yang selanjutnya..." bisik anak buah pak Broto.
" tidak, ini gadis berbeda dari yang lain...aku merasa tertantang setelah melihatnya, biarkan saja dulu dia pergi...besok besok baru aku akan mulai mendekatinya dengan cara ku sendiri.." ucap pak Broto dengan senyum liciknya.
" baik lah silahkan kalian lanjutkan perjalanan..." ucap pak Broto.
Anton merasa heran begitu juga dengan Delina, dan tanpa pikir panjang mereka pun melanjutkan perjalanan pulang dengan membawa begitu banyak barang barang untuk keluarga Sari.
dalam perjalanan mereka hanya terdiam, hening , membisu..
Dan cekikkkk...
sampai lah mereka di depan rumah Sari.
Dika,ibu dan Sari sangat terkejut dengan barang bawaan Delina..
" lho katanya cuma beli obat tapi kok beli barang barang sebanyak ini...wah ada beras, telur, minyak dan kebutuhan lain...ada juga buku buku bacaan ini pasti buat Dika...ada apa ini...wah seperti mau buka warung saja del banyak banget ..." ucap Sari heran.
Delina tersenyum..dan duduk memeluk Sari..
"Sar, maafkan aku ini bukan apa apa dibanding semua kebaikan mu selama ini kepadaku...aku beli ini semua dari hasil tabunganku sendiri..aku iklas memberikan untukmu untuk kamu membuka warung agar kehidupan mu dan keluarga menjadi lebih baik..." ucap Delina.
"tidak seharusnya kamu seperti ini Del, akupun sebenarnya iklas menolongmu..." ucap Sari.
__ADS_1
" sudah sudah yuk aku bantu beres beres buat warungnya Sari..." ucap Anton semangat.
mereka pun tersenyum dan beranjak dengan senang senyum dan canda tawa.