
Delina hanya terdiam dan tak tahu harus bilang apa, bahagia pasti.. tapi kok gak datang ke rumah trus ngelamar bawa seserahan seperti yang lainnya.
" kenapa diam, kamu mau kan kita nikah secepatnya" tanya Raditya sambil terus memeluk kekasihnya itu.
" tapi kok kamu gak datang ke rumah bawa orang tuamu dan kerabat terus seserahan kayak orang orang lain gitu..." ucap Delina sambil memonyongkan bibirnya.
" jadi abang gak bilang ke kamu..."
" bilang apa"
" sialan bang Ray..."
" kenapa emangnya....." tanya Delina penasaran.
"bentar aku harus telp bang Ray ..."
ucap Raditya sambil mengambil ponsel di saku jaznya.
" hallo bang "
[ kenapa Radit]
panggilan beralih ke video..
[ hai sayang sudah sampai , yang lagi kangen kangenan lupa ya gak kasih kabar abangnya ..
duh anak muda...]
" iya bang maaf..."
[ ok ok , oiya abang ada rapat nih sebentar lagi ]
__ADS_1
" ets tunggu dulu bang Ray..."
[ eh nih anak udah berani aja sama kakak iparnya]
" em ngomong ngomong soal ipar, abang dah kasih tahu Delina apa belum yang kemarin bang..."
[ o..iya...maaf sayang Abang lupa... kemarin ya 3 harian yang lalu keluarga Raditya datang ke rumah...tapi kami tidak memberitahumu karena kamu ada tugas di daerah terpencil..dan kami terima lamaran keluarga Radit, gak apa apa kan sayang kamu terima kan, kalau sampai kamu gak terima bisa bisa masuk rumah sakit jiwa dia...hahahah...]
[ udah abang mau rapat, ingat kalian belum sah awas kalau macam macam...dan untuk pernikahan kalian Abang dan yang lain insyaallah akan datang..jaga dirimu baik baik sayang, bye...]
"ehm tu kan, udah lihat sendiri..." ucap Raditya.
"eh kok ada pesan dari abang, kan baru saja telp.."
[ Delina ini seserahan dari keluarga Raditya aku transfer ke rekening kamu ya sebesar 3M..dan untuk kamu dari Abang dan Starla 2M jadi semua 5M...]
" hahhh ..gila...gila kamu ya dit, kok sebanyak ini sih..mentang mentang kamu tajir...ehmm" ucap Delina mendengus kesal.
Raditya menatap kekasihnya dan menggenggam tangannya..
"ets... ngomong apa sih kamu, trus kalau kamu serahkan nyawamu , trus aku nikahnya sama siapa...enggak enggak aku gak mau kamu ngomong aneh aneh, dan aku gak butuh apapun darimu selain dirimu, hanya dirimu..." ucap Delina sambil mengelus pipi Raditya dan menciumnya kanan dan kiri.
" ehms.... aduh yang lagi bucin , dah sana pulang , gak tau apa ada jomblo di sini..aduhhhh..." ucap Rama sambil memegangi kepalanya.
dan satu lemparan kotak tisu melayang tepat di atas pundaknya.
" bisa diam gak lo..'' ucap Raditya sambil mendengus kesal.
" ok ok ok bos...aku keluar..." ucap Rama sambil meletakkan beberapa berkas di meja Raditya.
" tunggu tunggu tunggu ...Rama , ok kamu di sini... aku yang pulang, kamu hendel semua...dan ini berkasnya,kirim saja lewat email..." ucap Raditya terkekeh.
__ADS_1
"bos...serius lo...aku juga mau keluar nih bos ada janji Makan siang dengan della, sekertaris bos itu...ayo lah bos, dah aku janji gak akan ganggu lagi silahkan bos lanjutkan..." ucap Rama .
" udah lah dit biarin rama keluar kasihan..dia.." ucap Delina lembut.
" enggak , ayo kita pulang, mama dan papa sudah menunggu di rumah.." ucap Raditya sambil menyeret tangan Delina dan melotot ke arah Rama , yang memelas...
" maaf ya Ram, yang kuat ya..." ucap Delina dengan senyum manisnya.
sesampainya di depan Della sekertaris nya Raditya berhenti..
" Della, kamu beli makanan kesukaan Rama, kamu beli 2 dan temani pak Rama makan di ruanganku..untuk sementara kamu layani dia , dia yang akan menggantikan aku, mungkin aku seminggu ini tidak bisa aktif ke kantor.." ucap Raditya.
" dit ternyata kamu baik ya..." ucap Delina sambil tersenyum bergelayut di lengan kekasihnya itu.
"baru tahu ya ..." ucap Raditya sambil mencubit hidung Delina yang sudah memerah...
syukur yang tiada terkira, cinta yang selama ini terpendam dan terhalang oleh beberapa peristiwa, akhirnya beradu dalam genggaman yang bernama setia.
ya setia yang tak meminta waktu, yang tak berujung asa, bias rindu yang terhalang waktu.
kedua insan yang saling mencinta dan sama sama menderita, kini bisa tersenyum indah menyambut hari bahagia menjelang akad nikah yang sakral .
sakinah mawadah warohmah hingga ke jannah...itulah luapan doa yang selalu dipanjatkan di setiap sujud anak manusia.
cinta yang menyatukan, cinta yang membawa bahagia walaupun rintangan yang tak mudah namun karena kehendak Alloh pada akhirnya mereka bisa menatap indahnya bahtera rumah tangga yang sudah berada di pelupuk mata.
Delina menatap sendu wajah Raditya,pria yang akan menjadi pendamping hidupnya selamanya..dan menjadi imam di setiap sujudnya ...
genggaman hangat saling menguatkan, tatapan lembut saling menghangatkan..karena berumah tangga bukan sekedar cinta , namun kedawasaan , kesetiaan, dan pengorbanan.
" semoga mimpi mimpi kita untuk berlayar,dan melawati curamnya kehidupan dalam bahtera rumah tangga bisa menjadi nyata dan kita mampu melewati badai dengan Kekuatan cinta kita..." ucap Delina dengan tatapan hangat
__ADS_1
dan Raditya memeluk Delina sambil sesekali mengusap air mata kebahagiaannya.
ya dua insan yang sudah lama ingin bersatu namun terhalang jarak dan waktu.